Munas PKB, Jokowi Ungkit Aksi Bomber di Makassar dan Teroris di Mabes Polri

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 12:56 WIB
Munas PKB, Jokowi Ungkit Aksi Bomber di Makassar dan Teroris di Mabes Polri
Presiden Joko Widodo. [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan di saat pemerintah tengah bekerja keras menangani pandemi Covid-19, namun dikejutkan dengan peristiwa pasutri pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan serangan teroris wanita Zakiah Aini di Mabes Polri, beberapa waktu lalu.

Hal ini dikatakan Jokowi dalam Pembukaaan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama PKB di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

"Pada saat ini kita bekerja keras menangani pandemi, dan kita dikejutkan oleh tindakan kekerasan yaitu terorisme," ujar Jokowi.

Tindakan terorisme kata Jokowi lahir dari cara pandang yang keliru dan bertentangan dengan nilai- nilai agama. Bahkan merupakan kejahatan besar yang dapat mengancam kerukunan bangsa dan negara.

 "Tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama, jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara," ucap dia.

Jokowi meyakini, PKB sebagai partai yang Ahlusunnah wal Jamaah tidak kendor untuk terus menyemai nilai-nilai moderat, nilai-nilai moderasi nilai-nilai tawasuth, nilai-nilai keseimbangan tawasuf. Serta terus menebarkan moderasi beragama menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarsesama.

"Sehingga radikalisme terorisme tidak ada lagi di negara yang kita cintai ini Indonesia," ucap dia.

Pemerintah kata Jokowi terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi  beragama, eksklusivitas dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.

"Dalam hal ini sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan sejak awal sangat jelas, bahwa NU dan PKB konsisten mengikuti Syekh Kyai Haji Hasyim Asy'ari dan para masyaikh, bahwa agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan. Namun justru saling menopang satu sama lain.

"Saya percaya PKB hari ini, kedepan dan seterusnya akan terus mewarisi semangat para ulama dan masyaikh dan terus memperkuat pondasi keagamaan dan kebangsaan untuk mewujudkan baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur ( Negeri yang baik” bisa mencakup seluruh kebaikan alamnya, dan “Rabb Yang Maha Pengampun” bisa mencakup seluruh kebaikan perilaku penduduknya sehingga mendatangkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala , Rabb alam semesta)," ucap dia.

Jokowi juga berharap melalui kader-kader PKB yang ada di lembaga legislatif, eksekutif, di tingkat pusat maupun di daerah, PKB akan terus mendorong inovasi memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan tata kelola politik dan pemerintahan yang baik dan akuntabel dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan masyarakat.

"Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk memberikan kemanfaatan seluas-luasnya untuk umat, untuk rakyat serta untuk bangsa dan negara Indonesia dan juga untuk kemanusiaan," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kiai, para alim ulama atas semua tausiah dan dukungannya dalam upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi covid.

Dukungan para alim ulama kata Jokowi sangat penting sekali, agar semua elemen bangsa bisa saling mendukung dan menopang saling membantu menjadi sebuah kekuatan yang sangat dahsyat, untuk mengatasi segala tantangan bangsa hari ini dan kedepan yang tidak semakin mudah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Klan Cendana Diusir dari TMII, Denny Siregar: Cara yang Keren Pakde

Sebut Klan Cendana Diusir dari TMII, Denny Siregar: Cara yang Keren Pakde

News | Kamis, 08 April 2021 | 10:29 WIB

Presiden Jokowi "Usir" Keluarga Cendana dari Taman Mini

Presiden Jokowi "Usir" Keluarga Cendana dari Taman Mini

Jabar | Kamis, 08 April 2021 | 09:41 WIB

Pemerintah Dituding Kaitkan FPI dengan Terorisme, KSP: Tidak Ada Untungnya

Pemerintah Dituding Kaitkan FPI dengan Terorisme, KSP: Tidak Ada Untungnya

Hits | Kamis, 08 April 2021 | 08:39 WIB

Polisi Dalam Penjualan Senjata ke Zakiah Aini, Masuk Tindak Terorisme?

Polisi Dalam Penjualan Senjata ke Zakiah Aini, Masuk Tindak Terorisme?

News | Rabu, 07 April 2021 | 16:47 WIB

Terkini

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:37 WIB

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:45 WIB