Bayi hingga Ibu Hamil diLembata Butuh Air Bersih

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Sabtu, 10 April 2021 | 21:50 WIB
Bayi hingga Ibu Hamil diLembata Butuh Air Bersih
Suasana di dalam gubuk atau Pondok Parek tempat korban banjir-longsor mengungsi. [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Ratusan korban terdampak banjir bandang dan longsor akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungsi di Gubuk atau Pondok Parek yang berada di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape. Dari ratusan pengungsi, satu di antaranya merupakan bayi berusia 14 hari.

Kepala Posko Pondok Parek Walang Artos Tobiona (24) mengungkapkannya saat ditemui Suara.com pada Sabtu (10/4/2021) siang. Selain bayi, ada pula ibu hamil, balita hingga lansia yang mengungsi di sana.

"Ada 13 bayi balita 0-5 tahun, ibu hamil dan ada satu bayi merah belum sampai dua Minggu juga," kata Artos.

Menurutnya, sampai kini baru sebagian besar bantuan yang diterima, yakni berupa sembako. Padahal, pengungsi juga membutuhkan air bersih, susu, popok, hingga selimut tebal.

"Kita kekurangan tempat penampungan air. Sejauh ini, baru sekali bantuan air di enam hari ini (pascabencana)," ujarnya.

Akibat kekurangan air, kata Artos, beberapa pengungsi pun terdampak penyakit. Di antaranya diare hingga alergi.

"Batuk, pilek, demam, diare dan ada yang alergi karena kurang air bersih. Sehingga ada air embung (air tampungan hujan) di situ yang kemudian digunakan warga untuk cuci, mandi bahkan kalau air bersih tidak ada lagi maka digunakan untuk masak dan minum," katanya.

Sebanyak 246 Jiwa Mengungsi

Jurnalis suara.com pada Sabtu siang juga mendatangi langsung titik pengungsian mandiri di Pondok Parek Walang. Pondok atau gubuk tersebut sebelumnya digunakan sebagai tempat peristirahatan warga seusai berkebun sekaligus menyimpan hasil panen.

baca juga

Pada tahun 2020 lalu saat terjadi bencana erupsi Gunung Ile Ape, pondok Parek Walang juga digunakan oleh warga sebagai tempat pengungsian.

Saat diantar oleh warga sekitar, Robert (35), dari Desa Amakaka ke pondok Parek Walang perlu waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Desa Amakaka ke Pondok Parek Walang dengan menggunakan sepeda motor.

Sebagian besar mereka yang mengungsi berasal dari desa-desa terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lembata.

"Total pengungsi yang ada di Parek Walang sebanyak 246 jiwa terdiri dari 54 KK dari Desa Lamawara dan 11 KK tersebar di Desa Atawatung,  Desa Mawa, Desa Bunga Muda, Desa Amakaka, dan Desa Tanjung Batu," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, alasan warga lebih memilih mengungsi di Pondok Parek Walang lantaran lebih nyaman di sana ketimbang di posko yang didirikan oleh pemerintah daerah. Alasan lain, saat ini sedang musim panen sehingga mereka juga harus menjaga kebunnya.

"Meski keterbatasan jaringan listrik, sumber air, akses internet dan keterbatasan lainnya tetapi untuk kenyamanan mereka lebih memilih di tempat ini," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BNPB: Korban Meninggal di NTT 174 Orang dan 48 Hilang

Kepala BNPB: Korban Meninggal di NTT 174 Orang dan 48 Hilang

News | Sabtu, 10 April 2021 | 21:38 WIB

Ratusan Warga Terdampak Banjir-Longsor Kabupaten Lembata Mengungsi di Kebun

Ratusan Warga Terdampak Banjir-Longsor Kabupaten Lembata Mengungsi di Kebun

News | Sabtu, 10 April 2021 | 20:29 WIB

Cerita Dua Korban Banjir-Longsor Lembata Ditemukan di Tepi Laut

Cerita Dua Korban Banjir-Longsor Lembata Ditemukan di Tepi Laut

News | Sabtu, 10 April 2021 | 19:23 WIB

Terkini

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:50 WIB

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:36 WIB