alexametrics

Kisah Jenderal Polri Hijrah: Dikira Teroris hingga Syok Anggota Rajin Salat

Agung Sandy Lesmana
Kisah Jenderal Polri Hijrah: Dikira Teroris hingga Syok Anggota Rajin Salat
Komjen Anton Bachrul Alam. [tribratanewspolrestasikkota.com]

Awalnya Komjen Anton Bachrul Alam curiga mengira Jamaah Tabligh bisa mengganggu ketentraman masyarakat karena sering mendatangi tiap-tiap rumah.

Suara.com - Mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Anton Bachrul Alam menceritakan awal jejaknya hijrah dan aktif berdakwah dalam kelompok Jamaah Tabligh. Pensiunan jenderal bintang tiga ini mencari tahu kegiatan Jamaah Tabligh gegara anak buahnya mendadak rajib salat.

Dikutip dari Hops.id--media jaringan Suara.com, Minggu (11/4/2021), Anton bahkan awalnya curiga jika Jamaah Tabligh berafiliasi dengan teroris lantaran gaya berbusana muslim yang sama. Hal itu diungkap Anton Bachrul Alam saat memberikan tausiyah di Cibubur 2 Februari 2014 lalu. 

Anton Bachrul Alam menceritakan kisahnya awal mula tertarik menekuni bidang dakwah usai pensiun dari Polri.

Tak seperti pensiunan Polri lainnya, mantan Kapolda Jawa Timur ini justru  menekuni dakwah melalui Jamaah Tabligh usai bertugas di kepolisian. 

Baca Juga: Usai Proses Hukum, 50 WNI Jamaah Tabligh Dipulangkan Dari India

Kegiatannya aktif dalam kegiatan pertemuan umat Islam (ijtimak) di berbagai daerah dan meluangkan waktu dakwah dari masjid ke masjid.

Sebab komunitas dakwah ini pakaiannya sorban serba putih, berpindah satu tempat ke tempat lain, satu masjid ke masjid lain untuk berdakwah. Awalnya Komjen Anton Bachrul Alam curiga mengira Jamaah Tabligh bisa mengganggu ketentraman masyarakat karena sering mendatangi tiap-tiap rumah.

Diliputi rasa penasaran tersebut, Komjen Anton Bachrul Alam kemudian memerintahkan satu anggotanya menyelidiki jamaah ini dengan ikut itikaf atau berdiam diri mendekatkan diri kepada Allah di masjid, 3 hari. Anak buahnya setelah tiga hari menjalankan misi kemudian melapor ke Anton Bachrul.

"Ternyata, kata anak buah ini, Jamaah Tabligh ini bagus, saya heran jadinya. Sebab anggota saya itu setelah ikut misi, tiba-tiba rajin salat padahal sebelumnya jarang salat," kata dia.

Komjen Anton Bachrul Alam. [hops.id]
Komjen Anton Bachrul Alam. [hops.id]

Tak puas, Komjen Anton Bachrul Alam mengutus lagi tiga anggotanya untuk melanjutkan penyelidikan Jamaah Tabligh dengan ikut Khuruj 3 hari.

Baca Juga: Malaysia Umumkan Klaster Jamaah Tabligh Sudah 100 Persen Sembuh

"Lagi-lagi hasilnya sama lho. Sepulangnya menjalankan misi, tiga anggota itu mendadak rajin salat," lanjut ceritanya.

Komentar