Tak Ada Lagi di Kerajaan, Pengikut Rahasiakan Penyebab Kematian Lia Eden

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 11 April 2021 | 15:39 WIB
Tak Ada Lagi di Kerajaan, Pengikut Rahasiakan Penyebab Kematian Lia Eden
Kediaman pemimpin kelompok Salamullah, Lia Aminuddin atau Lia Eden, di Jalan Mahoni Nomor 30, Senen, Jakarta Pusat tampak sepi, Minggu (11/4/2021). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Suara.com - Sejak dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021) lalu, penyebab kematian pendiri sekte ajaran Salamullah, Lia Aminuddin alias Lia Eden masih misterius. 

Dari pengakuan pengikutnya, Lia Eden meninggal karena faktor usia. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya Lia Eden.

Salah seorang pengikut Lia Eden yang ditemui di rumah duka di Jalan Mahoni Nomor 30, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (11/4/2021) mengaku tidak bisa membeberkan penyebab wafanya wanita bernama asli Lia Aminuddin itu. 

"Ya karena umur saja sih. Saya enggak bisa kasih keterangan banyak ya," kata pengikut Lia Eden yang merahasiakan identitas saat ditemui wartawan. 

Meski tak mau memberikan informasi soal penyebab kematian, Lia Eden disebutnya akan dimakamkan, Senin (12/4/2021) besok di rumah duka Heaven Garden, Pluit, Jakarta Utara. Kabarnya jasad Lia Eden akan dikremasi. 

"Besok dimakamkannya," ujarnya.

Dia pun mengatakan, setelah dinyatakan meninggal, jenazah Lia Eden tak lagi berada di Kerajaan-nya. 

Lia Eden (Komunitas Salamullah)
Lia Eden (Komunitas Salamullah)

"Enggak dibawa ke sini. Disemayamkan di Heaven Garden Pluit," katanya.

Sejak dikabarkan meninggal dunia, kediamann Lia Eden di Jalan Mahoni Nomor 30 ramai didatangi awak media. Namun, berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, rumah jemaat atau biasa disebut pengikutnya sebagai ‘Kerajaan’ di Jalan Mahoni Nomor 30, Senen, Jakarta Pusat tampak sepi. Tak ada aktivitas mencolok yang terlihat.

Hanya terlihat beberapa orang di dalam rumah yang sedang berbincang. Tak nampak ada persiapan atau akan adanya acara untuk melepas Lia Eden itu.

Profil Lia Eden

Lahir dengan nama Lia Aminuddin pada 21 Agustus 1947, namanya mencuat ke permukaan sejak ia mengumumkan pendirian sekte ajaran Salamullah.

Lia Eden sempat ditahan karena dinilai penodaan agama, serta akibat ramalan-ramalannya yang kontroversial saat ini. Lia Eden dikabarkan meninggal pada 9 April 2021.

Rekam Jejak Singkat

Lia Eden Mengaku pernah mengalami persitiwa ajaib pada tahun 1974, Lia Eden kemudian mulai menyakini bahwa misi suci telah diturunkan padanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meninggal, Jasad Lia Eden Bakal Dikremasi di Grand Heaven Pluit Senin Besok

Meninggal, Jasad Lia Eden Bakal Dikremasi di Grand Heaven Pluit Senin Besok

News | Minggu, 11 April 2021 | 15:20 WIB

Lia Eden Trending Topic di Twitter

Lia Eden Trending Topic di Twitter

Bogor | Minggu, 11 April 2021 | 14:57 WIB

Dinyatakan Sesat, Ini Penjelasan Salamullah dan Enam Aliran Lainnya

Dinyatakan Sesat, Ini Penjelasan Salamullah dan Enam Aliran Lainnya

Banten | Minggu, 11 April 2021 | 14:51 WIB

Meninggal Dunia, Jasad Lia Eden Disemayamkan di Rumah Duka Heaven Pluit

Meninggal Dunia, Jasad Lia Eden Disemayamkan di Rumah Duka Heaven Pluit

Bali | Minggu, 11 April 2021 | 14:28 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB