Profil PT Pelni, Heboh Gegara Polemik Pengajian di Lingkungan Kantor

Farah Nabilla

Minggu, 11 April 2021 | 21:08 WIB
Profil PT Pelni, Heboh Gegara Polemik Pengajian di Lingkungan Kantor
Kantor Pusat PT Pelni di Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia mendadak menjadi perbincangan netizen setelah PT Pelni membatalkan kajian menyambut bulan suci Ramadhan yang diadakan oleh Badan Kerohanian Islam atau Bakin dengan mengundang sejumlah narasumber.

Kegiatan tersebut dibatalkan lantaran belum memenuhi prosedur dan belum ada izin dari perusahaan. Terkait hal itu, PT Pelni meminta maaf karena telah membuat kegaduhan dan sudah mengambil tindakan tegas. Akibat dari pembatalan kajian Islam tersebut, seorang pejabat level supervisor dimutasi.

Lantas seperti apa sebenarnya perusahaan BUMN ini? Berikut ini profil PT Pelni

1. Kapan PT Pelni Berdiri?

PT Pelni berdiri sejak 5 September 1950 atau ketika dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum. PT Pelni didirikan oleh Yayasan Penguasaan Pusat Kapal-kapal (PEPUSKA).

2. Sejarah PT Pelni 

Dibangunnya PT Pelni dilatarbelakangi penolakan Belanda atas pemerintah Indonesia yang ingin mengubah status maskapai pelayaran Belanda di Indonesia yakni N.V. K.P.M (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menginginkan kapal Belanda untuk mengibarkan bendera Merah Putih saat berada di perairan Indonesia. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak Belanda. 

Namun, pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Dengan modal awal 8 (delapan) unit kapal dengan total tonnage 4.800 DWT (death weight ton), PEPUSKA berlayar berdampingan dengan armada KPM yang telah berpengalaman lebih dari setengah abad. Persaingan benar-benar tidak seimbang ketika itu, karena armada KPM selain telah berpengalaman, jumlah armadanya juga lebih banyak serta memiliki kontrak-kontrak monopoli.

3. PT Pelni Resmi Didirikan 

Hingga akhirnya, pada 28 April 1952, Yayasan Pepuska resmi dibubarkan. dan digantikan oleh PT Pelni berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor M.2/1/2 tanggal 28 Februari 1952 dan No. A.2/1/2 tanggal 19 April 1952, serta Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 20 Juni 1952. Sebagai Presiden Direktur Pertamanya diangkatlah R. Ma'moen Soemadipraja (1952-1955).

Selanjutnya, Bank Ekspor Impor menyediakan dana untuk pembelian kapal tambahan dan memesan 45 "coaster" dari Eropa Barat. Selama berdiri, PT Pelni mengalami dua kali perubahan status yakni pada tahun 1961 pemerintah menetapkan perubahan status dari Perusahaan Perseroan menjadi Perusahaan Negara (PN) dan dicantumkan dalam Lembaran Negara RI No. LN 1961. 

Kemudian pada tahun 1975 status perusahaan diubah dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perseroan terbatas (PT) PELNI sesuai dengan Akte Pendirian No. 31 tanggal 30 Oktober 1975. Perubahan tersebut dicantumkan dalam Berita Negara RI No. 562-1976 dan Tambahan Berita Negara RI No. 60 tanggal 27 Juni 1976.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan mengalami sejumlah perubahan Bentuk Usaha. Di tahun tahun 1975 berbentuk Perseroan sesuai Akta Pendirian Nomor 31 tanggal 30 Oktober 1975 dan Akta Perubahan Nomor 22 tanggal 4 Maret 1998 tentang Anggaran Dasar PT. Pelni yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 16 April 1999 Nomor 31 tambahan Berita Negara Nomor 2203.

Demikian profil PT Pelni yang baru-baru ini menyita perhatian masyarakat soal polemik acara kajian Ramadhan di dalamnya.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Klaster Karyawan di Ketapang, Perbatasan Kalteng-Kalbar Disorot

Muncul Klaster Karyawan di Ketapang, Perbatasan Kalteng-Kalbar Disorot

Kalbar | Minggu, 11 April 2021 | 17:52 WIB

Bandel! Ternyata Banyak Perusahaan Nunggak THR Karyawan Lebaran Tahun Lalu

Bandel! Ternyata Banyak Perusahaan Nunggak THR Karyawan Lebaran Tahun Lalu

Bisnis | Minggu, 11 April 2021 | 15:09 WIB

Pejabat PT Pelni Dipecat Bikin Pengajian, Rachland: Saya Mulai Curiga

Pejabat PT Pelni Dipecat Bikin Pengajian, Rachland: Saya Mulai Curiga

Hits | Minggu, 11 April 2021 | 14:58 WIB

Komisaris PT Pelni : Jangan Segan Memecat Pegawai Terlibat Radikalisme

Komisaris PT Pelni : Jangan Segan Memecat Pegawai Terlibat Radikalisme

Sulsel | Sabtu, 10 April 2021 | 13:28 WIB

Soal Pejabat Pelni Dicopot, Fadli Zon: Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres

Soal Pejabat Pelni Dicopot, Fadli Zon: Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres

News | Sabtu, 10 April 2021 | 16:27 WIB

Tengku Zul: Tugas Petinggi Pelni Urus Kerugian, Bukan Ngurusin Pengajian

Tengku Zul: Tugas Petinggi Pelni Urus Kerugian, Bukan Ngurusin Pengajian

Hits | Sabtu, 10 April 2021 | 12:11 WIB

Terkini

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB