Kasus Pembekuan Darah, AS hingga Uni Eropa Setop Vaksin Johnson & Johnson

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 14 April 2021 | 13:01 WIB
Kasus Pembekuan Darah, AS hingga Uni Eropa Setop Vaksin Johnson & Johnson
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Uni Eropa memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin Johnson & Johnson akibat laporan kasus pembekuan darah langka di AS.

Menyadur BBC, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS mengatakan sebanyak enam kasus pembekuan darah terdeteksi dalam lebih dari 6,8 juta dosis vaksin.

Kasus ini serupa dengan yang terjadi pada vaksin AstraZeneca yang akhirnya diputuskan untuk dibatasi pemakaiannya.

Dalam pernyataannya, FDA mengungkapkan pihaknya merekomendasikan penundaan sementara karena mereka perlu “sangat berhati-hati”.

Telah dikonfirmasi sebelumnya bahwa satu pasien meninggal akibat komplikasi pembekuan darah, sementara satu lagi dalam kondisi kritis.

Keenam kasus ini terjadi pada wanita berusia 18-48 tahun, dengan gejala yang muncul enam hingga 13 hari setelah vaksinasi.

Atas saran tersebut, semua situs federal di AS telah berhenti menggunakan vaksin Johnson & Johnson sampai penyelidikan lebih lanjut tentang keamanannya selesai.

Sejauh ini, AS dilaporkan memiliki kasus COVID-19 tertinggi di dunia dengan lebih dari 31 juta kasus serta lebih dari 562.000 kematian.

Adapun sebelumnya, Johnson & Johnson (J&J) merupakan perusahaan perawatan kesehatan AS dengan vaksinnya yang dikembangkan di Belgia, yang dikenal dengan nama Janssen.

baca juga

Tidak seperti vaksin lainnya, vaksin J&J hanya memberikan satu kali suntikan dan dapat disimpan pada suhu lemari es normal. Ini membuatnya lebih mudah untuk didistribusikan di daerah dengan iklim yang lebih panas maupun daerah yang terpencil.

Vaksin J&J sendiri telah diizinkan untuk digunakan di AS sejak 27 Februari. Hampir tujuh juta orang di AS dilaporkan telah divaksinasi.

Selain AS, Afika Selatan, yang merupakan negara pertama yang memberikan vaksin, juga menghentikan penggunaannya. Meskipun tidak ada kasus pembekuan darah yang dilaporkan di negara tersebut.

Vaksin J&J menjadi populer di Afrika Selatan karena vaksin tersebut memiliki tingkat perlindungan yang lebih tinggi terhadap varian virus di Afrika Selatan dibandingkan vaksin lainnya. Sejak pertengahan Februari, hampir 300.000 petugas kesehatan dilaporkan sudah menerima vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tengah memantau situasi dan menunggu laporan lebih lanjut dari regulator AS dan Eropa.

Peluncuran vaksin Uni Eropa sebelumnya dikritik oleh WHO karena dianggap terlalu lamban. Adanya laporan penundaan ini juga dikhawatirkan akan menimbulkan kekacauan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinkes: Vaksinasi COVID 19 pada Lansia di Palembang Masih Rendah

Dinkes: Vaksinasi COVID 19 pada Lansia di Palembang Masih Rendah

Sumsel | Rabu, 14 April 2021 | 05:12 WIB

MUI Keluarkan Fatwa Vaksin Tak Batalkan Puasa, Ini Tanggapan Kemenkes

MUI Keluarkan Fatwa Vaksin Tak Batalkan Puasa, Ini Tanggapan Kemenkes

Health | Rabu, 14 April 2021 | 05:02 WIB

Ustaz Sukri Bobihoe: Sebaiknya Vaksinasi Covid-19 Setelah Buka Puasa

Ustaz Sukri Bobihoe: Sebaiknya Vaksinasi Covid-19 Setelah Buka Puasa

News | Rabu, 14 April 2021 | 03:45 WIB

AS: Vaksin AstraZeneca Bagus Kalau Masalah Keamanannya Teratasi

AS: Vaksin AstraZeneca Bagus Kalau Masalah Keamanannya Teratasi

News | Selasa, 13 April 2021 | 19:33 WIB

Terkini

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:05 WIB

Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Hambar dan Tidak Enak? Ternyata Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Hambar dan Tidak Enak? Ternyata Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:05 WIB

BRI Private Perkuat Layanan Eksklusif Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Perkuat Layanan Eksklusif Lewat Premium Medical Check Up

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:03 WIB

Cara Bikin NPWP Online Lewat Coretax DJP, Gak Perlu ke Kantor Pajak!

Cara Bikin NPWP Online Lewat Coretax DJP, Gak Perlu ke Kantor Pajak!

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:03 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi :)

Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi :)

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:03 WIB

Novel The Woman in Cabin 10: Ketika Pembunuhan di Laut Lepas Dianggap Ilusi

Novel The Woman in Cabin 10: Ketika Pembunuhan di Laut Lepas Dianggap Ilusi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:00 WIB

Rayakan HUT GarudaMiles, BRI Bagi-Bagi 27.000 Poin Gratis untuk Nasabah Prioritas

Rayakan HUT GarudaMiles, BRI Bagi-Bagi 27.000 Poin Gratis untuk Nasabah Prioritas

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 15:59 WIB

Jasad ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu

Jasad ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu

Video | Rabu, 23 September 2026 | 15:59 WIB

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 15:58 WIB

Cara Kejam Xavi Hernandez Tak Pilih Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert

Cara Kejam Xavi Hernandez Tak Pilih Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:57 WIB

×