Kerajaan Inggris Setelah Pangeran Philip Wafat

Siswanto, BBC

Rabu, 14 April 2021 | 15:52 WIB
Kerajaan Inggris Setelah Pangeran Philip Wafat
BBC

Suara.com - Setelah kematian Pangeran Philip, penghormatan mengalir dari seluruh dunia, bersama dengan dukungan untuk Keluarga Kerajaan secara keseluruhan.

Namun, sementara banyak orang bersimpati untuk keluarga yang berduka, tidak semua orang di Inggris mendukung monarki Inggris sebagai sebuah institusi.

Ketika ditanya, kebanyakan orang mengatakan mereka masih menghargai tradisi dan simbolisme keluarga kerajaan dan akan sedih melihatnya pergi, tetapi ada sebagian besar warga Inggris yang lebih memilih reformasi konstitusional dengan seorang kepala negara terpilih.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh YouGov bulan lalu, 63% orang berpikir Inggris harus terus memiliki monarki di masa depan.

Sementara satu dari empat orang mengatakan mereka lebih memilih kepala negara terpilih dan sekitar satu dari 10 orang ragu-ragu.

Dipimpin oleh Ratu Elizabeth II yang berusia 94 tahun, kerajaan Inggris telah memerintah dalam beberapa bentuk selama hampir 1.000 tahun - selain dari periode lima tahun yang singkat pada tahun 1600-an setelah Perang Saudara Inggris.

Kerajaan juga memiliki sejumlah tugas konstitusional termasuk menandatangani undang-undang, menunjuk perdana menteri dan memulai sesi parlemen, tetapi sebagian besar kekuasaan itu telah didelegasikan dari waktu ke waktu.

Ratu Elizabeth juga menjabat sebagai raja untuk 54 negara Persemakmuran, yang berakar di Kerajaan Inggris.

"Saya pribadi berpikir kita tidak membutuhkan monarki lagi. Saya tidak tahu tujuan pelayanan mereka dan ini adalah sisa kolonialisme dan ada di waktu yang sangat berbeda," kata Kirsten Johnson, seorang administrator universitas dari Derby.

baca juga

"Jika Anda memikirkan saat Ratu Elizabeth menjadi ratu, kita belum jauh melewati Perang Dunia Kedua dan saat itu Persemakmuran berada dalam situasi yang sama sekali berbeda. Itu terkait dengan Kerajaan, berbeda dengan yang ada sekarang.

"Kita sudah memiliki pejabat yang dipilih, jadi saya tidak begitu mengerti mengapa kita membutuhkan monarki," tambahnya.

"Secara teori, Ratu harus menandatangani semuanya, tapi pada dasarnya, dia hanya pemimpin tanpa kekuasaan- dan yang sangat mahal."

Pada tahun 2020, biaya Keluarga Kerajaan yang dibayar pembayar pajak Inggris mencapai £ 69,4 juta (Rp1,4 triliun) menurut angka yang dikeluarkan oleh Keluarga Kerajaan - angka tertinggi dalam catatan.

Uang ini disebut Sovereign Grant dan digunakan untuk mendanai pekerjaan Ratu dan keluarganya, perjalanan resmi kerajaan dan pemeliharaan istana kerajaan, termasuk renovasi terbaru Istana Buckingham dan renovasi di Frogmore Cottage, yang sebelumnya merupakan rumah bagi Pangeran Harry dan istrinya Meghan.

"Uang pembayar pajak digunakan untuk mendukung banyak bangsawan, yang karena gelar, bisa mendapatkan pekerjaan tertentu, sejumlah perlindungan, dan sebagainya, tetapi apa yang sebenarnya mereka lakukan untuk negara?

"Saya tak mengatakan mereka tidak melakukan apa-apa, tapi apa yang mereka lakukan yang begitu istimewa dan begitu terkait dengan monarki, sehingga orang lain tidak akan bisa melakukannya? " kata Kirsten.

"Ratu Elizabeth telah memerintah untuk waktu yang sangat lama dan dia melakukannya dengan anggun. Dia tampak seperti perempuan yang baik, tetapi sekarang saya tidak melihat perlunya monarki selain pariwisata. Orang-orang yang ingin datang dan melihat Istana Buckingham dapat tetap pergi ke sana meskipun tidak ada monarki. "

Ratu dan sebagian besar keluarga dekatnya dikenal sebagai 'bangsawan yang bekerja' dan melakukan lebih dari 2.000 acara resmi kerajaan setiap tahun di Inggris dan luar negeri.

Peran mereka dimaksudkan untuk memperkuat persatuan dan stabilitas nasional melalui pelayanan publik dan amal.

"Saya memandang Keluarga Kerajaan sebagai pegawai negeri yang sangat istimewa, yang lahir dengan karier mereka dan tidak dapat mengubahnya," kata Sammy Knight.

Lahir dan besar di Kanada, tetapi sekarang menjadi warga negara Inggris, Sammy yakin monarki tidak memiliki tempat di masa depan Inggris Raya atau Persemakmuran.

"Pandangan saya adalah bahwa monarki sebagai institusi mati bersama Ratu," katanya.

"Saya tidak peduli dengan kekuasaannya, tapi saya pikir dia perempuan yang luar biasa pada tingkat individu. Saya sedih melihat Pangeran Phillip pergi karena sekarang hanya tinggal ada dia [Ratu].

"Saya mengagumi pengabdian Ratu dan Duke of Edinburgh - mereka memiliki kehidupan yang sangat luar biasa dan saya pikir mereka telah berdedikasi secara luar biasa untuk pelayanan publik meskipun usia mereka sudah tua.

"Saya tidak menyukai bangsawan yang lebih muda dan berpikir sudah waktunya bagi Inggris untuk memilih kepala negara."

Ketika data survei dipecah berdasarkan usia, ada perbedaan besar antar generasi.

Mereka yang berusia 18 hingga 24 tahun adalah yang paling tidak berpikir bahwa Inggris harus memiliki monarki, sementara orang yang berusia di atas 65 tahun sangat mendukung untuk mempertahankan Keluarga Kerajaan.

Ada juga perbedaan dalam hasil pemungutan suara di berbagai wilayah di Inggris.

Hanya setengah dari orang di Skotlandia yang menyatakan pandangan yang baik tentang masa depan monarki, proporsi terkecil dari populasi regional mana pun.

"Sebagai orang Skotlandia, monarki sangat jauh dan asing bagi saya," kata Mathew Burton-Webster, seorang pekerja pengasuh anak di pusat perawatan di Kirkaldy di pantai timur Skotlandia.

"Satu-satunya pengingat yang kami miliki tentang mereka di sini adalah tentang uang atau jika salah satu dari mereka meninggal.

"Mereka memberi diri mereka sendiri hak milik atas tempat-tempat di Skotlandia dan untuk berlibur di perkebunan pribadi mereka di sini, tetapi rasanya seperti mereka tidak memberikan imbalan apa pun.

"Mereka adalah bagian dari institusi dan tradisi Inggris yang tidak ada gunanya, yang tidak menguntungkan siapa pun kecuali diri mereka sendiri."

Tidak semua orang mendukung penghapusan total monarki.

Stephen Allison, pensiunan konsultan politik, mempertimbangkan reformasi konstitusional parsial.

"Saya sebenarnya menyukai tradisi dan kontinuitas yang diberikan oleh bangsawan senior tetapi terlalu banyak bangsawan-bangsawan minor," katanya.

"Kita membutuhkan Ratu dan Pangeran Wales - saya juga memilih untuk memiliki Pangeran William dan Pangeran George karena mereka berada di garis suksesi langsung - tetapi selain itu, kita tidak membutuhkan lusinan pangeran dan putri.

"Jadi, saya rasa saya menyukai gagasan beberapa bangsawan, tapi tidak semua."

Kerajaan berdaulat melalui persetujuan rakyat di Inggris dan dalam beberapa tahun terakhir kerajaan Inggris telah menjadi bahan perdebatan.

Tapi untuk saat ini, mereka yang ingin melihat akhir dari Keluarga Kerajaan tetap menjadi minoritas, meski jumlahnya cukup besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Anggota Kerajaan Inggris Lagi, Pangeran Harry Kehilangan Apa Saja?

Bukan Anggota Kerajaan Inggris Lagi, Pangeran Harry Kehilangan Apa Saja?

Entertainment | Rabu, 09 September 2026 | 11:04 WIB

Pangeran Harry Resmi Jadi Rakyat Biasa Pulang ke Inggris

Pangeran Harry Resmi Jadi Rakyat Biasa Pulang ke Inggris

Entertainment | Rabu, 09 September 2026 | 10:34 WIB

Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap

Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap

Tekno | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:51 WIB

Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan

Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan

Video | Sabtu, 20 September 2025 | 10:05 WIB

Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut

Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 09:17 WIB

Perusahaan Cadbury Dibuang dari Kerajaan Inggris, Apa Penyebabnya?

Perusahaan Cadbury Dibuang dari Kerajaan Inggris, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 26 Desember 2024 | 08:46 WIB

Usai Borong Oscar, Sutradara Oppenheimer Dapat Gelar Kehormatan dari Kerajaan Inggris

Usai Borong Oscar, Sutradara Oppenheimer Dapat Gelar Kehormatan dari Kerajaan Inggris

Lifestyle | Jum'at, 20 Desember 2024 | 18:11 WIB

Punya Aset Hingga Rp22 Ribu Triliun, Siapa Lebih Kaya Keluarga Kerajaan Inggris atau Arab Saudi?

Punya Aset Hingga Rp22 Ribu Triliun, Siapa Lebih Kaya Keluarga Kerajaan Inggris atau Arab Saudi?

News | Selasa, 19 November 2024 | 14:43 WIB

Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris di Bulan November, Ini Arti Bros Poppy Merah

Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris di Bulan November, Ini Arti Bros Poppy Merah

Lifestyle | Selasa, 19 November 2024 | 09:11 WIB

Kisah Tragis di Balik Gelar Duke of Cambridge Pangeran William, Beberapa Anggota Kerajaan Mati Muda Setelah Mewarisinya

Kisah Tragis di Balik Gelar Duke of Cambridge Pangeran William, Beberapa Anggota Kerajaan Mati Muda Setelah Mewarisinya

News | Rabu, 06 November 2024 | 04:10 WIB

Terkini

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Riau | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Lampung | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:45 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:20 WIB

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Health | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:51 WIB

×