alexametrics

Lewat Pimpinan Bank Mandiri Makassar, KPK Usut Aliran Uang Nurdin Abdullah

Agung Sandy Lesmana
Lewat Pimpinan Bank Mandiri Makassar, KPK Usut Aliran Uang Nurdin Abdullah
Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/3/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang milik tersangka NA melalui transaksi perbankan."

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran uang milik tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) melalui transaksi perbankan.

KPK, Rabu (14/4), telah memeriksa Kepala Kantor Cabang Bank Mandiri Cabang Makassar Panakkukang M Ardi sebagai saksi untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang milik tersangka NA melalui transaksi perbankan," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.

Selain itu, KPK juga memeriksa empat saksi lainnya untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan, yaitu pegawai BUMN Siti Abdiah Rahman, pegawai Bank Sulselbar Makassar Mawardi, Sri Wulandari dari pihak swasta, dan Sari Pudjiastuti selaku PNS.

Baca Juga: Rumah Bos PT PKN di Makassar Digeledah KPK Terkait Kasus Nurdin Abdullah

Saksi Siti Abdiah didalami pengetahuannya terkait dengan proses penarikan sejumlah uang oleh tersangka Agung Sucipto (AS) yang diduga untuk diberikan kepada tersangka Nurdin melalui tersangka Edy Rahmat (ER).

"Mawardi (pegawai Bank Sulselbar Makassar) pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai dokumen terkait transaksi perbankan dari tersangka NA," kata Ali.

Sedangkan saksi Sri Wulandari dan Sari Pudjiastuti didalami pengetahuan keduanya mengenai dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka Nurdin yang merupakan pemberian dari pihak-pihak tertentu, yaitu para kontraktor di antaranya dari tersangka Agung.

Adapun pemeriksaan lima saksi itu digelar di Gedung Polrestabes Makassar, Kota Makassar.

Selain pemeriksaan di Makassar, KPK pada Rabu (14/4), juga telah memeriksa tersangka Edy Rahmat dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan di Gedung KPK, Jakarta.

Baca Juga: Telisik Transaksi Uang Sang Ayah, KPK Periksa Anak Gubernur Nurdin Abdullah

"Sedangkan bertempat di Gedung KPK Merah Putih juga telah dilakukan pemeriksaan tersangka ER sebagai saksi untuk tersangka NA dan kawan-kawan. Adapun yang dikonfirmasi antara lain mengenai dugaan adanya beberapa komunikasi terkait pemberian sejumlah uang oleh tersangka AS kepada tersangka NA melalui tersangka ER," kata Ali.

Komentar