Vaksin J&J Didera Kasus Pembekuan Darah, AS - Afsel Tangguhkan Penyuntikan

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 16 April 2021 | 04:30 WIB
Vaksin J&J Didera Kasus Pembekuan Darah, AS - Afsel Tangguhkan Penyuntikan
DW

Suara.com - AS mengumumkan penangguhan penyuntikan vaksin menyusul laporan enam kasus pembekuan darah. Eropa juga lakukan peninjuan atas empat kasus pembekuan darah, sementara Afrika Selatan ikuti jejak AS.

Johnson & Johnson (J&J) mengumumkan akan menunda pengiriman vaksinnya ke Eropa menyusul seruan oleh pejabat AS yang meminta agar penyuntikan vaksin tersebut dihentikan sementara.

“Kami menyadari adanya kelainan yang sangat langka terkait pembekuan darah yang dikombinasikan dengan trombosit rendah pada beberapa orang yang telah menerima vaksin COVID-19 kami,” kata perusahaan farmasi raksasa asal AS itu dalam sebuah pernyataan.

Pihak perusahaan juga mengaku telah “meninjau kasus ini dengan otoritas kesehatan Eropa”.

Pengiriman pertama ke Eropa sudah dilakukan oleh J&J pada awal pekan ini. J&J sebelumnya dijadwalkan akan mengirimkan sekitar 50 juta dosis vaksin sampai akhir Juni mendatang.

Dihentikan sementara di AS

Sebelumnya pada Selasa (13/04), Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan penyuntikan vaksin J&J dihentikan sementara.

Menurut FDA, enam orang penerima vaksin mengalami pembekuan darah langka dalam waktu sekitar dua minggu setelah diinokulasi.

The New York Times melaporkan bahwa keenam kasus pembekuan darah itu ditemukan pada wanita berusia antara 18 dan 48 tahun.

baca juga

Seorang pasien perempuan dilaporkan meninggal dunia, dan yang lainnya telah dirawat di rumah sakit, demikian dilaporkan surat kabar tersebut mengutip para pejabat.

Rekomendasi penangguhan vaksin J&J oleh FDA dibuat bersama-sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Hal ini berarti bahwa saluran distribusi vaksin federal, termasuk lokasi vaksinasi massal, akan menghentikan penyuntikan vaksin sekali pakai itu.

Seluruh negara bagian dan penyedia vaksin lainnya diminta untuk mengikuti rekomendasi tersebut. Diketahui, vaksin COVID-19 produksi J&J telah mendapat persetujuan darurat oleh regulator AS pada akhir Februari lalu.

Lebih dari 6,8 juta dosis vaksin telah diberikan di AS. Sampai kapan vaksin J&J ditangguhkan?

Komite penasihat CDC akan menggelar pertemuan pada Rabu (14/04) untuk membahas enam kasus pembekuan darah yang dilaporkan.

FDA juga dilaporkan akan ikut menyelidiki kasus tersebut.

“Sampai proses itu selesai, kami merekomendasikan penangguhan dalam penggunaan vaksin ini, demi kehati-hatian,” kata Anne Schuchat, wakil direktur utama CDC, dan Dr. Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, dalam sebuah pernyataan bersama.

Tidak hanya di AS, pada pekan lalu Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) juga telah meluncurkan peninjuan terhadap kemungkinan hubungan antara vaksin J&J dengan pembekuan darah.

Peninjauan dilakukan menyusul laporan empat kasus serius “pembekuan darah yang tidak biasa” pascavaksinasi dengan COVID-19 Janssen, demikian disampaikan EMA pada Jumat (09/04, merujuk pada nama anak perusahaan Johnson & Johnson di Eropa.

Komite EMA akan memutuskan apakah tindakan pengaturan lebih jauh diperlukan atau tidak.

Hal ini mungkin berarti pembaruan informasi produk, seperti yang dilakukan dengan AstraZeneca.

UE telah menyetujui penggunaan vaksin J&J pada Maret 2021, tetapi negara-negara anggota UE belum mulai menggunakannya.

UE memesan 200 juta dosis vaksin J&J pada tahun 2021, cukup untuk hampir setengah dari populasi Eropa.

Sementara Inggris memesan 30 juta dosis, tetapi regulator negara belum menyetujui penggunaannya. Afsel ikut tunda penyuntikan vaksin Afrika Selatan mengikuti jejak AS dengan memutuskan penangguhan peluncuran suntikan vaksin J%J.

Penundaan ini tak pelak semakin menunda program kampanye vaksin yang sejatinya sudah lamban di negara tersebut.

Afrika Selatan sejauh ini dilaporkan hanya menyuntikkan vaksin J&J bagi warganya.

Sementara EMA mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan mandiri atas kasus pembekuan darah yang terjadi, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau justru mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya masih mengharapkan pengiriman pertama vaksin tersebut pada akhir bulan. gtp/hp (AFP, AP, Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Bedak Bayi Johnson & Johnson Mengandung Bahan yang Dapat Menyebabkan Kanker

Cek Fakta: Bedak Bayi Johnson & Johnson Mengandung Bahan yang Dapat Menyebabkan Kanker

News | Senin, 22 Juli 2024 | 16:35 WIB

Heboh Timbul Efek Samping Pembekuan Darah, BPOM Sebut Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar di Indonesia

Heboh Timbul Efek Samping Pembekuan Darah, BPOM Sebut Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar di Indonesia

Health | Senin, 06 Mei 2024 | 10:09 WIB

BPOM Tegaskan Tidak Ada Kejadian Pembekuan Darah karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca

BPOM Tegaskan Tidak Ada Kejadian Pembekuan Darah karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Health | Senin, 06 Mei 2024 | 09:56 WIB

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 12:47 WIB

Jay Idzes Alami Pembekuan Darah, Bisa Fatal Sampai Gangguan Paru-Paru, Jantung dan Otak

Jay Idzes Alami Pembekuan Darah, Bisa Fatal Sampai Gangguan Paru-Paru, Jantung dan Otak

Bola | Sabtu, 20 April 2024 | 07:35 WIB

Terapi Profilaksis Disebut Bisa Bantu Obati Penyakit Langka Hemofilia, Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Terapi Profilaksis Disebut Bisa Bantu Obati Penyakit Langka Hemofilia, Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Health | Sabtu, 22 Juli 2023 | 14:43 WIB

Akses Informasi untuk Penyandang Hemofilia Perlu Ditingkatkan, Dokter Ungkap Alasannya

Akses Informasi untuk Penyandang Hemofilia Perlu Ditingkatkan, Dokter Ungkap Alasannya

Health | Jum'at, 02 Juni 2023 | 12:19 WIB

Dialami Presenter Indra Bekti, Kenali 5 Penyebab Terjadinya Pendarahan Otak

Dialami Presenter Indra Bekti, Kenali 5 Penyebab Terjadinya Pendarahan Otak

Your Say | Kamis, 02 Maret 2023 | 18:59 WIB

Dikira Cuma Ruam, Perempuan Ini Ternyata Idap Kelainan Darah Langka Mematikan: Darahnya Tidak Bisa Membeku!

Dikira Cuma Ruam, Perempuan Ini Ternyata Idap Kelainan Darah Langka Mematikan: Darahnya Tidak Bisa Membeku!

Health | Rabu, 02 November 2022 | 12:37 WIB

Minum Jus Buah Ini Tiap Hari, Wanita Ini Nyaris Kehilangan Kaki karena Pembekuan Darah!

Minum Jus Buah Ini Tiap Hari, Wanita Ini Nyaris Kehilangan Kaki karena Pembekuan Darah!

Health | Minggu, 04 September 2022 | 18:02 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

×