CEK FAKTA: Benarkah Ada Siswa SMA di Papua Ditembak Mati oleh TNI/Polri?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 20 April 2021 | 19:23 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Ada Siswa SMA di Papua Ditembak Mati oleh TNI/Polri?
Fakta siswa SMA di Papua ditembak mati anggota TNI/Polri (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan ada seorang siswa SMA di Papua ditempak mati oleh anggota TNI/Polri.

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook Ambiret Yhoman.

Akun tersebut mengunggah video singkat yang menampilkan seorang siswa mengenakan seragam putih abu terbujur kaku di tanah.

Beberapa orang di sekitarnya tampak menangis sambil memeluki jasadnya.

Akun tersebut juga mengunggah narasi sebagai berikut:

"Pelanggaran HAM terus terjadi di kab puncak papau yang di lakuna oleh TNI/POLRI terhadap warga sipil setempat di kab puncak Papua di mana kehadilan bagi rakyat,

Penembakan mati terhadap siswa SMA, Ali mom pada hari kamis 15/04/2022".

Benarkah klaim tersebut?

Fakta siswa SMA di Papua ditembak mati anggota TNI/Polri (Turnbackhoax.id)
Fakta siswa SMA di Papua ditembak mati anggota TNI/Polri (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (20/4/2021), klaim yang menyebut siswa SMA di papua ditembak mati oleh anggota TNI/Polri adalah klaim yang salah.

Ternyata yang menembak siswa SMA tersebut bukanlah anggota TNI/Polri, melainkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Hal tersebut dibenarkan oleh Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Ia mengakui penembakan tersebut dilakukan karena ada dugaan siswa SMA bernama Ali Mom gtersebut merupakan mata-mata TNI/Polri.

Fakta siswa SMA di Papua ditembak mati anggota TNI/Polri (Turnbackhoax.id)
Fakta siswa SMA di Papua ditembak mati anggota TNI/Polri (Turnbackhoax.id)

"Dia (Ali Mom) selalu kerja sama TNI kemudian provokasi masyarakat atau hasut masyarakat untuk tidak boleh mendukung perjuangan Papua Merdeka. Oleh karena itu, TPNPB tembak mati dia," ujar Sebby dikutip dari CNNindonesia.com.

Sementara itu, dikutip dari Kompas TV, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri juga mengatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen Ignatius Yogo Triyono menegaskan, Ali Mom bukanlah mata-mata TNI/Polri karena masih berusia di bawah umur yakni 16 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prajurit Membelot Ikut TPNPB, TNI Disebut Tak Kecolongan Tapi Kalah Psywar

Prajurit Membelot Ikut TPNPB, TNI Disebut Tak Kecolongan Tapi Kalah Psywar

News | Selasa, 20 April 2021 | 14:28 WIB

Kronologi Membelotnya Prajurit TNI Lucky Y Matuan ke KKB Papua

Kronologi Membelotnya Prajurit TNI Lucky Y Matuan ke KKB Papua

Lampung | Selasa, 20 April 2021 | 14:10 WIB

Gondol 70 Butir Peluru, Detik-detik Eks TNI Lucky Gabung ke TPNPB OPM

Gondol 70 Butir Peluru, Detik-detik Eks TNI Lucky Gabung ke TPNPB OPM

News | Selasa, 20 April 2021 | 13:17 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB