Literasi Wakaf Uang, BWI: Dulu Harus Kaya, Sekarang Bisa Mulai Rp5 Ribu

Erick Tanjung, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 20 April 2021 | 22:04 WIB
Literasi Wakaf Uang, BWI: Dulu Harus Kaya, Sekarang Bisa Mulai Rp5 Ribu
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh menyampaikan pentingnya berwakaf dalam kehidupan masyarakat.

"Ada banyak alasan kenapa kita berwakaf dan kenapa terus menyuarakan menghidupkan perwakafan. Pertama, urusan wakaf ini bukan urusan biasa, tapi luar biasa yang sudah dicontohkan oleh rasulullah," kata Nuh dalam sebuah diskusi di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Nuh menyebut wakaf sudah menjadi gaya hidup di zaman nabi Muhammad SAW, selain bersedekah dan berzakat. Sedangkan zakat, infaq, sedekah bersifat biaya operasional keumatan atau disebut juga operational expenditure (Opex).

"Zakat akan habis begitu diterima, dibagikan, tahun depan direview kembali. Infaq sedeqah demikian untuk operasional keumatan," ujar dia.

Sementara wakaf, kata Nuh bersifat strategis untuk membangun peradaban. Sehingga tidak boleh berkurang, namun harus bertambah.

"Karena harta wakaf tidak berkurang, justru harus tambah. Aset wakaf tidak boleh langsung dibagi-bagi penerima manfaat, tapi harus dikelola dulu," tuturnya.

Adapun aspek pengelolaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf sangat berbeda. Zakat sendiri harus dikelola oleh amil dan jatah pengelola zakat bisa diambil langsung. Sementara pengelola aset wakaf, dituntut untuk dikelola agar terus bertambah.

Tak hanya itu, lanjut Nuh, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari terjadi peningkatan jumlah orang miskin di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

"Kondisi sosio ekonomi saat ini sama dengan kondisinya seperti tahun 2016. Pada 2017-2018-2019 sudah membaik, sekarang kembali lagi. Ini nggak mungkin hanya diserahkan ke pemerintah saja untuk membantu saudara-saudara kita. Termasuk juga gini rasionya. Gini rasio sudah baik sekarang naik lagi 0.34 atau 0.4," ucap Nuh.

baca juga

Karena itu, kehadiran wakaf uang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyakarat. Bahkan dapat menurunkan gini rasio dan menekan ketimpangan sosial. Sehingga perbedaan orang kaya dan miskin bisa ditekan.

Menurut Nuh, masyarakat tidak hanya bisa mewakafkan tana, tetapi juga dapat mewakafkan uang. Wakaf uang itu telah ditetapkan dalam fatawa MUI pada 2002 lalu.

"Maka orang yang berwakaf itu bisa fleksibel lagi. Kalau dulu harus jadi orang kaya dulu karena harta yang diwakafkan berupa tanah, sekarang Rp5 ribu, Rp10 ribu bisa," tutur Nuh.

Karena itu ia mengajak semua pihak untuk menggalakkan literasi wakaf uang kepada masyarakat. Sehingga kesejahteraan masyakarat dapat ditingkatkan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan di tahun 2021 Pemerintah terus mencari terobosan untuk mengurangi ketimpangan sosial dan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Indonesia. Ia pun kerap menekankan pentingnya redistribusi aset, perluasan akses permodalan, penguatan keterampilan dan penguatan budaya dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Jokowi menyebut salah satu langkah terobosan yang perlu dipikirkan yakni pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf. Potensi wakaf di Indonesia dinilai sangat besar, baik berupa wakaf benda tidak bergerak, benda bergerak, termasuk wakaf dalam bentuk uang.

"Potensi wakaf sangat-sangat besar di negara kita," kata Jokowi dalam pidato peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/1) lalu.

Potensi aset wakaf per tahun kata Jokowi mencapai Rp2 ribu triliun dan potensi wakaf uang dapat menembus diangka Rp188 triliun. Karena itu Jokowi menuturkan perlu ada perluasan cakupan pemanfaatan wakaf, bukan hanya untuk ibadah, namun untuk tujuan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BWI Bantah Wakaf Uang Bakal Dipakai untuk Menutup Defisit Anggaran APBN

BWI Bantah Wakaf Uang Bakal Dipakai untuk Menutup Defisit Anggaran APBN

Bisnis | Selasa, 30 Maret 2021 | 16:02 WIB

Wapres: Seharusnya Kita Berterima Kasih kepada Presiden

Wapres: Seharusnya Kita Berterima Kasih kepada Presiden

News | Kamis, 11 Februari 2021 | 17:31 WIB

Dewan Pers Harap Kemerdekaan Pers Makin Berkualitas

Dewan Pers Harap Kemerdekaan Pers Makin Berkualitas

News | Minggu, 03 Januari 2021 | 19:23 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×