Mandi dan Cuci Pakai Embung, Korban Bencana di Lembata Butuh Air Bersih

Kamis, 22 April 2021 | 16:19 WIB
Mandi dan Cuci Pakai Embung, Korban Bencana di Lembata Butuh Air Bersih
Warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, mencari para korban banjir bandang yang belum diketemukan, Minggu (4/4/2021). [Dok. Kominfo Kabupaten Lembata]

Suara.com - Sejumlah pengungsi korban banjir dan longsor akibat badai siklon tropis seroja di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan bantuan air bersih.

Mereka yang mengungsi di gubuk atau Pondok Parek Walang, Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape itu sudah enam hari mandi dan mencuci dengan air embung atau tampungan air hujan.

Kepala Posko Pondok Parek Walang Artos Tobiona mengatakan untuk kebutuhan masak dan minum mereka terpaksa membeli air bersih. Satu drum air bersih mereka beli dengan harga Rp15 ribu.

"Kita sudah kekurangan air bersih 6 hari ini. Untuk mandi dan mencuci pakai air embung yang dibangun, sedangkan untuk konsumsi kemarin terpaksa beli sendiri," kata Artos kepada Suara.com, Kamis (22/4/2021).

Selain membutuhkan bantuan air bersih, mereka juga membutuhkan bantuan sumber listrik darurat. Sebab, Pondok Parek Walang yang terletak di perkebunan warga itu belum ada listrik sebagai sumber penerangan dan mengisi daya alat telekomunikasi untuk mempermudah proses komunikasi.

"Kalau soal sumber makanan masih ada jagung dan ubi yang bisa dikonsumsi," katanya.

Bayi dan Ibu Hamil

Ratusan korban banjir dan longsor diketahui mengungsi di Pondok Parek Walang. Mereka di antaranya merupakan ibu hamil, bayi hingga lansia. 

Suara.com sempat mendatangi langsung lokasi pengungsian Pondok Parek pada 10 April 2021 lalu.

Baca Juga: Update Bencana NTT: 181 Orang Meninggal Dunia, 47 Masih Hilang

Pondok atau gubuk tersebut sebelumnya digunakan sebagai tempat peristirahatan warga seusai berkebun sekaligus menyimpan hasil panen. Pada tahun 2020 lalu saat terjadi bencana erupsi Gunung Ile Ape, pondok Parek Walang juga digunakan oleh warga sebagai tempat pengungsian.

"Ada 13 bayi balita 0-5 tahun, ibu hamil dan ada satu bayi merah belum sampai 2 Minggu juga," kata Artos saat ditemui Suara.com di lokasi.

Sebagian besar dari pengungsi di Pondok Parek Walang berasal dari desa-desa yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lembata. Total jumlah pengungsi yakni 246 jiwa.

"Sebanyak 246 jiwa terdiri dari 54 KK dari Desa Lamawara dan 11 KK tersebar di Desa Atawatung,  Desa Mawa, Desa Bunga Muda, Desa Amakaka, dan Desa Tanjung Batu," beber Artos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI