alexametrics

Sejarah Hari Buku Sedunia yang Diperingati Setiap 23 April

Rifan Aditya
Sejarah Hari Buku Sedunia yang Diperingati Setiap 23 April
Sejarah Hari Buku Sedunia 23 April - Ilustrasi buku (pixabay)

Hari Buku Sedunia atau World Book Day diperingati setiap tanggal 23 April, di mana tahun ini jatuh pada hari Jumat, 23 April 2021. Berikut sejarah Hari Buku Sedunia.

Suara.com - Hari Buku Sedunia atau World Book Day diperingati setiap tanggal 23 April, di mana tahun ini jatuh pada hari Jumat, 23 April 2021. Berikut sejarah Hari Buku Sedunia yang perlu kalian ketahui.

Peringatan hari buku sedunia ini telah dimulai sejak tahun 1995 atas penetapan oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris.

UNESCO berharap bahwa adanya Hari Buku menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca, mengajarkan anak-anak menjadi pembaca serta mempromosikan cinta sastra serta integrasi seumur hidup ke dalam dunia kerja

Sejarah Hari Buku Sedunia

Baca Juga: Sejarah Hari Bumi, Diperingati Sejak 1970

Usulan penetapan Hari Buku Sedunia  dicetuskan oleh Valencia Vicente Clavel Andres dalam rangka memperingati hari kematian Miguel de Cervantes, seorang novelis, serta penyair dari Spanyol yang terkenal dengan karyanya Don Quixote.

Selain itu, di tanggal yang sama pula, penulis ternama lain seperti William Shakespeare dan David Halberstam.

Meski telah ditetapkan oleh UNESCO bahwa 23 April merupakan Hari Buku Sedunia, namun beberapa negara juga menetapkan Hari Buku Dunia di tanggal yang berbeda seperti Irlandia, Swedia dan Inggris.

Selain ditetapkan sebagai Hari Buku Sedunia, 23 April juga ditetapkan sebagai Hak Cipta Dunia. Diharapkan pada setiap perayaan Hari Buku dan Hak Cipta sedunia, masyarakat lebih menyadari bahwa buku dapat digunakan sebagai penghubung masa lalu dan masa depan, serta menjadi jembatan budaya dan generasi.

Sejak tahun 2011, UNESCO bersama beberapa organisasi internasional yang mewakili tiga sektor industri perbukuan, penerbit, penjual buku dan perpustakaan secara khusus akan memilih sebuah kota yang ditunjuk sebagai Ibu Kota Buku Dunia atau World Book Capital.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Berisiko Munculkan Krisis Air, Ini Pesan UNESCO

Tahun ini, Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO telah menunjuk Tbilisi (Georgia) sebagai World Book Capital atas rekomendasi World Book Capital Advisor Committee.

Komentar