Kematian Covid-19 di India Membludak, Wagub DKI Tak Ingin Jakarta Senasib

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 23 April 2021 | 15:24 WIB
Kematian Covid-19 di India Membludak, Wagub DKI Tak Ingin Jakarta Senasib
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/12/2020). [ANTARA/Livia Kristianti]

Suara.com - Pandemi Covid-19 di India saat ini sedang menjadi sorotan karena situasinya semakin mengkhawatirkan. Bahkan, angka kematian di India mencapai 2 ribu orang setiap harinya.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak ingin ibu kota bernasib sama dengan India. Ia menyatakan pihaknya akan bekerja keras agar kasus corona di ibu kota tak meledak.

"Tentu kita semua, tidak hanya Jakarta, Indonesia, pak Presiden, Menteri, Gubernur, kepala daerah bekerja keras agar Indonesia tidak mengalami masalah-masalah yang terjadi di banyak negara, di eropa, termasuk di India," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Kendati demikian, ia menyebut pemerintah daerah dan pusat tak bisa menangani pandemi sendirian. Masyarakat harus berperan aktif dan sadar akan bahaya Covid-19.

"Butuh kerja sama, jangan dianggap enteng, jangan diremehkan, Covid masih ada seperti yang disampaikan Presiden," jelasnya.

Karena itu, meski sudah berlangsung lama, Riza meminta agar masyarakat tak bosan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Mari hadapi secara baik, bijak, dengan cara menerapkan prokes dengan baik," pungkasnya.

India melaporkan lebih dari 2.000 korban meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir, angka tertinggi bagi India hingga saat ini, menurut data Kementerian Kesehatan pada Rabu (21/4/2021).

Berdasarkan data tersebut, infeksi Covid-19 harian juga kembali menyentuh rekor, yakni 295.041 infeksi.

baca juga

Tercatat 182.553 korban meninggal gegara Covid-19 di India, dengan jumlah kasus mencapai 15,6 juta.

Beban kasus Covid-19 India merupakan tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, yang melaporkan 31 juta kasus Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan WN India Masuk Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Pengawasan Ketat

Ratusan WN India Masuk Indonesia, Satgas Covid-19 Lakukan Pengawasan Ketat

News | Jum'at, 23 April 2021 | 14:58 WIB

Masuk Indonesia, 12 WN India Positif Terpapar Corona Diisolasi di Jakarta

Masuk Indonesia, 12 WN India Positif Terpapar Corona Diisolasi di Jakarta

News | Jum'at, 23 April 2021 | 14:57 WIB

Bagaimana Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia?

Bagaimana Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia?

News | Jum'at, 23 April 2021 | 14:49 WIB

Bandingkan dengan Jumlah RT, Wagub DKI: Zona Merah Hanya Sedikit

Bandingkan dengan Jumlah RT, Wagub DKI: Zona Merah Hanya Sedikit

News | Jum'at, 23 April 2021 | 14:39 WIB

Kemenkes Diminta Isolasi WN India yang Masuk Indonesia di Pulau Tersendiri

Kemenkes Diminta Isolasi WN India yang Masuk Indonesia di Pulau Tersendiri

News | Jum'at, 23 April 2021 | 12:51 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×