Mahasiswa Hindu Minta Polri Tuntaskan Kasus Penistaan Agama Desak Made

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 29 April 2021 | 19:14 WIB
Mahasiswa Hindu Minta Polri Tuntaskan Kasus Penistaan Agama Desak Made
Desak Made Darmawati minta maaf. (ist)

Suara.com - Sejumlah mahasiswa dan organisasi masyarakat Hindu Dharma mendesak Bareskrim Polri segera menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Desak Made Dharmawati. Kekinian kasus tersebut tak kunjung ada perkembangan.

Ketua Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) I Putu Yoga Saputra mengatakan telah melaporkan terkait kasus ini ke Bareskrim Polri sejak Rabu (21/4) pekan lalu.

“Kedatangan kami ke Bareskrim adalah untuk mengecek atau menanyakan sudah sejauh mana proses penanganan laporan mengenai penistaan agama Hindu yang sudah kami laporkan sejak hari Rabu pekan lalu. Namun ternyata kami mendapatkan kenyataan yang tidak sesuai harapan kami," kata Yoga di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021).

Berdasar keterangan dari petugas, Yoga menyebut laporan yang dilayangkan oleh pihaknya kekinian belum mendapat disposisi dari Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri ke penyidik. Padahal, kata Yoga, pihaknya memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja Bareskrim Polri dalam menuntaskan kasus ini.

"Karena itu kami hari ini sangat menyesalkan kenyataan yang kami temui, karena laporan kami sejak minggu lalu ternyata belum mendapatkan respons penanganan yang cepat sesuai harapan kami,” ujar Yoga.

Sekjen Pengurus Pusat KMHDI I Wayan Darmawan lantas meminta Kapolri dan Kabareskrim Polri dapat menginstruksikan jajarannya untuk segera menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Desak Made. Termasuk, memburu pemilik akun YouTube yang turut serta menyebarkan kontennya.

"Kami harapkan Bapak Kapolri maupun Kabareskrim dapat lebih mendorong jajarannya untuk mempercepat proses penanganan kasus penistaan agama Hindu oleh Desak Made Dharmawati maupun pemilik akun Youtube IstiqomahTV ini,” pungkas Bawayasa.

Udang Setan

Desak Made Dharmawati dan pemilik akun Youtube ‘IstiqomahTV' sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu (21/4) pekan lalu. Dia dilaporkan atas dugaan kasus tindak pidana penistaan agama Hindu.

Laporan itu dilayangkan oleh empat organisasi masyarakat Hindu Dharma, yakni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA-KMHDI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Jawa Barat, dan Aliansi Bhinneka Hindu Nusantara (ABHN). Laporan telah teregistrasi dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STTL/158/IV/2021/BARESKRIM dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0260/IV/2021/BARESKRIM.

baca juga

Salah satu pernyataan Desak Made yang dipermasalahkan, yakni lantaran menyebut agama Hindu dalam kegiatan ibadahnya kerap mengundang setan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ustadz Yahya Waloni Resmi Dilaporkan, Eko Kuntadhi: Nunggu Satu Lagi

Ustadz Yahya Waloni Resmi Dilaporkan, Eko Kuntadhi: Nunggu Satu Lagi

Bogor | Rabu, 28 April 2021 | 06:24 WIB

Resmi! Ustadz Yahya Waloni Dilaporkan Kasus Penistaan Agama Kristen

Resmi! Ustadz Yahya Waloni Dilaporkan Kasus Penistaan Agama Kristen

Bali | Rabu, 28 April 2021 | 03:05 WIB

Bakal Diperiksa Polisi, Pelapor Desak Darmawati Siapkan Bukti-bukti

Bakal Diperiksa Polisi, Pelapor Desak Darmawati Siapkan Bukti-bukti

Bali | Senin, 26 April 2021 | 09:40 WIB

Jozeph Paul Zhang: Bank Syariah Rata-rata Jadi Sumber Dana Teroris

Jozeph Paul Zhang: Bank Syariah Rata-rata Jadi Sumber Dana Teroris

Bali | Senin, 26 April 2021 | 03:05 WIB

Terkini

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

×