Cara Isi Ketupat Lebaran dari Pilih Beras sampai Masak

Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 30 April 2021 | 07:18 WIB
Cara Isi Ketupat Lebaran dari Pilih Beras sampai Masak
Cara Isi Ketupat Lebaran dari Pilih Beras sampai Masak - Ilustrasi. ketupat (Shutterstock)

Suara.com - Bagaimana cara isi ketupat lebaran yang benar sehingga rasa dan mutu ketupat menjadi lebih baik? Ini tips rahasianya.

Momen Lebaran sebentar lagi akan diperingati oleh setiap umat Islam khususnya di Indonesia. Seperti yang kita tahu, momen Lebaran tidak jauh dari makanan ketupat. Ketupat biasanya dikonsumsi bersama aneka macam makanan lainnya seperti opor ayam, rendang, gulai sayur, dan lain-lainnya.

Namun, sering kali dijumpai kegagalan dalam membuat ketupat. Ketupat yang dibuat menjadi terlalu lembek maupun masih terlalu keras. Hal itu dipengaruhi dari cara-cara membuat ketupatnya.

Cara isi beras ke dalam selongsong ketupat ini berpengaruh terhadap rasa dan mutu dari ketupat itu sendiri. Simak informasi cara isi ketupat lebaran lengkapnya berikut ini.

1. Memilih Beras dan Daun Janur

Sering kali dijumpai, hasil pembuatan ketupat tersebut lembek maupun keras. Pertama-tama untuk membuat ketupat harus memperhatikan jenis beras yang digunakan.

Biasanya beras yang cocok untuk digunakan sebagai ketupat adalah beras pulen atau beras pera. Untuk menghasilkan ketupat yang empuk dan tahan lama dapat memilih beras yang sedang atau beras yang tidak terlalu pulen maupun tidak terlalu pera.

Setelah itu, pilihan daun janur yang masih muda dan kuat. Daun janur yang cocok adalah daun janur yang masih berwarna hijau segar. Daun janur yang berwarna hijau memiliki ketahanan yang lebih baik sehingga ketupat tidak akan cepat bocor saat dimasak maupun patah saat dianyam.

2. Mencuci Beras

Mencuci beras tidak boleh secara asal-asalan namun harus dilakukan dengan benar. Cuci beras hingga bersih dan rendam beras kurang lebih selama 3 jam serta tambahkan kapur sirih dalam rendaman beras.

3. Memasukkan Beras

Setelah janur dianyam menjadi selongsong ketupat, kemudian masukkan beras ke dalam ketupat.

Caranya dengan menurunkan anyamana ketupat paling ujung hingga ada bagian yang terbuka. Isi sebanyak 50-60 persen beras ke dalam ketupat.

4. Masak Ketupat

Masukkan ketupat ke dalam panci yang berisi air mendidih. Dan kemudian rebus selama 3-4 jam dan tunggu matang dalam kondisi panci tertutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Ketupat Lebaran Paling Gampang

Resep Ketupat Lebaran Paling Gampang

Lifestyle | Jum'at, 23 April 2021 | 11:34 WIB

Berencana Ikut Lomba Masak? Begini Tips dari Chef Senior

Berencana Ikut Lomba Masak? Begini Tips dari Chef Senior

Video | Minggu, 11 April 2021 | 13:00 WIB

Pedagang Kulit Ketupat Musiman di Bawah Jalan Tol

Pedagang Kulit Ketupat Musiman di Bawah Jalan Tol

Foto | Kamis, 30 Juli 2020 | 16:29 WIB

Berukuran Jumbo, Penampakan Ketupat Ini Bikin Ngakak Warganet

Berukuran Jumbo, Penampakan Ketupat Ini Bikin Ngakak Warganet

Tekno | Rabu, 27 Mei 2020 | 11:30 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB