Sempat Viral Membludak, Stasiun Tanah Abang Hari Ini Taat Prokes

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio | Suara.com

Minggu, 02 Mei 2021 | 20:08 WIB
Sempat Viral Membludak, Stasiun Tanah Abang Hari Ini Taat Prokes
Suasana stasiun Tanah Abang tampak cukup ramai pada Minggu (2/5/2021). [Suara.com/Stephanus]

Suara.com - Stasiun Tanah Abang tampak cukup ramai pada Minggu (2/5/2021) sore dibandingkan dengan hari sebelumnya yang antrian penumpang kereta listril/KRL membludak hingga ke luar stasiun tanpa protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan Suara.com pada pukul 17.00 WIB di waktu yang sama dengan kepadatan kemarin, tampak para penumpang memasuki stasiun dengan lancar, tidak ada antrian masuk.

Mereka masih bisa menerapkan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker, menjaga jarak, dan dicek suhu tubuh sebelum masuk ke dalam stasiun. Para petugas juga dengan sigap mengatur alur keluar masuk penumpang ke dalam stasiun dengan tetap menjaga jarak sosial.

Di peron, para penumpang terlihat cukup ramai menunggu KRL datang, khususnya para penumpang ke arah Depok atau Bogor di peron 3 dan 4, sementara di peron 5 dan 6 tujuan Serpong, Maja, Rangkas Bitung tampak lebih sepi.

Menurut KAI, ini hari terakhir KRL beroperasi pada jam pulang kerja sebab mulai Senin (3/5/2021) besok KRL tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB.

"Besok mulai ada perubahan alur pola operasi dari KRL. kemudian juga dari sore untuk mengurangi kepadatan di Tanah Abang kami sesuai dengan apa yang disampaikan jam 15.00-19.00 WIB di Tanah Abang tidak akan ada pemberhentian kereta. Nanti dialihkan ke stasiun2 kiri-kanan (Duri dan Karet). biar tidak menumpuk di Tanah Abang," kata Direktur Niaga PT KAI R Dadan Rudiansyah di Stasiun Tanah Abang.

Pada hari sebelumnya, kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat diserbu warga yang beramai-ramai belanja keperluan lebaran jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Antusiasme belanja masyarakat ini membuat protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik, jaga jarak hampir tidak bisa diterapkan di pasar, bahkan warga sampai berdesakkan.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat terjadi kenaikan penumpang di Stasiun Tanah Abang hingga 58 persen dibanding pekan sebelumnya.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang, KCI menyarankan calon penumpang untuk masuk dari pintu utara di area integrasi antarmoda atau pintu selatan di area perdagangan di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM).

Atau sebagai alternatif, penumpang dapat menggunakan jasa KRL dari Stasiun Karet yang letaknya tidak jauh dari kawasan Pasar Tanah Abang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Penuh Sesak, Begini Kondisi Stasiun Tanah Abang  saat Ini

Sempat Penuh Sesak, Begini Kondisi Stasiun Tanah Abang saat Ini

Video | Minggu, 02 Mei 2021 | 18:20 WIB

Pasar Tanah Abang Membludak, 'Nafsu Ingin Pamer sampai Rela Kena Corona'

Pasar Tanah Abang Membludak, 'Nafsu Ingin Pamer sampai Rela Kena Corona'

Hits | Minggu, 02 Mei 2021 | 19:01 WIB

Pasar Tanah Abang Membludak, Petugas Prokes Dilipat Gandakan

Pasar Tanah Abang Membludak, Petugas Prokes Dilipat Gandakan

News | Minggu, 02 Mei 2021 | 16:56 WIB

Terkini

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:11 WIB

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB