Tanah Abang Diserbu Pembeli, Penularan Covid-19 Dahsyat Bisa Terjadi

Siswanto, BBC

Senin, 03 Mei 2021 | 12:33 WIB
Tanah Abang Diserbu Pembeli, Penularan Covid-19 Dahsyat Bisa Terjadi
BBC

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia mewanti-wanti terjadinya "penularan Covid-19 yang dahsyat" dengan dibolehkannya aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan seperti buka puasa bersama, shalat tarawih, dan aktivitas berbelanja, di tengah menurunnya kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya tiga pekan terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mengalami peningkatan yakni di atas angka 5.000 kasus setiap hari dan hal itu kata epidemiolog menjadi tanda-tanda yang harus diwaspadai.

Menanggapi kondisi itu, Kementerian Kesehatan mengatakan telah mengingatkan Satgas daerah agar mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus dengan mengikuti aturan dalam PPKM skala mikro.

Pasar terbesar di Asia Tenggara, Tanah Abang, di Jakarta Pusat diserbu oleh setidaknya 100 ribu pengunjung pada Minggu (02/05), menurut catatan Gubernur Anies Baswedan yang mendatangi lokasi pasar.

Lonjakan pengunjung ini mulai terjadi pada Sabtu (01/02) lalu atau sepekan jelang Lebaran.

Meningkatnya aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan seperti berbelanja, buka puasa bersama dan shalat tarawih berpotensi memicu klaster penularan baru, kata seorang epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono.

Apalagi, katanya, kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat ini semakin rendah.

"Kegiatan berberlanja atau aktivitas selama Ramadhan bukan cuma di Tanah Abang tapi hampir semua pusat perbelanjaan ramai. Kalau mengabaikan 3M, maka peluang untuk terjadi penularan itu yang harus dijaga," imbuh Pandu Riono kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (02/05).

Kendati ia menilai lonjakan kasus Covid-19 tidak akan separah India, tapi berpotensi untuk terjadi "penularan Covid-19 yang dahsyat" jika tingkat penularan tinggi, mutasi virus corona naik di atas 50%, dan tanpa didukung dengan pengetesan dan pelacakan yang mumpuni.

baca juga

Karena itulah ia meminta pemerintah daerah dan terutama Presiden Jokowi agar terus mengedukasi masyarakat untuk tetap mematuhi 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Khusus untuk tempat perbelanjaan diatur dengan cermat.

"Yang penting sirkulasi udara terbuka. Kalau enggak nanti susah. Karena kerumunan biasanya meningkatkan risiko bila di ruang tertutup."

"Minimal pembeli dan penjual pakai masker, itu akan mengurangi diriko."

"Sebab pandemi terkendali bukan karena vaksin, tapi 3M dan 3T [Testing, Tracing, dan Treatment]."

Seperti apa situasi di Pasar Tanah Abang?

Pasar Tanah Abang menjadi sorotan karena membludaknya pengunjung pada Sabtu (01/02) lalu.

Saat BBC News Indonesia mendatangi lokasi, sangat mustahil menerapkan protokol kesehatan dengan baik, terutama dalam menjaga jarak.

Terlihat petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP berjaga di luar dan dalam pasar.

Di tiap pintu masuk, aparat membatasi pengunjung yang akan berbelanja. Tapi hal itu justru memicu kerumunan, sebab orang-orang berebut untuk bisa masuk lebih dahulu.

Di dalam pasar, kondisinya tak jauh berbeda. Posisi antar-toko yang berdempetan dan terbuka serta jalur lalu lintas yang sempit, membuat pembeli dan pedagang saling berhimpitan.

Beberapa pedagang, ada yang terlihat tidak memakai masker dengan benar, tapi tak ditegur petugas yang hanya berjaga di dekat pintu masuk dan keluar.

Petugas dari Satpol PP pun hanya sesekali mengimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan melalui pengeras suara.

Seorang pedagang, April mengaku ada rasa khawatir tertular virus corona melihat kondisi tersebut. Tapi ia dilema, jika tak berjualan, tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau enggak kerja, enggak bisa makan. Enggak dapat penghasilan. Tahun lalu Pasar Tanah Abang ditutup, kita enggak bisa apa-apa. Penghasilan menurun. Jadi mau enggak mau harus kerja," imbuhnya.

April juga mengatakan, pandemi menggerus pendapatannya hingga 80%. Kalau sebelum pandemi ia bisa mengantongi hingga Rp25 juta sehari, tapi kini hanya Rp6 juta.

Pedagang lainnya, Nisa, juga bercerita akibat pandemi omsetnya turun jauh. Kalau tahun 2019 ia bisa mendapatkan Rp40 juta sampai Rp50 juta sehari, sekarang tak sampai Rp15 juta.

"Kalau khawatir, ya khawatir. Karena kita jualan ketemu konsumen dan tidak tahu apakah dia membawa virus atau tidak. Tapi kalau kita enggak jualan, kita enggak makan," ujar Nisa.

Pengunjung yang datang ke Pasar Tanah Abang berasal dari berbagai daerah dan membludak pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Pantauan pengelola Pasar Tanah Abang, jika di hari biasa diperkirakan ada 35 ribu pengunjung, tapi akhir pekan lalu melonjak hingga 87 ribu hingga 100 ribu orang.

Riska warga Kota Bekasi, Jawa Barat. Setiap kali menjelang Lebaran, ia selalu mengunjungi Pasar Tanah Abang. Meski pandemi, tapi tak menyurutkan niatnya untuk datang ke sini.

"Sebenarnya ada rasa khawatir, cuma kebutuhan sih. Kalau belanja online, enggak puas. Yang penting Wallahu a'lam. Kalau fisik kuat, imun kuat, Insya Allah enggak ada."

Santi, warga Kabupaten Bekasi, juga senada. Berbekal masker dan cairan pembersih tangan, ia merasa sudah cukup terlindungi.

Apa tanggapan pemerintah?

Data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19, kasus harian virus corona di Indonesia rata-rata 5.000 setiap hari.

Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta juga meningkat dalam tiga pekan terakhir.

Koordinator Humas RS Darurat Wisma Atlet, M Arifin, mengatakan total pasien yang dirawat mencapai 1.600 orang. Hal itu, katanya, disebabkan tingginya mobilitas masyarakat.

Juru bicara Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan Satgas daerah harus mulai mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus seiring munculnya klaster tarawih dan buka puasa bersama termasuk di pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang.

Merujuk pada aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, pusat perbelanjaan tidak boleh melebihi kapasitas 50% agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Tentunya hal ini menjadi evaluasi kita dengan apa yang terjadi di Tanah Abang, kapasitas pengunjung melebihi bahkan terlihat kerumunan. Ini peringatan untuk Satgas di daerah. Artinya penerapan protokol kesehatan harus dilaksanakan."

"Kalau perlu harus ditutup dalam jangka waktu tertentu agar bisa dilakukan pengaturan yang lebih baik."

"Apalagi Tanah Abang pintu masuknya banyak. Ini harus dilakukan pengaturan pintu, masuk mana yang boleh dibuka."

Sedangkan untuk aktivitas buka puasa bersama, Nadia mengimbau agar dilakukan secara virtual. Kalaupun tidak bisa, maka harus menjaga jarak.

Begitu pula dengan shalat tarawih.

"Melaksanakan ibadah tidak wajib dilakukan secara jamaah kalau situasi keselamatan orang banyak menjadi ancaman."

Hal lain yang akan ditingkatkan Kemenkes adalah menguatkan dan memperbanyak pengetesan dan pelacakan kasus secara dini dengan bantuan Bintara Pembina Desa atau Babinsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga RI Mulai Cemas! Keyakinan Ekonomi Juli 2026 Turun, Cicilan Malah Naik

Warga RI Mulai Cemas! Keyakinan Ekonomi Juli 2026 Turun, Cicilan Malah Naik

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Bukan Cuma Murah, Tren 'Smart Shopping' Ini Bikin Dompet Lebih Tenang di Akhir Bulan

Bukan Cuma Murah, Tren 'Smart Shopping' Ini Bikin Dompet Lebih Tenang di Akhir Bulan

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:47 WIB

Mau Belanja Makin Praktis? Ini Deretan Motor Listrik Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga

Mau Belanja Makin Praktis? Ini Deretan Motor Listrik Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:58 WIB

Bukber Ramadan dan Fenomena Flexing, Mau Sampai Kapan?

Bukber Ramadan dan Fenomena Flexing, Mau Sampai Kapan?

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:09 WIB

20 Contoh Undangan Buka Puasa Bersama Via WA, Formal dan Informal

20 Contoh Undangan Buka Puasa Bersama Via WA, Formal dan Informal

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:17 WIB

Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta

Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:48 WIB

Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem

Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 19:52 WIB

Hari Pertama Ramadan, Masjid Istiqlal Siapkan 3.500 Nasi Box untuk Buka Puasa Bersama

Hari Pertama Ramadan, Masjid Istiqlal Siapkan 3.500 Nasi Box untuk Buka Puasa Bersama

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:21 WIB

7 Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, dari Formal hingga Santai

7 Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, dari Formal hingga Santai

Lifestyle | Rabu, 18 Februari 2026 | 19:25 WIB

Masjid Gedhe Kauman Siapkan 1.500 Takjil Setiap Hari, Gulai Kambing Jadi Menu Wajib Tiap Kamis

Masjid Gedhe Kauman Siapkan 1.500 Takjil Setiap Hari, Gulai Kambing Jadi Menu Wajib Tiap Kamis

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 23:49 WIB

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:43 WIB

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:36 WIB

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:12 WIB

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:01 WIB

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Banten | Selasa, 01 September 2026 | 22:53 WIB

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 22:47 WIB

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Jatim | Selasa, 01 September 2026 | 22:42 WIB

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut

News | Selasa, 01 September 2026 | 22:35 WIB

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Sport | Selasa, 01 September 2026 | 22:30 WIB

×