Protes soal HAM, Filsuf Habermas Tolak Penghargaan dari Uni Emirat Arab

Reza Gunadha, Deutsche Welle

Selasa, 04 Mei 2021 | 16:38 WIB
Protes soal HAM, Filsuf Habermas Tolak Penghargaan dari Uni Emirat Arab
Filsuf Jerman Jürgen Habermas. [DW]

Suara.com - Jürgen Habermas, filsuf besar Jerman kontemporer, menolak Penghargaan Buku Sheikh Zayed dan hadiah 1 juta Dirham atau setara Rp 3,9 miliar.

Filsuf generasi kedua tradisi teori kritis Mazhab Frankfurt itu, seharusnya menerima penghargaan dan hadiah dari Uni Emirat Arab tersebut pada bulan depan.

Namun, seperti disadur Suara.com dari Deutsche Welle, Selasa (4/5/2021), Habermas memutuskan menolak penghargaan serta hadiah dari negara teluk tersebut.

Habermas, dalam pernyataan publik hari Minggu (2/5), menegaskan penolakan tersebut erat terkait situasi hak asasi manusia di UEA.

"Saya sebelumnya telah menyatakan kesediaan untuk menerima Penghargaan Buku Sheikh Zayed tahun ini. Itu adalah keputusan yang salah, yang saya perbaiki dengan ini," kata Sosiolog berusia 91 tahun itu.

Awalnya, kata Habermas, dirinya menyambut baik kabar penghargaan atas publikasinya itu. Sebab, itu berarti karya-karyanya yang diterjemahkan ke bahasa Arab mendapat perhatian dari masyarakat setempat.

Karena itu, dia sebenarnya siap berangkat ke Abu Dhabi untuk menerima penghargaan dan uang senilai 1 juta Dirham.

Tapi, setelah mendapat sejumlah masukan dan mengakses informasi terkait penegakan HAM di Uni Emirat Arab, Habermas mengurungkan niatnya.

Dia juga mengakui tidak cukup membaca dan mencari informasi tentang institusi yang memberikan penghargaan itu di Abu Dhabi, yang sangat dekat dengan penguasa.

baca juga

Penghargaan buku dengan hadiah uang Sheikh Zayed Book Award adalah penghargaan buku dengan nilai hadiah uang tertinggi di dunia.

Komite buku berada di bawah naungan Putera Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed. Penghargaan itu mengusung nama ayahnya, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, kepala dinasti dan penguasa Abu Dhabi selama 30 tahun lebih, yang meninggal tahun 2004.

Penghargaan ini diberikan setiap tahun kepada individu dan penerbit "Yang tulisan dan terjemahan bukunya dalam bidang humaniora memperkaya intelektual, budaya, sastra dan kehidupan sosial Arab," kata panitia.

Penghargaan itu biasanya diserahkan secara resmi pada pembukaan Pameran Buku Internasional Abu Dhabi, yang tahun ini akan dibuka pada 23 Mei.

Jürgen Habermas juga akan menyandang penghargaan sebagai "Personalitas Budaya Tahun Ini" di ajang pameran itu.

Demokrasi perlu kebebasan berbicara

Keputusan Habermas membatalkan kepergian ke Abu Dhabi diambil setelah kritik muncul atas rencananya menerima penghargaan itu.

Terutama setelah majalah berita Jerman Der Spiegel ikut mengkritik dan mempertanyakan idealisme Habermas.

Dalam kritiknya, Der Spiegel menyoroti pemikiran Habermas yang selalu menekankan kebebasan berpendapat.

Tapi, menurut Der Spiegel, pemikiran itu bertolak belakang dengan sikap Habermas yang dianggap tidak kritis terhadap kondisi di Abu Dhabi.

Abu Dhabi sering dikritik berbagai organisasi hak asasi manusia karena situasi hak asasi yang buruk.

Penguasa UEA secara ketat mengontrol media massa dan menghukum individu yang dianggap berseberangan, atau terlalu keras mengkritik kebijakan penguasa.

Jürgen Habermas dikenal secara luas di kalangan internasional dan dianggap sebagai filsuf Jerman paling penting dan berpengaruh di era pasca-Perang Dunia II.

Mazhab Frankfurt melahirkan berbagai pendekatan teoritis dan filosofis atas berbagai masalah sosial. Banyak tulisan dan buku Habermas yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Jürgen Habermas memang selalu menekankan pentingnya kebebasan berpendapat sebagai salah satu elemen utama demokrasi yang bertujuan menyejahterakan warga.

Melalui komunikasi yang disebutnya "diskursus", elemen-elemen masyarakat harus "berdiskusi secara rasional", bebas dari tekanan, untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan bersama yang rukun dan adil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OPM Dicap Teroris, Veronica Koman: Pemerintah Membakar Jembatan Damai

OPM Dicap Teroris, Veronica Koman: Pemerintah Membakar Jembatan Damai

News | Senin, 03 Mei 2021 | 17:25 WIB

Gelombang Ketiga Reda, Jerman Prediksi Kurva Covid-19 Akan Segera Melandai

Gelombang Ketiga Reda, Jerman Prediksi Kurva Covid-19 Akan Segera Melandai

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 18:05 WIB

Geger Wanita Temukan Benda Mirip Granat, Ternyata Cuma Mainan Seks

Geger Wanita Temukan Benda Mirip Granat, Ternyata Cuma Mainan Seks

Lifestyle | Jum'at, 30 April 2021 | 21:00 WIB

Bersalah dalam Kasus Pornografi Anak, Eks Bek Real Madrid Menyesal

Bersalah dalam Kasus Pornografi Anak, Eks Bek Real Madrid Menyesal

Bola | Jum'at, 30 April 2021 | 15:20 WIB

Divonis Bersalah, Eks Pemain Real Madrid Dijatuhi Hukuman Penjara

Divonis Bersalah, Eks Pemain Real Madrid Dijatuhi Hukuman Penjara

Bola | Jum'at, 30 April 2021 | 08:03 WIB

Empat Orang Tewas Dibunuh di Sebuah RS di Jerman, Satu Karyawan Ditahan

Empat Orang Tewas Dibunuh di Sebuah RS di Jerman, Satu Karyawan Ditahan

News | Kamis, 29 April 2021 | 11:04 WIB

Dikira Granat Tangan, Temuan Benda di Tas Ini Ternyata Mainan Seks

Dikira Granat Tangan, Temuan Benda di Tas Ini Ternyata Mainan Seks

News | Kamis, 29 April 2021 | 11:05 WIB

Ayah Tiri Tega Jual Anaknya ke Supir Truk, Imbalannya Sebungkus Rokok

Ayah Tiri Tega Jual Anaknya ke Supir Truk, Imbalannya Sebungkus Rokok

News | Rabu, 28 April 2021 | 20:43 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×