- BMKG melaporkan gempa bumi tektonik magnitudo 4,3 mengguncang Kabupaten Cianjur pada 1 September 2026.
- Pusat gempa berada di darat sepuluh kilometer Barat Daya Cianjur dengan kedalaman empat kilometer.
- BPBD Cianjur menyatakan belum ada laporan kerusakan bangunan meskipun warga sempat panik melarikan diri.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Selasa petang, 1 September 2026.
Berdasarkan data teknis yang dirilis, guncangan gempa ini terjadi tepat pada pukul 17:53:11 WIB dengan kekuatan yang cukup signifikan dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.
Hasil analisis terbaru dari BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,3.
Secara geografis, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.91 LS dan 107.10 BT. Lokasi pusat gempa tersebut berada di darat pada jarak 10 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Salah satu poin krusial yang disoroti BMKG adalah tingkat kedalamannya yang sangat dangkal, yakni hanya berada di kedalaman 4 kilometer.
Terkait penyebab terjadinya guncangan tersebut, BMKG memberikan tinjauan dari sisi geologi dan hiposenter.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Karakteristik gempa dangkal ini yang menyebabkan getaran terasa cukup kuat di permukaan meski magnitudonya berada di angka 4,3.
Sebaran Dampak dan Skala Intensitas MMI
Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di berbagai titik dengan skala intensitas yang beragam. Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun BMKG, wilayah Kabupaten Cianjur merasakan getaran dengan Skala Intensitas III – IV MMI.
Dalam skala ini, situasi digambarkan bahwa pada siang hari getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
Selain di pusat gempa, getaran juga meluas ke beberapa wilayah penyangga lainnya. Di wilayah Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, Warung Kondang, Cimahi, hingga Cilaku, gempa dirasakan dengan Skala Intensitas II – III MMI. Pada tingkatan ini,
"Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," sebagaimana dijelaskan dalam parameter intensitas BMKG.
Dampak guncangan bahkan menjangkau wilayah yang lebih jauh seperti Kota Bandung, Cibubur, hingga Sukaraja dengan Skala Intensitas II MMI.
Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terpantau bergoyang.