Penumpang Covid-19 Lolos Bandara Ahmad Yani, DPR: AP I Harus Dievaluasi

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 07 Mei 2021 | 14:31 WIB
Penumpang Covid-19 Lolos Bandara Ahmad Yani, DPR: AP I Harus Dievaluasi
Sekretaris Fraksi PPP di DPR Achmad Baidowi. (Dok. DPR)

Suara.com - Sekretaris Fraksi PPP di DPR Achmad Baidowi mengatakan, Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ahmad Yani, Semarang lalai dalam melalukan pengawasan terhadap pergerakan penumpang. Pasalnya pengelola membiarkan satu penumpang positif Covid-19 melakukan perjalanan terbang.

Baidowi berujar PPP menyesalkan dan menyayangkan insiden lolosnya penumpang tersebut. Ia meminta Kementerian BUMN di bawah Menteri Erick Tohir menegur Angkasa Pura I.

"Karena itu harus dilakukan evaluasi menyeluruh di seluruh bandara yang dikelola AP I khususnya dalam pengawasan pergerakan penumpang. Kementerian BUMN harus menegur pihak AP I karena lalai," kata Anggota Komisi VI DPR ini, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, kata Baidowi lemahnya pengawasan dari Satgas Covid-19 harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ia meminta kejadian lolosnya lenumpang positif Covid-19 tidak terulang

"Harus dipastikan semua orang yang terlibat kontak dengan pasien positif harus dilakukan tracking. Dan pasien positif harus dikarantina dan harus diberikan tindakan efek jera agar tidak terulang. Karena tindakannya sudah merugikan masyarakat," tutur Baidowi.

Disidak Gubernur

Otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, dikabarkan meloloskan salah satu penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Insiden ini membuat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo geram. Ganjar langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, pada Kamis (6/5/2021).

Ganjar langsung menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara. Tiga orang petugas yang tengah bertugas tampak terkejut melihat kedatangan Ganjar.

baca juga

Kepada para petugas, Ganjar menanyakan kronologi penumpang yang positif Covid-19 tersebut.

"Itu kemarin yang kasus positif bagaimana, proses validasinya seperti apa. Kenapa sampai nggak ketahuan kalau dia positif, padahal kalau mau naik kan harus menunjukkan surat itu," tanya Ganjar.

Awalnya, para petugas tampak kebingungan menjawab pertanyaan tersebut. Singkat cerita, mereka pun bisa menjawabnya dengan tenang.

Hevny, salah satu petugas KKP menjelaskan, proses validasi sebenarnya sudah diketahui bahwa penumpang itu positif Covid-19. Dari pihak KKP sudah memberikan tanda dengan cara melingkari kartu positifnya itu.

Ganjar nampak tak puas dengan jawaban itu. Dia lantas menanyakan kembali kenapa setelah diketahui positif, penumpang tidak ditahan di tempat itu untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

"Setelah ketahuan positif, kami beri tanda di surat keterangan kesehatannya. Setelah itu, kami sarankan penumpang isolasi mandiri pak," jawab Hevny.

Ganjar langsung mengatakan bahwa SOP yang dilakukan salah. Seharusnya, saat ada penumpang ketahuan positif Covid-19, penumpang itu harus ditahan di tempat itu dan tidak boleh kemana-mana.

"Ini kan berarti dibiarkan. Ada SOP yang menurut saya keliru dan saya minta diperbaiki. Jangan sampai terulang lagi. Begitu ada penumpang yang positif, secara prosedur mesti auto cancel untuk proses berikutnya, ternyata ini tidak," kata Ganjar.

Proses yang terjadi, lanjut dia, masih manual, maka meski orang tersebut telah direkomendasikan oleh KKP untuk pulang, namun tidak diikuti dengan tindakan berikutnya.

"Sehingga dia dilepas, dan nekat melanjutkan perjalanan. Ternyata mungkin petugas berikutnya tidak teliti. Maka saya minta ini diperbaiki, petugas harus diberi penjelasan lebih detil agar ini tidak terulang," tegasnya.

Begitu ada calon penumpang yang positif, maka harus dihentikan. Sistem langsung dilaporkan dan tidak boleh terbang.

"Orangnya harus diurus, dikarantina. Bisa kerja sama dengan Pemkot atau Pemprov, kami sediakan tempat isolasi. Tapi tidak boleh lagi dilepas liar, pokoknya begitu ketahuan istilah saya langsung diikat, tidak boleh pergi," tegasnya lagi.

Pihak bandara dan KKP, lanjut Ganjar, harus segera melakukan evaluasi. Jangan sampai kejadian serupa terulang karena membahayakan.

"KKP harus berada di garda terdepan untuk melakukan checking kesehatan. Kalau negatif silahkan ke tahap selanjutnya, kalau positif pastikan tidak bisa kemana-mana," pungkasnya.

Sementara itu, GM Angkasa Pura 1, Hardi Ariyanto mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggelar rapat terkait kejadian itu.

"Kami hari ini rapat untuk mengevaluasi kejadian itu. Kami siap memperbaiki SOP agar kasus serupa tidak kembali terjadi," ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, adalah moment yang pas untuk melakukan evaluasi. Sebab, kondisi bandara masih sepi karena tidak ada penerbangan sampai tanggal 17 Mei 2021 nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sidak ke Bandara Ahmad Yani, Gubernur Ganjar Minta SOP Diperbaiki!

Sidak ke Bandara Ahmad Yani, Gubernur Ganjar Minta SOP Diperbaiki!

News | Jum'at, 07 Mei 2021 | 05:26 WIB

Duh! Penumpang Positif Covid-19, Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun

Duh! Penumpang Positif Covid-19, Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun

Jawa Tengah | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:23 WIB

Puncak Kepadatan Penumpang di YIA Kulon Progo Terjadi Hari Ini

Puncak Kepadatan Penumpang di YIA Kulon Progo Terjadi Hari Ini

Jogja | Rabu, 05 Mei 2021 | 16:06 WIB

Angkasa Pura I Minta Masyarakat Perhatikan Ini Sebelum Terbang

Angkasa Pura I Minta Masyarakat Perhatikan Ini Sebelum Terbang

Bisnis | Jum'at, 23 April 2021 | 14:03 WIB

Sempat Ditutup Akibat Badai, Bandara El Tari Kupang Kembali Beroperasi

Sempat Ditutup Akibat Badai, Bandara El Tari Kupang Kembali Beroperasi

Bisnis | Senin, 05 April 2021 | 14:41 WIB

Gara-gara GeNose C19, Penumpang Harus Tiba di Bandara 4 Jam Sebelum Terbang

Gara-gara GeNose C19, Penumpang Harus Tiba di Bandara 4 Jam Sebelum Terbang

Bisnis | Rabu, 31 Maret 2021 | 15:27 WIB

YIA Bakal Uji Coba Penggunaan GeNose, Segini Perkiraan Harga Tesnya

YIA Bakal Uji Coba Penggunaan GeNose, Segini Perkiraan Harga Tesnya

Jogja | Selasa, 30 Maret 2021 | 14:13 WIB

Terkini

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:03 WIB

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

Bali | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

Rahasia Pilih Air Purifier untuk Penyuka Anabul: Rumah Bebas Bau dan Bulu Melayang!

Rahasia Pilih Air Purifier untuk Penyuka Anabul: Rumah Bebas Bau dan Bulu Melayang!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:00 WIB

BPJS Gratis Mendadak Dinonaktifkan, Validkah Data Kemiskinan Kita?

BPJS Gratis Mendadak Dinonaktifkan, Validkah Data Kemiskinan Kita?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:00 WIB

Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

News | Senin, 02 November 2026 | 17:57 WIB

5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP

5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:56 WIB

Mobil Listrik Diklaim Ramah Lingkungan, Koalisi Sipil Justru Beri Rapor Merah ke Produsen Otomotif

Mobil Listrik Diklaim Ramah Lingkungan, Koalisi Sipil Justru Beri Rapor Merah ke Produsen Otomotif

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:54 WIB

×