Mimbar Sinagoga di Israel Runtuh, Dua Jemaah Tewas saat Ibadah

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 19 Mei 2021 | 08:08 WIB
Mimbar Sinagoga di Israel Runtuh, Dua Jemaah Tewas saat Ibadah
Ilustrasi sinagoga di Eropa (Shutterstock).

Suara.com - Dua tewas dan lebih dari 150 luka-luka setelah tertimpa mimbar di sebuah sinagoga yang belum selesai dibangun di Tepi Barat pada hari Minggu.

Menyadur Al Jazeera, Selasa (18/5/2021) mimbar tersebut sedang dipenuhi penyembah ultra-Ortodoks yang sedang berdoa di awal perayaan Shavuot.

Shavuot adalah festival panen musim semi yang juga menandai hari dalam kalender Yahudi di mana Taurat diberikan kepada Nabi Musa di Gunung Sinai.

Seorang juru bicara Magen David Adom mengatakan kepada Channel 13 bahwa paramedis telah merawat lebih dari 157 orang karena cedera dan mengumumkan dua orang tewas.

Juru bicara mengatakan jika dua korban tewas tersebut adalah seorang pria berusia 50-an dan seorang bocah lelaki berusia 12 tahun.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengirim petugas medis dan pasukan pencarian dan penyelamatan untuk membantu proses evakuasi.

Rekaman amatir menunjukkan saat-saat mimbar tersebut runtuh pada hari Minggu, bertepatan dengan shalat Isya di Givat Zeev, pemukiman ilegal Tepi Barat di utara Yerusalem.

Walikota Givat Zeev mengatakan bangunan tersebut sebenarnya belum selesai dan berbahaya, dan polisi mengabaikan seruan untuk mengambil tindakan.

Kepala polisi Yerusalem Doron Turgeman mengatakan bencana itu adalah kasus "kelalaian" dan kemungkinan akan menahan orang-orang yang bertanggung jawab.

baca juga

"Bangunan ini belum selesai, bahkan tidak ada izin hunian, apalagi mengadakan acara di dalamnya." jelas Deddi Simhi, kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Israel, kepada Israel Channel 12.

Kecelakaan itu terjadi beberapa minggu setelah 45 orang Yahudi ultra-Ortodoks tewas dalam penyerangan di sebuah festival keagamaan di Israel utara.

Pada tanggal 29 April, penyerbuan di sebuah festival keagamaan di Israel utara menewaskan 45 orang Yahudi ultra-Ortodoks, bencana sipil paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Penyerbuan di Gunung Meron terjadi setelah peringatan bertahun-tahun bahwa situs suci itu tidak aman bagi puluhan ribu pengunjung setiap tahun untuk liburan Lag Baomer.

Bencana tersebut memicu kritik baru tentang otonomi luas yang diberikan kepada minoritas ultra-Ortodoks yang kuat secara politik di negara itu.

Tahun lalu, banyak komunitas ultra-Ortodoks mencemooh batasan keamanan virus corona, berkontribusi pada tingkat wabah yang tinggi di komunitas mereka dan membuat marah publik sekuler yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Sebut Erdogan Berkepribadian Ganda Gegara Serukan Perangi Israel

Pengamat Sebut Erdogan Berkepribadian Ganda Gegara Serukan Perangi Israel

Banten | Rabu, 19 Mei 2021 | 07:25 WIB

Video Hina Palestina Kembali Muncul, Warganet: Materai Laris Manis

Video Hina Palestina Kembali Muncul, Warganet: Materai Laris Manis

Bekaci | Rabu, 19 Mei 2021 | 07:30 WIB

Viral Hina Palestina Berujung Dikeluarkan dari Sekolah, MS: Saya Iseng

Viral Hina Palestina Berujung Dikeluarkan dari Sekolah, MS: Saya Iseng

Bogor | Rabu, 19 Mei 2021 | 07:15 WIB

Terkini

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

×