Sekjen PDIP: Pasca Amien Rais Pergi, Makin Mudah Jalin Kerja Sama dengan PAN

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Jum'at, 28 Mei 2021 | 19:03 WIB
Sekjen PDIP: Pasca Amien Rais Pergi, Makin Mudah Jalin Kerja Sama dengan PAN
Amien Rais memberikan kuliah politik di kanal YouTubenya. - (YouTube/Amien Rais Official)

Suara.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai PDIP sangat cocok membangun kerja sama dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Terlebih setelah ditinggal pergi Amien Rais yang memilih mendirikan Partai Ummat.

Diketahui, Amien Rais merupakan tokoh sentral di PAN sepanjang keberadaan dirinya di sana kendati tidak menjadi ketua umum. Pendapat Amien masih sangat dihargai, apalagi saat Amien mengambil veto yang membuat PAN gagal masuk koalisi Jokowi-Maruf Amin saat Pilpres 2019.

"Kami sama Partai Amanat Nasional sangat cocok untuk membangun kerja sama, terlebih setelah saya mendapat bisikan dari teman-teman PAN pasca Pak Amin Rais tidak tidak ada di PAN," kata Hasto dalam diskusi daring Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Hasto menuturkan, PDI Perjuangan disebut merasa lebih mudah untuk membangun kerja sama politik dengan PAN yang saat ini diketuai oleh Zulkifli Hasan.

"Itu makin mudah lagi untuk membangun kerja sama politik. Dan saya tahu Pak Zulkifli beliau adalah sosok yang berkomitmen dengan bangsa dan negara dengan sangat jelas ketika ditawari oleh koalisi partai atas dasar agama beliau menegaskan itu akan menambah pembelahan yang terjadi," kata Hasto.

"Kita ini negara begitu besar dari Sabang sampai Merauke, itu kita jaga marwahnya," tandas Hasto.

Veto Amien Gagalkan PAN Dukung Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa PAN nyaris masuk ke dalam koalisi Jokowi saat Pilpres 2019. Tepatnya beberapa hari sebelum PAN bergabung dengan kolaiai Gerindra mengusung Prabowo-Sandiaga.

Pada waktu itu, Eddy mengaku sempat memberitahu kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan rencana PAN melangkah masuk bergabung koalisi.

baca juga

"Kejadiannya hari itu dua hari sebelum PAN mengumumkan pencapresan Prabowo-Sandi sebelum Pilpres. Saya bicara dengan Mas Hasto, Mas kita insyaallah akan bergabung dengan koalisi Mas Hasto," kata Eddy dalam diskusi daring Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Namun rencana berkoalisi dengan PDIP hanya sebatas rencana. PAN yang saat itu masih ada Amien Rais sebagai Ketua Dewan Kehormatan, memiliki pengaruh kuat membelokkan rencana PAN yang diketuai Zulkifli Hasan. Amien yang merupakan pendiri PAN melakukan hak veto.

"Tetapi karena waktu itu kita diveto kemudian kita gabung dengan Prabowo-Sandi. Waktu itu memang, meskipun Ketua Umum Zulkifli Hasan tapi tentu kita mendengarkan tokoh sentral kita. Tokoh sentral kita, tokoh senior kita pada saat itu apa pandangan beliau dan kita betul-betul memang pandangannya berbeda dengan pandangan-pengurus yang lain,"

Eddy mengatakan padahal dalam pertemuan dengan pengurus PAN, ia telah menyampaikan bahwa PAN tidak memiliki DNA untuk menjadi oposisi. Tetapi pandangan Eddy justru berujung buruk bagi dirinya.

"Saya sampaikan dalam pertemuan itu bahwa PAN tidak memiliki DNA oposisi dan saya terus terang dihujat banyak di kalangan internal kita. Kok sekjen sangat berani mengatakan PAN tidak punya DNA oposisi, memang demikian adanya menurut saya," ujar Eddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita PAN Gagal Masuk Koalisi Jokowi Gara-gara Amien Rais Pilih Prabowo

Cerita PAN Gagal Masuk Koalisi Jokowi Gara-gara Amien Rais Pilih Prabowo

News | Jum'at, 28 Mei 2021 | 17:53 WIB

Rakercab Ricuh, 12 PAC Minta PDI Perjuangan Gowa Dibekukan

Rakercab Ricuh, 12 PAC Minta PDI Perjuangan Gowa Dibekukan

Sulsel | Jum'at, 28 Mei 2021 | 16:34 WIB

Kesamaan Ideologi dengan Gerindra, PDIP Pertimbangkan Prabowo - Puan di Pilpres 2024

Kesamaan Ideologi dengan Gerindra, PDIP Pertimbangkan Prabowo - Puan di Pilpres 2024

News | Jum'at, 28 Mei 2021 | 16:12 WIB

Berpeluang Nyapres, Ganjar Pranowo di-Sleding PDI Perjuangan, Karena Bukan Trah Seokarno?

Berpeluang Nyapres, Ganjar Pranowo di-Sleding PDI Perjuangan, Karena Bukan Trah Seokarno?

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Mei 2021 | 15:47 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×