Polemik TWK KPK, Analis: Kalau Terus Berlarut KPK Jadi Bebek Lumpuh!

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 04 Juni 2021 | 17:04 WIB
Polemik TWK KPK, Analis: Kalau Terus Berlarut KPK Jadi Bebek Lumpuh!
Seorang pegawai KPK berjalan meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi usai mengikuti prosesi pelantikan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta, Selasa (1/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai bahwa jika kisruh atau polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang membuat 75 pegawai KPK tak lolos dan terancam dipecat tak dapat diselesaikan, justru akan membuat KPK hanya menjadi lembaga antirasuah yang lumpuh.

"Saya melihat bahwa KPK sekarang ini kalau terus menerus berlarut ya bukan tidak mungkin KPK itu akan menjadi seperti bebek lumpuh," kata Arif dalam sebuah diskusi daring, Jumat (4/6/2021).

Nantinya, kata Arif, KPK akan tetap ada hanya saja sebagai lembaga yang memiliki kewenangan besar untuk memberantas korupsi justru tidak mampu melakukan hal tersebut. Lantaran lembaga tersebut sudah diperlemah.

Awalnya Arif mengatakan, bahwa mengenai polemik TWK yang membuat 75 pegawai KPK tak lolos dan terancam dipecat itu didasari oleh masalah adanya intraparansi.

"Sampai hari ini tidak ada satu lembaga pun mulai dari KPK, BKN bahkan Kemenpan RB gitu ya yang bisa menjelaskan sebenarnya siapa yang harus bertanggungjawab atas tes yang kalau kita lihat bocornya, karena sampai hari ini tidak pernah dibuka itu bukan hanya terkesan subyektif bahkan tendensius," tuturnya.

Seharusnya, kata Arif, semua bisa dipertanggungjawabkan dengan dibukanya pertanyaan TWK ke publik oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Nantinya setelah dibuka, hal itu harus diuji untuk mengetahui ada tidaknya dugaan memperlemah KPK lewat TWK.

"Materi ini diuji secara publik untuk kemudian apakah namanya kecurigaan 75 orang yang tak lolos tes dan polemik yang ditimbulkan dari perkara ini itu hanya isapan jempol apakah ini sungguh-sungguh bagian dari upaya untuk memperlemah KPK dari dalam?," ungkapnya.

"Tanpa diuji seperti itu energi kita akan habis dan ketiga pelemahan KPK tidak berwujud dalam kelembagaan, tapi membuat energi negara energi bangsa ini habis karena masalah yang berlarut-larut," tandasnya.

51 Pegawai KPK Dipecat

baca juga

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengumumkan 24 pegawai KPK yang nggak lolos TWK masih bisa masuk bagian KPK dengan menjalani pembinaan bela neara dan wawasan kebangsaan. Sedangkan 51 pegawai lainnya sudah tamat kesempatan untuk mengabdi di KPK.

Dalih Alexander, pimpinan KPK paham pegawai KPK itu wajib yang berkualitas. Makanya KPK berusaha membangun SDM yang variabelnya bukan cuma kemampuan per individu tapi juga variabel pegawai KPK mesti cinta pada NKRI, Pancasila, UU dan pemerintahan yang sah, serta terbebas dari paparan radikalisme dan organisasi terlarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Politisi PDIP Kepleset Sebut Jokowi Pemberantas KPK, Diskakmat Najwa Shihab

Politisi PDIP Kepleset Sebut Jokowi Pemberantas KPK, Diskakmat Najwa Shihab

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:37 WIB

Kuliah Umum USU soal Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno

Kuliah Umum USU soal Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno

Sumut | Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:09 WIB

Kasasi Diterima MA, KPK Minta Terpidana Suheri Terta yang Divonis Bebas Manut ke Jaksa

Kasasi Diterima MA, KPK Minta Terpidana Suheri Terta yang Divonis Bebas Manut ke Jaksa

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 15:06 WIB

Dalih Fokus Pemulihan Ekonomi, Bareskrim Kembalikan Laporan Gratifikasi Ketua KPK ke Dewas

Dalih Fokus Pemulihan Ekonomi, Bareskrim Kembalikan Laporan Gratifikasi Ketua KPK ke Dewas

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:41 WIB

Terkini

Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum

Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini

Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia

Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:42 WIB

KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional

KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Diskon E-Commerce 50% untuk UMK Tinggal 5 Persen, Kapan Mulai Berlaku?

Diskon E-Commerce 50% untuk UMK Tinggal 5 Persen, Kapan Mulai Berlaku?

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Skenario Real Madrid di Liga Champions 2026/2027: Arsenal dan Inter Milan Ujian Berat

Skenario Real Madrid di Liga Champions 2026/2027: Arsenal dan Inter Milan Ujian Berat

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Soroti Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Kata Petinggi PKS

Soroti Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Kata Petinggi PKS

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:34 WIB

×