alexametrics

Jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 Terlengkap untuk Jalur Zonasi, Prestasi hingga Anak Guru

Rifan Aditya
Jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 Terlengkap untuk Jalur Zonasi, Prestasi hingga Anak Guru
Jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 - Suasana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 70, Jakarta, Kamis (25/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Seperti apa jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 untuk jalur zonasi, prestasi hingga jalur pindah tugas orang tua dan anak guru?

Suara.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta tahun ajaran 2021/2022 akan segera dibuka. Seperti apa jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 untuk jalur zonasi, prestasi hingga jalur pindah tugas orang tua dan anak guru?

PPDB kali ini akan dibuka melalui empat jalur yaitu jalur zonasi, prestasi, afirmasi hingga pindah tugas orang tua dan anak guru. Berikut jadwal PPDB DKI Jakarta 2021 untuk jenjang SD, SMP serta SMA/SMK:

A. Jalur Zonasi

  1. SD
    -   Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman: 21-23 Juni 2021
    -   Lapor diri: 24-25 Juni 2021
  2. SMP/SMA
    -   Pendaftaran-Seleksi-Pengumuman: 28 – 30 Juni 2021
    -   Lapor diri: 1-2 Juli 2021

B. Jalur Prestasi

Baca Juga: PPDB 2021: Tahapan Proses dan Syarat Calon Peserta Didik Baru

  1. SMP/SMA
    -   Pendaftaran – seleksi – pengumuman: 7-9 Juni 2021
    -   Lapor diri: 10-11 Juni 2021
  2. SMK
    -   Pendaftaran – seleksi – pengumuman: 7 – 9 Juni 2021
    -   Lapor diri: 10 – 22 Juni 2021

C. Jalur Afirmasi

1. SD

Hanya dapat diikuti oleh anak asuh panti, penyandang Disabilitas, dan anak tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19:

  • Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman: 7 – 9 Juni 2021
  • Lapor Diri: 10 – 11 Juni 2021

Hanya dapat diikuti anak yang terdaftar dalam DTKS, pemegang Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), dan anak pemegang mitra Trans Jakarta

  • Pendaftaran – Seleksi – Pengumuman: 14 – 16 Juni 2021
  • Lapor Diri: 17 – 18 Juni 2021

2. SMP/SMA

Baca Juga: Kali Pertama di Jogja, PPDB SD Sertakan Jalur Cerdas Istimewa

Hanya dapat diikuti oleh anak asuh panti, penyandang DIsabilitas, dan anak tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19:

Komentar