Ini Bekal untuk Aktivis agar Akun Media Sosial dan WhatsApp Tak Mudah Diretas

Senin, 07 Juni 2021 | 22:43 WIB
Ini Bekal untuk Aktivis agar Akun Media Sosial dan WhatsApp Tak Mudah Diretas
Ilustrasi hacker

Suara.com - Peretasan terhadap akun media sosial  milik sejumlah aktivis marak terjadi. Terakhir akun Instagram, Watchdoc Documentary, yakni @watchdoc_ID dibajak oleh oknum yang belum diketahui.

Akun Watchdoc diretas diduga terkait penayangan film dokumenter The EndGame: Ronde Terakhir Melawan Korupsi.

Film dokumenter itu mengungkap kebobrokan Komisi Pemberantasan Korupsi  terkait penonaktifan 75 pegawai dengan alasan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 

Lantas bagaimanakah agar  akun media sosial tidak dapat diretas oleh orang yang tidak bertanggungjawab? 

Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan, setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. 

"Pertama gunakan password yang unik dan sulit ditebak. Kombinasi huruf besar dan kecil, angka dan tanda baca," kata Alfons saat dihubungi Suara.com, Senin (7/6/2021). 

Kedua, lanjutnya, pastikan mengaktifkan TFA atau two factor authentication dan OTP (one time password) di seluruh layanan digital yang digunakan. 

"Hal ini bertujuan untuk mencegah pengambilalihan akun, andaikan kredensial bocor tetap akan terlindung karena akan diminta kode OTP untuk masuk akun media sosial bersangkutan," jelas Alfons. 

Sementara bagi akun sosial media yang bersifat publik atau bukan akun pribadi seperti milik  Watchdoc, dapat menghubungi penyedia layanan media sosial, guna meningkatkan keamanan. 

Baca Juga: Akun Instagram Diretas Usai Tayang Film the EndGame, Watchdoc Pesimistis Ditelisik Polisi

"Lembaga tersebut mengkomunikasikan ke pihak media sosial dan menambahkan faktor pengamanan seperti email yang dijaga dengan baik dan  jangan pakai gratisan. Pakai email dengan domain yang dimiliki sendiri sehingga lebih sulit diretas," ujarnya 

"Nomor HP juga jangan pakai prabayar sehingga kalau ada masalah bisa cepat ditanggapi oleh operator," sambungnya. 

Dia melanjutkan, admin atau karyawan yang mengelola media sosial  tidak sembarang membuka pesan yang berisi tautan. 

"Ya kalau sembarangan mengklik tautan yang mengandung malware atau sudah ada trojan tertanam di perangkatnya bisa saja kredensialnya bocor," ujar Alfons 

"Tetapi kalau sudah di proteksi TFA kan harusnya sangat sulit diambilalih," imbuhnya. 

Agar pengamanan semakin kuat, Alfons menyarankan agar menggunakan aplikasi antivirus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI