Jadi Penguji Mahasiswa S3 UNS, Ini Harapan Menpora Amali Terhadap Penelitian Sulistiyono

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 22 Juni 2021 | 21:41 WIB
Jadi Penguji Mahasiswa S3 UNS, Ini Harapan Menpora Amali Terhadap Penelitian Sulistiyono
Menpora Amali saat menjadi penguji mahasiswa S3 UNS. (Dok: Kemenpora)

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menjadi penguji dalam Ujian Terbuka untuk mahasiswa Doktor Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) secara vitual, Selasa (22/6/2021) pagi.

Adapun mahasiswa yang diuji selaku promovendus pada kesempatan ini adalah Sulistiyono, dengan judul penelitian “Pengembangan Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Kelompok Umur 9 – 12 tahun (Studi Pada Sekolah Sepakbola di Kabupaten Sleman, Yogyakarta).

Dalam paparan hasil penelitiannya, Sulistiyono selaku promovendus memaparkan bahwa penelitian ini dilakukan atas keprihatinan terhadap persepakbolaan nasional dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.  Di mana selain prestasi yang belum sesuai harapan, ada perilaku para pemain baik di Liga 1 liga, Liga 2 maupun Liga 3 yang masih unsportif, perilaku tackling untuk mencederai lawan dan perkelahian antar pemain dalam kompetisi.

"Ini merupakan pemandangan yang kurang enak dilihat bahkan dalam perspektif pendidikan,” papar Sulistiyono.

Menurut dia, pola pembinaan pemain usia dini di sekolah sepakbola di Indonesia sebagai akar rumput yang membina pemain di usia 7-15 tahun. Pada usia ini, pelatihan di Indonesia sudah berorientasi pada kemenangan tim ketika bertanding dalam kompetisi. Padahal, di negara maju untuk hingga usia 9-12 saja mereka masih pada level model latihan-latihan spesialisasi dini dan pengembangan karakter.

Dengan metode penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D), Sulistiyono dalam penelitiannya telah melakukan studi pendahuluan, penilaian ahli, uji skala kecil dan uji skala besar. 

Dalam penelitiannya di Sleman ada sekitar 40 persen sumber daya pelatih sepakbola di lapangan belum memiliki lisensi kepelatihan. Dari jumlah tersebut, berdasarkan hasil wawancara, mereka memahami tentang teori konsep pembinaan jangka panjang.

"Tapi secara teknis belum memahami implementasinya dalam pelaksanaan program latihan bulanan atau tahunan,” ungkapnya.

Namun demikian, dari hasil ini wawancara ini para pelatih sepakbola masih berorientasi pada fisik, teknik dan taktik. Tetapi belum berorientasi pada karakter.

baca juga

“Tetapi ada potensi bahwa pelatih menganggap olahraga dapat dijadikan media untuk mengembangkan karakter. Tetapi diakui oleh mereka masih sering terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan di pertandingan sepak bola,” katanya.

Meski demikian, para pelatih sepakat bahwa karakter disiplin kerja, keras, kerjasama, jujur menghormati orang lain dan tanggung jawab menjadi karakter yang paling dianggap penting dari sekian karakter yang lainnya dalam mengembangkan pemain sepak bola.

Menurut promovendus, saat model Latihan Berbasis Games Experience Learning ini, dilakukan uji tahap skala kecil dengan melibatkan 4 orang pelatih ahli menyatakan layak dengan skor 91 persen.

Kemudian, tahap berikutnya melakukan uji skala besar dan dilakukan uji coba di tiga sekolah sepakbola para ahli menyatakan layak dan boleh dilanjutkan di uji efektivitas.“Akhirnya model yang kami kembangkan akan lebih efektif untuk mengembangkan skill karakter pada siswa usia 9 sampai dengan 12 tahun,”

Dia beralasan hal dapat diterapkan karena permainan atau bermain menjadi sesuatu yang menyenangkan buat anak sehingga hal itu menjadikan mereka sangat enjoy dalam menjalani model ini.

“Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola berpengaruh signifikan dan lebih efektif dibandingkan yang konvensional untuk mengembangkan skill dan karakter terhadap siswa SSB usia 9-12 tahun,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menpora Amali Harap Vidya Rafika Sukses di Olimpiade Tokyo 2021

Menpora Amali Harap Vidya Rafika Sukses di Olimpiade Tokyo 2021

Sport | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:58 WIB

Top 5 Sport: Markis Kido Tutup Usia, Tontowi Kehilangan Panutan yang Humoris

Top 5 Sport: Markis Kido Tutup Usia, Tontowi Kehilangan Panutan yang Humoris

Sport | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:50 WIB

Menpora Terima Ketum Perbakin, Bahas Persiapan Kejuaraan Dunia dan Pembinaan Atlet

Menpora Terima Ketum Perbakin, Bahas Persiapan Kejuaraan Dunia dan Pembinaan Atlet

Sport | Selasa, 15 Juni 2021 | 17:43 WIB

Markis Kido Gagal Dimakamkan di TMP Kalibata, Begini Penjelasan Menpora

Markis Kido Gagal Dimakamkan di TMP Kalibata, Begini Penjelasan Menpora

Sport | Selasa, 15 Juni 2021 | 16:35 WIB

Markis Kido Wafat, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis Indonesia

Markis Kido Wafat, Menpora Amali: Selamat Jalan Pahlawan Bulutangkis Indonesia

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 14:54 WIB

Atta Halilintar Sabar Menunggu AHHA PS Pati FC yang Belum Diakui PSSI

Atta Halilintar Sabar Menunggu AHHA PS Pati FC yang Belum Diakui PSSI

Video | Rabu, 16 Juni 2021 | 07:05 WIB

Terkini

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:44 WIB

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:37 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:29 WIB

×