Diam-diam Gunakan Telepon Kontak Dunia Luar, Korea Utara Eksekusi 10 Orang

Dythia Novianty

Kamis, 24 Juni 2021 | 05:20 WIB
Diam-diam Gunakan Telepon Kontak Dunia Luar, Korea Utara Eksekusi 10 Orang
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [KCNA via KNS/AFP]

Suara.com - Korea Utara telah secara terbuka mengeksekusi setidaknya 10 orang yang tertangkap menggunakan jaringan telepon seluler China untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, melarang warganya mengakses jaringan seluler dari negara tetangga, China.

Hal ini untuk menghentikan mereka berbicara dengan pembelot dan mengakses informasi luar di luar kendali rezimnya.

Dikatakan sekitar 150 warga Korea Utara ditangkap setelah partai yang berkuasa di negara itu dan polisi rahasia meluncurkan aturan baru yang melibatkan pengawasan rahasia pada Maret lalu.

Dilansir laman Mirror, Kamis (24/5/2021), sebuah sumber di Korea Utara mengatakan, penggerebekan terus berlanjut dan beberapa pelaku dieksekusi di depan umum sebagai pencegah yang mengerikan.

Klaim tersebut dilaporkan Daily NK Japan, yang mengutip sumber di provinsi Ryanggang, yang berbatasan dengan China.

Penangkapan terjadi selama penyelidikan penyelundupan orang dan barang melintasi perbatasan, perantara pengiriman uang yang mengatur panggilan dan pengiriman uang, dan mereka yang memiliki hubungan dengan pembelot di Korea Selatan.

Warga Korea Utara mengandalkan ponsel selundupan dan kartu SIM untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman, serta mendapatkan bantuan dari dunia luar.

Larangan empat tahun pada ponsel dicabut pada 2008 dan jaringan domestik tetap sangat dibatasi.

baca juga

Sumber lain mengatakan bahwa jumlah orang yang ditahan telah "melonjak" sejak akhir Mei, karena negara itu berjuang dengan kekurangan pangan yang memburuk dan lonjakan harga.

Diperkirakan 150 orang ditangkap di empat provinsi yang berbatasan dengan China hanya dalam waktu tiga minggu.

Pejabat keamanan negara bertugas mendeteksi sinyal telepon, perangkat penyadapan, dan menangkap pengguna jaringan telepon seluler ilegal.

Banyak yang ditangkap karena kejahatan itu dikirim ke pusat-pusat indoktrinasi politik yang penuh sesak sebagai hukuman, kata laporan itu.

"Pusat penahanan penuh dengan orang-orang seperti kandang kelinci. Orang-orang duduk di sebelah toilet. Kunjungan keluarga ditolak dan para tahanan kehilangan harapan," tutur seorang sumber.

10 orang, lima di kabupaten Taehongdan County di Ryanggang dan lima di provinsi Hamgyong Utara, dieksekusi di depan umum.

Diperkirakan sekitar 20 orang lainnya yang diadili di depan umum terhindar dari hukuman mati.

Laporan itu mengatakan, tindakan keras itu diperkirakan akan berlanjut karena tembok beton tinggi dan kabel tegangan tinggi dibangun dalam upaya untuk membentengi perbatasan.

Pada 2014, Korea Utara mengeksekusi seorang lelaki berusia 49 tahun yang tertangkap membuat panggilan telepon ke anggota keluarga di Korea Selatan dari lokasi dekat perbatasan dengan China, Daily NK melaporkan.

Dia ditangkap oleh agen menggunakan detektor sinyal dan seluruh keluarganya dipenjara setelah dia mengaku diam-diam menerima uang dari keluarga di Korea Selatan dan membantu dan bersekongkol pembelotan.

Beberapa laporan tentang eksekusi telah muncul dalam beberapa pekan terakhir.

Pada April, Korea Utara secara terbuka mengeksekusi seorang lelaki di Wonsan yang secara ilegal menjual CD dan USB yang berisi film, acara TV, dan video musik Korea Selatan.

Eksekusi dilakukan di depan sekitar 500 orang, lapor Daily NK.

Sekitar waktu yang sama, diklaim seorang pejabat pendidikan dieksekusi karena mengeluh tentang beban kerjanya dan gagal melakukan panggilan video yang cukup dengan staf.

Disebutkan, sejumlah pelanggar lockdown Covid-19 juga telah dibunuh sejak pandemi dimulai tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Sama Ganasnya dengan Kanker, Kim Jong Un Bakal Perangi K-Pop

Disebut Sama Ganasnya dengan Kanker, Kim Jong Un Bakal Perangi K-Pop

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 15:14 WIB

Korea Utara Basmi Kucing dan Burung Merpati, Ini Alasannya

Korea Utara Basmi Kucing dan Burung Merpati, Ini Alasannya

Sumbar | Senin, 31 Mei 2021 | 12:15 WIB

Kim Jong Un Musnahkan Kucing dan Burung Merpati, Ada Apa?

Kim Jong Un Musnahkan Kucing dan Burung Merpati, Ada Apa?

News | Minggu, 30 Mei 2021 | 15:49 WIB

Dor! Kim Jong Un Eksekusi Lelaki Penjual Film Bajakan Korea Selatan

Dor! Kim Jong Un Eksekusi Lelaki Penjual Film Bajakan Korea Selatan

News | Minggu, 30 Mei 2021 | 05:37 WIB

Kim Jong Un Larang Warganya Kenakan Skinny Jeans

Kim Jong Un Larang Warganya Kenakan Skinny Jeans

News | Minggu, 23 Mei 2021 | 05:34 WIB

Kim Jong Un Buat Aturan Baru, Rambut Mullet dan Skinny Jeans Dilarang!

Kim Jong Un Buat Aturan Baru, Rambut Mullet dan Skinny Jeans Dilarang!

News | Sabtu, 22 Mei 2021 | 18:14 WIB

Terkini

Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?

Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:45 WIB

626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?

626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:45 WIB

MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!

MLBB x Street Fighter 6 Ubah Land of Dawn Jadi Arena Fighting Ultra-Responsif!

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:43 WIB

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Digelar di Riau, Berlaku Selama Agustus

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:43 WIB

Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan

Awalnya Skeptis, Pengalaman Naik MRT dan LRT Ternyata Jauh Lebih Nyaman dari Dugaan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:35 WIB

Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026

Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:35 WIB

Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri

Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:32 WIB

Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss

Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:31 WIB

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:24 WIB

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:22 WIB

×