alexametrics

Moeldoko Sayangkan Masih Ada Kelompok Warga Abai Bahaya Covid-19

Erick Tanjung | Ummi Hadyah Saleh
Moeldoko Sayangkan Masih Ada Kelompok Warga Abai Bahaya Covid-19
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko [SuaraSulsel.id / KSP]

"Saat ini saya juga sangat menyayangkan karena masih ada kelompok masyarakat yang mengabaikan bahaya pandemi ini," ujar Moeldoko.

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyoroti kelompok masyarakat yang masih mengabaikan pandemi Covid-19. Hal ini dikatakan Moeldoko dalam akun instagramnya @dr_moeldoko, Kamis (24/6/2021) malam.

"Saat ini saya juga sangat menyayangkan karena masih ada kelompok masyarakat yang mengabaikan bahaya pandemi ini," ujar Moeldoko.

Namun Moeldoko tak merinci kelompok masyarakat mana yang dimaksud mengabaikan bahaya pandemi. Ia pun memahami pandemi Covid-19 membawa perubahan yang cukup berat bagi masyarakat Indonesia.

"Kita harus rela membatasi aktivitas rutin dengan menjalankan PPKM berskala mikro. Sehingga kita harus menahan diri dari berbagai kegiatan yang mungkin selama ini telah menjadi kebiasaan," ujar dia.

Baca Juga: Kasus Corona Meroket, Moeldoko: Gelombang Kedua Pandemi Tak Terelakkan

Kendati demikian, lanjutnya, pengorbanan masyarakat Indonesia tak akan sia-sia. Sebab ia meyakini, jika semua elemen bersatu, situasi pandemi akan bisa dilewati dan Indonesia bisa bangkit dan pulih.

"Mari kita saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain. Ingat Indonesia pulih karena kita semuanya," tuturnya.

Moeldoko juga menegaskan pemerintah bergerak cepat dalam penanganan pandemi. Diantaranya yakni menambah fasilitas kesehatan, percepatan vaksinasi hingga kegiatan 3T (Testing, tracing dan treatment).

Namun kata Moeldoko, upaya yang dilakukan pemerintah tak cukup tanpa ada dukungan dari masyarakat. Dukungan kuat seluruh elemen masyarakat sangat penting agar Indonesia segera terbebas dari Covid-19.

Tak hanya itu, mantan Panglima TNI itu menuturkan meningkatnya penyebaran covid-19 tak pandang bulu.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 dan Krisis Chip Bikin Harga Mobil Bekas Lebih Mahal Daripada Baru

"Meningkatnya penyebaran covid-19 ini tidak pandang bulu dan menyerang siapa saja, bisa saja menyerang teman, tetangga, istri, suami atau anak kita, bahkan mungkin kita sendiri," kata dia.

Komentar