Hujan di Musim Kemarau: Penyebab dan Sampai Kapan

Rifan Aditya

Sabtu, 26 Juni 2021 | 16:26 WIB
Hujan di Musim Kemarau: Penyebab dan Sampai Kapan
Hujan di Musim Kemarau: Penyebab dan Sampai Kapan - Ilustrasi Hujan. (unsplash)

Suara.com - Hujan di musim kemarau masih sering terjadi saat ini. Apa penyebab hujan di musim kemarau dan sampai kapan terjadinya?

Bulan Maret-Oktober normalnya menjadi musim kemarau di Indonesia. Akan tetapi, seperti yang terjadi, kenyataannya, pada musim kemarau ini, hujan lebat tetap turun dan terkadang disertai petir.

Sejumlah daerah diguyur hujan deras dan ada juga yang  diguyur hujan dengan intensitas ringan saja. Cuaca di luar penghitungan normal ini tentunya mengundang pertanyaan. Apa yang menjadi penyebab hujan di musim kemarau dan sampai kapan itu akan terjadi? Di bawah ini mungkin dapat menjadi penjelasan yang dapat mencerahkan pengetahuan Anda berdasarkan penjelasan BMKG.

Penyebab hujan di musim kemarau

Penyebab hujan di musim  kemarau adalah terjadi pembentukan Dipole Mode negatif di Samudera Hindia. Dipole Mode adalah fenomena anomali di laut yang ciri-cirinya terjadi penyimpangan suhu di laut yang berlawanan dengan bagian barat dan timur.

Ringkasnya Dipole Mode merupakan fenomena adanya interaksi antara atmosfer dan laut. Hal itu kemudian menyebabkan suhu meningkat dan memproduksi hujan. Dipole Mode negatif diperkirakan terjadi dalam waktu singkat, di bulan Juli-Agustus

Sampai kapan hujan di musim kemarau?

Diprediksi hujan di musim kemarau ini akan berlangsung sampai Oktober. Badan Klimatologi menjelaskan bahwa kondisi ini juga merupakan akibat dari pengaruh perubahan luas dan atmosfer di Samudera Hindia.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pembentukan pusat tekanan rendah berupa pusaran angin (vortex) di selatan ekuator sekitar pesisir barat Sumatera dan Jawa. Sementara itu, pembentukan vortex sangat intensif di Samudera Hindia. Oleh karena itu, diprediksi hujan di musim kemarau akan terjadi sepanjang musim kemarau.

baca juga

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Abu Vulkanik di Gunung Merapi

Hujan Abu Vulkanik di Gunung Merapi

Foto | Sabtu, 26 Juni 2021 | 14:54 WIB

Aceh Berpotensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

Aceh Berpotensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

Sumut | Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:28 WIB

BMKG Memprakirakan Hujan Lebat akan Terjadi di Jawa Tengah Hari Ini

BMKG Memprakirakan Hujan Lebat akan Terjadi di Jawa Tengah Hari Ini

Jawa Tengah | Sabtu, 26 Juni 2021 | 07:57 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Juni 2021 Tangerang Banten

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Juni 2021 Tangerang Banten

Banten | Sabtu, 26 Juni 2021 | 07:05 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×