DKI Buka Donasi Perabotan Rusun, Uki: Digaji Rakyat kok Minta Sumbangan Rakyat?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 28 Juni 2021 | 16:37 WIB
DKI Buka Donasi Perabotan Rusun, Uki:  Digaji Rakyat kok Minta Sumbangan Rakyat?
Suasana rumah susun yang akan di jadikan sebagai tempat antisipasi penampungan pasien Covid-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (16/6/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

Suara.com - Eks Juru Bicara PSI, Dedek Prayudi atau kerap disapa Uki mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang meminta sumbangan perabotan untuk Rusun Nagrak, Cilincing tempat isolasi Covid-19.

Ia mengaku tak habis pikir dengan Pemprov DKI Jakarta yang telah digaji oleh rakyat namun justru meminta sumbangan dari rakyat.

Kritik itu disampaikan oleh Uki melalui akun Twitter miliknya @uki23.

"Digaji rakyat kok minta-minta sumbangan rakyat?" kata Uki seperti dikutip Suara.com, Senin (28/6/2021).

Menurut Uki, masih banyak cara lain yang bisa ditempuh untuk menambah uang, alih-alih meminta sumbangan perabotan dari warga.

Uki menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta bisa memangkas struktur anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta yang menelan anggaran begitu besar.

Uki kritik Pemprov DKI minta sumbangan ke rakyat untuk perabotan rusun (Twitter)
Uki kritik Pemprov DKI minta sumbangan ke rakyat untuk perabotan rusun (Twitter)

Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menarik uang Formula E yang berujung tidak jelas hingga menggunakan uang operasional Anies sebesar Rp 3 miliar.

"Pangkas postur TGUPP yang enggak ada gunanya itu. Upayakan tarik uang Formula E yang enggak jelas juntrungannya itu. Pakai uang operasional gubernur yang Rp 3 miliar itu," ungkap Uki.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk berkolaborasi mengisi perabotan di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara yang kini menjadi tempat isolasi pasien Covid-19.

"Pemprov DKI Jakarta membuka kesempatan berkolaborasi bagi pihak-pihak yang ingin membantu untuk beberapa kebutuhan logistik dasar untuk kamar isolasi dan sarana poliklinik," tulis Pemprov DKI Jakarta dalam akun Instagram resmi.

Akun tersebut menjelaskan ada lima tower di rusun yang siap menampung 5.000 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi.

Namun, kelima tower tersebut belum terisi perlengkapan yang memadai untuk dijadikan tempat isolasi.

"Yuk, ikut ambil bagian, saling bantu, menguatkan di masa-masa kritis pandemi ini dengan berkolaborasi sebagai satu keluarga besar DKI Jakarta," tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asrama Haji Batakan Siapkan 811 Tempat Tidur Antisipasi Naiknya Pasien Covid-19 Balikpapan

Asrama Haji Batakan Siapkan 811 Tempat Tidur Antisipasi Naiknya Pasien Covid-19 Balikpapan

Kaltim | Senin, 28 Juni 2021 | 13:39 WIB

Soal Ruang Isolasi COVID-19 di Rusun Rujukan, Anies: Fasilitasnya Terus Ditambah

Soal Ruang Isolasi COVID-19 di Rusun Rujukan, Anies: Fasilitasnya Terus Ditambah

Jakarta | Senin, 28 Juni 2021 | 13:34 WIB

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wali Kota Semarang Buka MHC Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wali Kota Semarang Buka MHC Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Jawa Tengah | Sabtu, 26 Juni 2021 | 13:17 WIB

Terkini

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB