PPKM Darurat, Mendagri: Lebih Baik Bersakit-sakit Tiga Minggu

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 01 Juli 2021 | 17:24 WIB
PPKM Darurat, Mendagri: Lebih Baik Bersakit-sakit Tiga Minggu
Mendagri, Tito Karnavian. (Dok: Kemendagri)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali harus dilakukan.

Tito mengemukakan, langkah tersebut terpaksa dilakukan, karena nantinya juga akan berdampak juga pada perekonomian.

"Tiga minggu ini memang mesti dilakukan  dengan langkah-langkah yang tegas dan ketat. Karena memang kalau tidak dilakukan tetap saja akan menekan ekonomi," ujar Tito dalam jumpa pers, Kamis (1/7/2021).

Menurutnya, jika kasus Covid-19 dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit hampir penuh, malah membuat masyarakat panik. Selain itu berdampak pada kontraksi ekonomi. Sehingga pemerintah melakukan langkah tegas dalam PPKM Darurat yang mulai berlaku pada 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 .

"Kalau angka kasus Covid-19 dan BOR-nya hampir penuh otomatis akan membuat masyarakat panik, itu akan kontraksi ekonomi. Maka lebih baik kita melandaikan dengan tegas dan kemudian kita lakukan dengan sangat serius 3 minggu ini," ucapnya.

Nantinya, setelah tiga minggu pemerintah akan mengevaluasi kebijakan tersebut. Dia juga mengemukakan, lebih baik dilakukan pengetatan dalam kurang lebih tiga minggu agar kasus Covid-19 turun.

"Bagaimana setelah tiga minggu ini? Kami kira akan dievaluasi. Tapi lebih baik, kita bersakit-sakit tiga minggu daripada kita berlandai-landai tiga minggu dan kemudian kasusnya tidak-turun. Terpaksa, kita harus perpanjang lagi, kontraksi ekonomi akan makin terasa," ucap dia.

Karena itu, menurutnya, kebijakan PPKM Darurat perlu dilakukan dengan langkah kolaborasi seluruh Forkopimda. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dengan adanya aturan 100 persen kerja dari rumah.

Pasalnya, sektor makanan, minuman, dan obat-obatan tetap buka 100 persen dengan penerapan protokol yang ketat.

baca juga

"Dengan adannya pembatasan 100 WFH, kesiapan makanan minuman, masyarakat juga tidak menjadi panik. Karena dengan ada pembatasan sampai dengan 100 persen WFH, untuk kesiapan logistik kesiapan makanan minuman itu tidak masalah. Karena makanan, minuman semua sektor industri logistik itu tetap jalan 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kota Tangerang Siap Jalankan PPKM Darurat Jawa-Bali, Super Ketat!

Kota Tangerang Siap Jalankan PPKM Darurat Jawa-Bali, Super Ketat!

Banten | Kamis, 01 Juli 2021 | 17:23 WIB

Selain PPKM Mikro Darurat, Salatiga Lockdown RT Zona Merah, Setiap KK dapat Rp200 Ribu

Selain PPKM Mikro Darurat, Salatiga Lockdown RT Zona Merah, Setiap KK dapat Rp200 Ribu

Jawa Tengah | Kamis, 01 Juli 2021 | 17:23 WIB

Masjid Ditutup Selama PPKM Darurat, Jusuf Kalla: Cara Selamatkan Umat

Masjid Ditutup Selama PPKM Darurat, Jusuf Kalla: Cara Selamatkan Umat

News | Kamis, 01 Juli 2021 | 17:10 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×