Banyak Gang Diportal, Warga Depok dan Bogor Pusing Cari Jalan Tikus ke Jakarta

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 05 Juli 2021 | 13:04 WIB
Banyak Gang Diportal, Warga Depok dan Bogor Pusing Cari Jalan Tikus ke Jakarta
Salah satu jalan yang diportal di dekat titik penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Hingga siang ini, Senin (5/7/2021), penumpukan kendaraan roda dua maupun empat masih terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tepatnya di dekat Tapal Kuda Lenteng Agung. Hal itu terjadi imbas adanya penyekatan karena kebijakan PPKM Darurat Jawa - Bali.

Pantauan Suara.com di lokasi, sejumlah gang atau jalan kecil yang berada di sekitar lokasi ditutup. Gang pemukiman warga tersebut terpantau telah terpoltal sejak pagi tadi.

Alhasil, pengendara roda dua tidak bisa mencari jalan pintas atau jalan tikus untuk menuju kawasan DKI Jakarta. Atas hal tersebut, sebagian pengendara harus rela berputar arah dan kembali ke kawasan Depok, sebagian dari pengendara ada juga yang masih bertahan di lokasi dan berharap penyekatan dibuka.

Misalnya saja Roni (46), salah satu pekerja yang bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Sebagai warga Depok, sebelumnya di telah mencoba alternatif dengan melintasi Jalan Raya Bogor.

Hanya saja, di kawasan Panasonic, juga terjadi penyekatan serupa. Dengan demikian, dia memcoba melewati Jalan Raya Lenteng Agung -- ternyata jalan sejak pagi telah ditutup.

"Tadi saya sudah coba lewat Jalan Raya Bogor, tapi ada penyekatan. Makanya saya coba lewat sini (Lenteng Agung), eh ternyata sama juga," ungkap dia di lokasi.

Kemacetan kendaraan yang mengular imbas penyekatan PPKM Darurat di kawasan Lenteng Agung, Jaksel. (Suara.com/Arga)
Kemacetan kendaraan yang mengular imbas penyekatan PPKM Darurat di kawasan Lenteng Agung, Jaksel. (Suara.com/Arga)

Atas hal tersebut, Roni memilih berputar arah dan kembali ke Depok. Soal urusan pekerjaan, dia berencana menelpon pihak kantor dan menjelaskan soal kondisi penyekatan di lokasi.

Dipaksa Putar Balik

Kenyataan berbeda terjadi pada Sabtu (3/7/2021) kemarin lusa. Di lokasi yang sama, merujuk pada pantauan Suara.com, puluhan kendaraan dipaksa putar balik karena dampak penerapan PPKM Darurat. Lantaran tidak bisa melintas, sejumlah pengendara motor mengakalinya dengan mencari alternatif melintasi 'jalan tikus'. 

baca juga

Banyak pengendara yang kebingungan karena tidak bisa melintas menuju Jakarta. Mereka pun lantas mencari alternatif lain untuk menuju lokasi tujuan di Jakarta dengan melintasi jalan tikus yang berjarak sekitar 50 meter dari titik penyekatan. 

Akibat, penyekatan itu sempat terjadi kemacetan, karena sejumlah kendaraan menghentikan kendaraannya. 

Kanit Lantas Polsek Setiabudi, Kompol Sugianto ketika ditemui di lokasi mengatakan, penyekatan akan dilakukan selama 24 jam. Hal tersebut juga akan berlaku hingga 20 Juli 2021 mendatang.

"(Penyekatan) 24 jam sampai tanggal 20," ungkap Kompol Sugianto.

Sugianto menambahkan, ada sejumlah kendala sehingga terjadi penumpukan kendaraan yang melintas dari Depok menuju DKI Jakarta tersebut. Salah satunya, tidak ada penyekatan serupa di kawasan Depok dan menyebabkan penumpukan di lokasi.

"Kendalanya, mungkin jika di daerah Jakarta Selatan ini mungkin yang dari Depok ini, jika ada penyekatan, yang di sini tidak terlalu kewalahan, jadi tersaring di sana. Mengingat di depok belum ada ya. Semua menumpuk di sini," jelasnya.

Belum Tahu PPKM

Sugianto menambahkan, pada hari Sabtu dan Minggu situasinya tidak sepadat hari ini. Sebab, pada hari ini banyak sekali masyarakat yang hendak berangkat kerja.

"Kemarin tidak terlalu padat seperti ini. Karena hari ini adalah hari kerja, mungkin ada masyarakat yang belum mengetahui sehingga demikian," beber dia.

Sugianto pun mengakui, kepadatan pengendara lalu lintas yang terjadi di lokasi disebabkan kurangnya sosialisasi. Sehingga, lanjut dia, banyak sekali pengendara yang bertanya mengapa arus lalu lintas dari Depok menuju DKI Jakarta ditutup.

Setiap orang bertanya (kenapa jalan disekat). Sebetulnya kalau kami lihat dari pemberlakuan sejak tanggal 3 kemarin, dibilang kurang ya," sambungnya.

Cuma Ambulans Boleh Melintas

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah mengatakan, hanya pengendara yang bekerja di sektor esensial saja yang dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan DKI Jakarta. Pada hari ini, lanjut Azis, mobil ambulans diberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

"Semua ambulans kami bantu beri jalan. Sudah dibantu diberikan jalan," kata Azis kepada wartawan hari ini.

Pantauan di lokasi, memasuki pukul 10.26 WIB, jumlah kendaraan baik roda dua maupun empat yang tertahan di pos tersebut sedikit berkurang. Sebab, ada beberapa pengendara yang memilih berputar arah menuju ke arah Depok, Jawa Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Masuk Jakarta Harus Punya STRP Selama PPKM Darurat, Diusir Jika Tak Punya

Pekerja Masuk Jakarta Harus Punya STRP Selama PPKM Darurat, Diusir Jika Tak Punya

Jakarta | Senin, 05 Juli 2021 | 12:59 WIB

Mobilitas Warga Bandung Malah Meningkat di Masa PPKM Darurat

Mobilitas Warga Bandung Malah Meningkat di Masa PPKM Darurat

Jabar | Senin, 05 Juli 2021 | 12:50 WIB

PPKM Darurat, Wakil Wali Kota Solo: Masih Banyak Toko yang Bandel

PPKM Darurat, Wakil Wali Kota Solo: Masih Banyak Toko yang Bandel

Surakarta | Senin, 05 Juli 2021 | 12:46 WIB

Ingat! Jalur Lenteng Agung akan Disekat 24 Jam hingga 20 Juli

Ingat! Jalur Lenteng Agung akan Disekat 24 Jam hingga 20 Juli

News | Senin, 05 Juli 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×