CEK FAKTA: Benarkah Ivermectin Sudah Diproduksi Massal untuk Obat Covid-19?

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 06 Juli 2021 | 11:30 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Ivermectin Sudah Diproduksi Massal untuk Obat Covid-19?
Fakta Ivermectin sudah diproduksi massal sebagai obat terapi covid-19 (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan bahwa pemerintah sudah memproduksi massal Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.

Tak hanya itu, dalam narasi tersebut juga disebutkan bahwa ketersediaan ventilator sudah memadai.

Narasi tersebut akun Rku Snnn dalam grup Facebook Komunitas Gojek Bandung.

Berikut narasi yang diunggah:

"Seharusnya…3-4 bulan ke depan tidak perlu yang namanya lockdown…alasannya…

Ketersediaan ventilator cukup memadai
Obat Ivermectin sudah akan diproduksi massal
Warga yang di vaksin presentasenya sdh lumayan…
Terlalu sering lockdown malah menghancurkan ekonomi, terutama masyarakat yg pendapatannya pas2an…"

Benarkah klaim tersebut?

Fakta Ivermectin sudah diproduksi massal sebagai obat terapi covid-19 (Turnbackhoax.id)
Fakta Ivermectin sudah diproduksi massal sebagai obat terapi covid-19 (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (6/7/2021) klaim yang menyebut pemerintah sudah memproduksi massal Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19 adalah klaim yang salah.

Setelah ditelusuri, saat ini Ivermectin yang dikabarkan ampuh menjadi obat terapi Covid-19 masih dalam tahap uji klinis.

Jika sudah terbukti Ivermectin dapat dijadikan sebagai obat terapi Covid-19, baru akan mulai diproduksi massal.

Fakta Ivermectin sudah diproduksi massal sebagai obat terapi covid-19 (Turnbackhoax.id)
Fakta Ivermectin sudah diproduksi massal sebagai obat terapi covid-19 (Turnbackhoax.id)

Ivermectin sendiri sebelumnya sudah digunakan sebagai obat anti parasit cacing. Namun, untuk dapat digunakan sebagai obat terapi Covid-19 masih dalam tahap uji klinis.

Sementara itu, terkait klaim ventilartor yang memadai, klaim tersebut merupakan klaim hoaks.

Faktanya, banyak rumah sakit yang menolak pasien dengan keluhan sesak napas karena minimnya ventilator dan oksigen.

Beberapa kota dan rumah sakit di Indonesia yang kekurangan ventilator yakni rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta, rumah sakit rujukan di Surabaya, dan rumah sakit di Yogyakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Pandemi Covid-19 Janggal karena Korban Semua Meninggal di RS?

CEK FAKTA: Benarkah Pandemi Covid-19 Janggal karena Korban Semua Meninggal di RS?

News | Senin, 05 Juli 2021 | 17:04 WIB

Cek Fakta: Benarkah Kini Mengurus SIM dan SKCK Membutuhkan Sertifikat Vaksin Covid?

Cek Fakta: Benarkah Kini Mengurus SIM dan SKCK Membutuhkan Sertifikat Vaksin Covid?

News | Senin, 05 Juli 2021 | 08:12 WIB

CEK FAKTA: Viral Video Kedatangan WNA di Bandara Soekarno-Hatta, Benarkah?

CEK FAKTA: Viral Video Kedatangan WNA di Bandara Soekarno-Hatta, Benarkah?

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 18:46 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB