Terjadi Lagi, 140 Siswa di Nigeria Diculik Sekelompok Orang Bersenjata

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 06 Juli 2021 | 12:59 WIB
Terjadi Lagi, 140 Siswa di Nigeria Diculik Sekelompok Orang Bersenjata
Seorang siswa korban penculikan di Nigeria menangis saat bertemu keluarga. Foto sebagai ilustrasi.(Foto: AMINU ABUBAKAR/AFP)

Suara.com - Sekitar 140 siswa diculik oleh sekelompok orang bersenjata di negara bagian Kaduna, Nigeria, pada Senin (6/7).

Menyadur Al Jazeera Selasa (6/7/2021), penculikan tersebut menjadi kasus ke-10 sejak Desember yang tercatat di wilayah barat laut Nigeria.

Menurut keterangan polisi, para penculik menyerang Sekolah Menengah Bethel Baptist yang terletak di selatan negara bagian Kaduna.

"Mereka ... melumpuhkan penjaga keamanan sekolah dan masuk ke asrama siswa di mana mereka menculik sejumlah siswa dan membawanya ke dalam hutan," kata jelas Kepolisian Nigeria dalam sebuah pernyataan.

Polisi menambahkan bahwa 26 orang, termasuk seorang guru perempuan di sekolah tersebut, berhasil diselamatkan dari penculikan.

Pendeta John Hayab selaku pendiri sekolah tersebut mengatakan kepada kantor berita Reuters sekitar 25 siswa berhasil melarikan diri.

Menurut Hayab, sekitar 180 siswa berada di sekolah dan sedang dalam proses mengikuti ujian. Putranya yang berusia 17 tahun juga menjadi korban penculikan, namun berhasil kabur.

Penduduk setempat yang menolak disebutkan namanya mengatakan petugas keamanan langsung mendatangi sekolah setelah penculikan tersebut.

"Para penculik membawa 140 siswa, hanya 25 siswa yang lolos. Kami masih tidak tahu ke mana para siswa itu dibawa," kata Emmanuel Paul, seorang guru di sekolah tersebut kepada kantor berita AFP.

baca juga

Juru bicara kepolisian negara bagian Kaduna, Muhammed Jalige, membenarkan penculikan tersebut tetapi tidak memberikan rincian jumlah siswa yang dibawa oleh pelaku.

"Tim polisi taktis mengejar para penculik," katanya. "Kami masih dalam misi penyelamatan."

Industri Penculikan

Sekelompok orang bersenjata, yang dikenal oleh masyarakat lokal sebagai bandit, membuat kasus penculikan siswa sebagai ladang industri dengan meminta uang tebusan.

Para penculik tercatat telah membawa hampir 1.000 orang dari sekolah sejak Desember tahun lalu, lebih dari 150 di antaranya masih hilang hingga saat ini.

Para penculik juga menyasar jalanan, rumah warga bahkan rumah sakit. Pada Minggu dini hari, sekelompok orang bersenjata menculik enam, orang termasuk seorang anak berusia satu tahun dari sebuah rumah sakit di negara bagian Kaduna utara.

Penculikan siswa sekolah di Nigeria pertama kali dilakukan oleh kelompok bersenjata Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat, tetapi taktik tersebut kini telah diadopsi oleh kelompok lainnya.

Pada bulan Februari, Presiden Muhammadu Buhari mendesak pemerintah negara bagian untuk meninjau kembali kebijakan penanganan para bandit. Langkah memberikan uang tebusan dan kendaraan kepada para bandit dinilai menjadi bumerang.

Kasus penculikan paling besar terjadi pada tahun 2014. Lebih dari 270 siswi yang diculik oleh Boko Haram dari kota Chibok. Sekitar 100 dari mereka masih hilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlibat Kanibalisme, Pengadilan Swiss Penjarakan Pemberontak Afrika Barat 20 Tahun

Terlibat Kanibalisme, Pengadilan Swiss Penjarakan Pemberontak Afrika Barat 20 Tahun

News | Minggu, 20 Juni 2021 | 17:27 WIB

Kapolri Sebut Peredaran Sabu 1,129 Ton Dikendalikan WN Nigeria dari Lapas Cilegon

Kapolri Sebut Peredaran Sabu 1,129 Ton Dikendalikan WN Nigeria dari Lapas Cilegon

News | Senin, 14 Juni 2021 | 13:22 WIB

Hapus Cuitan Presiden, Nigeria Putuskan Blokir Twitter

Hapus Cuitan Presiden, Nigeria Putuskan Blokir Twitter

Tekno | Minggu, 06 Juni 2021 | 10:30 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×