Pasukan AS Pergi dari Pangkalan Bagram, Tinggalkan Surga Bagi Penjarah

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 06 Juli 2021 | 13:54 WIB
Pasukan AS Pergi dari Pangkalan Bagram, Tinggalkan Surga Bagi Penjarah
Situasi pangkalan Bagram setelah ditinggal pasukan AS. (WAKIL KOHSAR/AFP)

Suara.com - Pasukan AS meninggalkan Lapangan Terbang Bagram di Afghanistan pada akhir pekan sebagai bagian dari penarikan terakhir pasukan AS dan NATO dari Afghnistan.

Menyadur New York Post Selasa (06/07) AS dan sekutunya pergi tanpa memberi tahu komandan baru dari pemerintah Kabul dan menyisakan kericuhan kecil terkait penjarahan.

“Kami (mendengar) desas-desus bahwa Amerika pergi dari pangkalan pukul tujuh pagi dan kami menerima konfirmasi bahwa mereka telah meninggalkan Bagram,” kata komandan pangkalan baru Jenderal Mir Asadullah Kohistani.

Salah satu tentara Afghanistan, Naematullah mengatakan pasukan AS kehilangan semua nama baik mereka selama 20 tahun karena hal ini. "Tanpa memberi tahu tentara Afghanistan yang berada di luar berpatroli di daerah itu.” 

Segera setelah pasukan AS meninggalkan pangkalan yang ditandai dengan memutus aliran listrik, saat itu juga penjarah langsung menyerbu dari gerbang utara.

Situasi pangkalan Bagram setelah ditinggal pasukan AS. (WAKIL KOHSAR/AFP)
Situasi pangkalan Bagram setelah ditinggal pasukan AS. (WAKIL KOHSAR/AFP)

“Awalnya kami mengira mungkin mereka adalah Taliban,” ujar tentara lain, seorang veteran 10 tahun bernama Abdul Raouf, mengatakan tentang para penjarah.

Raouf melanjutkan bahwa pasukan Amerika menelepon dari bandara internasional di Kabul sekitar satu jam perjalanan ke selatan Bagram untuk memberi tahu rekan Afghanistan bahwa mereka telah meninggalkan pangkalan.

Pada hari Senin, ketika pasukan Afghanistan membuka lapangan terbang untuk media, tentara terlihat mengumpulkan tumpukan sampah yang ditinggalkan penjarah seperti botol air kosong, kaleng dan minuman energi kosong.

Di luar gerbang, pedagang barang bekas menjajakan barang yang ditinggalkan orang Amerika, termasuk bola basket, sepeda, helm, kipas angin listrik, headphone peredam bising bahkan deterjen.

baca juga
Pedagang barang bekas Afghanistan menunjukkan rompi lapis baja pasukan AS. (Shutterstock)
Pedagang barang bekas Afghanistan menunjukkan rompi lapis baja pasukan AS. (Shutterstock)

Laporan menyebut pasukan AS meninggalkan 3,5 juta barang termasuk telepon, kenop pintu dan jendela di setiap barak juga pintu di setiap barak.

Beberapa senjata kecil dan amunisi senagaja mereka tinggalkan untuk rekan Afghanistan dan pasukan AS pulang hanya dengan senjata berat. Mereka juga meninggalkan kendaraan sipil tanpa kunci dan kendaraan lapis baja.

Amunisi untuk senjata yang tidak ditinggalkan untuk militer Afghanistan sudah diledakkan sebelum mereka pergi.

Pasukan keamanan Afghanistan juga mewarisi sebuah penjara yang menampung sekitar 5.000 tahanan yang kebanyakan dari mereka diduga Taliban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenderal Amerika Sebut Irak Masih Butuh Pasukan AS untuk Melawan ISIS

Jenderal Amerika Sebut Irak Masih Butuh Pasukan AS untuk Melawan ISIS

News | Jum'at, 20 November 2020 | 13:08 WIB

Kelompok Taliban Desak Joe Biden Tarik Pasukan AS dari Afganistan

Kelompok Taliban Desak Joe Biden Tarik Pasukan AS dari Afganistan

News | Rabu, 11 November 2020 | 12:27 WIB

Menhan Jerman Sebut Penarikan Pasukan AS Beri Dampak Global Bagi NATO

Menhan Jerman Sebut Penarikan Pasukan AS Beri Dampak Global Bagi NATO

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 17:57 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×