alexametrics

Presiden Haiti Tewas Dalam Serangan di Rumahnya Sendiri

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Presiden Haiti Tewas Dalam Serangan di Rumahnya Sendiri
Presiden Haiti Jovenel Moise. (CHANDAN KHANNA/AFP)

Ia tewas ditembak pada malam hari.

Suara.com - Presiden Haiti Jovenel Moise tewas dalam serangan orang tak dikenal di kediamannya pribadinya sementara istrinya terluka dan sedang dalam perawatan di rumah sakit.

menyadur Channel News Asia Rabu (07/07), Moise ditembak mati oleh penyerang tak dikenal pada malam hari. Perdana Menteri Sementara Claude Joseph menyebut tindakan itu tidak manusiawi dan barbar.

"Presiden dibunuh di rumahnya oleh orang asing yang berbicara bahasa Inggris dan Spanyol," kata Joseph.

Istri Moise yang terluka berada di rumah sakit, menurut Joseph, yang mendesak masyarakat untuk tetap tenang dan bersikeras polisi dan tentara akan memastikan keselamatan penduduk.

Baca Juga: 7 Pemuka Agama Katolik Diculik di Haiti, Minta Tebusan Rp 14 Miliar

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya gelombang kekerasan terkait politik di negara Karibia terebut. Haiti kini terpecah secara politik dan menghadapi krisis kemanusiaan dan kekurangan makanan.

Presiden Haiti Jovenel Moise dan istrinya saat dilantik. (Hector Retamal/AFP)
Presiden Haiti Jovenel Moise dan istrinya saat dilantik. (Hector Retamal/AFP)

"Semua tindakan diambil untuk menjamin kelangsungan negara dan untuk melindungi bangsa," kata Joseph.

Port-au-Prince mengalami peningkatan kekerasan ketika geng-geng saling bertarung dan polisi menguasai jalanan. Kekerasan dipicu peningkatan kemiskinan dan ketidakstabilan politik.

Moise telah menghadapi protes sengit sejak menjabat sebagai presiden pada 2017. Oposisi menuduhnya berusaha memasang kediktatoran menjadi lebih otoriter. Namun semua tuduhan itu dibantah.

Selain pemilihan presiden, legislatif dan lokal, Haiti akan mengadakan referendum konstitusional pada September setelah dua kali ditunda karena pandemi virus corona.

Para kritikus juga mengklaim bahwa tidak mungkin menyelenggarakan pemungutan suara, mengingat ketidakamanan umum di negara itu.

Baca Juga: FIFA Skors Presiden Federasi Sepak Bola Haiti atas Kasus Pelecehan Seks

Komentar