alexametrics

Nadia: Penilaian Level Situasi Pandemi Covid-19 Wilayah Digelar per Pekan

Liberty Jemadu
Nadia: Penilaian Level Situasi Pandemi Covid-19 Wilayah Digelar per Pekan
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Untuk menentukan level situasi pandemi satu wilayah, ada dua faktor yang dipertimbangka. Pertama level transmisi penularan. Kedua kapasitas respon sistem kesehatan di wilayah

Suara.com - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah melakukan penilaian level situasi pandemi suatu wilayah per pekan agar dapat menentukan strategi penanggulangan yang tepat.

"Assessment level situasi pandemi ini kita lakukan setiap satu minggu di tiap kabupaten/kota dan provinsi," kata Nadia dalam keterangan pers harian PPKM Darurat, Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Penilaian level situasi wilayah tersebut merupakan bagian dari strategi adaptif dan dinamis yang diterapkan pemerintah agar dapat merespon perubahan yang terjadi sehari-hari dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19.

Selain itu, keberhasilan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat harus diukur secara akurat dan transparan. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan penilaian level situasi pandemi.

Baca Juga: PWNU DKI Dukung Aksi Anies Pidanakan Perusahaan Melanggar PPKM Darurat

Nadia juga mengatakan Kementerian Kesehatan akan terus meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pencatatan dan pelaporan sebagai upaya pemantauan (monitoring) dampak dari PPKM darurat.

"Pemberlakuan PPKM darurat diharapkan dapat mengurangi tingkat transmisi dengan segera bersamaan dengan upaya meningkatkan kapasitas respon kesehatan sehingga level situasi pandemi dapat membaik dan PPKM darurat dapat dicabut," tuturnya.

Untuk menentukan status level pandemi kabupaten/kota yang menjadi lokasi PPKM Darurat saat ini, pemerintah sudah menyusun indikator tentang penyesuaian upaya-upaya kesehatan masyarakat dan upaya sosial dalam penanggulangan pandemi yang diadopsi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Situasi pandemi terbagi dalam lima tingkat yakni 0-4, yang menggambarkan kecukupan kapasitas respon sistem kesehatan seperti kapasitas pengujian (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan relatif terhadap transmisi penularan virus di wilayah tersebut.

Level di tingkat 0 adalah situasi di mana wilayah tersebut memiliki kapasitas respon yang memadai dan tidak memiliki kasus sama sekali. Dalam hal ini wilayah tersebut tidak perlu memperketat protokol kesehatan masyarakat atau membatasi aktivitas sosial mereka.

Baca Juga: Akses Masuk Kota Malang Ditutup Imbas PPKM Darurat, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

Sebaliknya level situasi tertinggi yakni level situasi 4 di mana transmisi virus sangat tinggi sementara kapasitas respon sangat terbatas. Dalam situasi ini, protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas sosial harus diperketat agar jumlah kasus turun sampai level yang dapat ditangani fasilitas layanan kesehatan yang ada.

Komentar