alexametrics

Pimpin Ribuan Dokter untuk Kirim Obat Covid ke Warga Miskin, Pesan Luhut ke Panglima TNI

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Pimpin Ribuan Dokter untuk Kirim Obat Covid ke Warga Miskin, Pesan Luhut ke Panglima TNI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. [Antara]

Ia menyarankan 2.200 dokter yang direkrut dan dikoordinasi oleh Kapuskes TNI dan dipimpin oleh Panglima TNI, bisa mengatur soal itu.

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana akan membagikan paket obat-obatan bagi warga miskin yang menderita Covid-19. Rencana itu sudah masuk dalam tahap finalisasi. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Darurat Provinsi Jawa-Bali sempat melakukan rapat virtual pada Minggu (11/7/2021). Ia berharap ketersediaan obat-obatan bisa aman pada pekan depan. 

“Minggu depan mudah-mudahan sudah lebih baik,”  ujar Luhut soal ketersediaan obat-obatan bagi penderita Covid-19.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa syarat untuk memperoleh obat dari pemerintah itu dengan cara menunjukkan hasil tes swab PCR.

Baca Juga: Jaga Semangat! 2.791 Pasien Covid-19 di Klaten Sembuh dalam Sepekan Terakhir

Ia menyarankan 2.200 dokter yang direkrut dan dikoordinasi oleh Kapuskes TNI dan dipimpin oleh Panglima TNI, bisa mengatur soal itu. 

"Dan selalu dikoordinasikan dengan Kemenkes,” lanjutnya.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang turut hadir dalam rakor virtual tersebut menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyusun mekanisme pencatatan, penyaluran, dan sosialisasi obat-obatan tersebut.

“Untuk kecamatan dan desa kami tentu akan terus dengan dokter dan bidan desa untuk edukasi pasien, dan bersama Babinsa juga nanti akan membantu,” kata Hadi. 

Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyebutkan bahwa sasaran distribusi obat adalah pasien covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri.

Baca Juga: Puan Maharani: Kita Butuh Obat Murah dan Massal untuk Pasien Covid-19

“Diutamakan yang berlatar belakang sosial ekonomi rendah,” ujarnya.

Komentar