Kantongi 45 Juta Dosis Vaksin, Pemerintah Bakal Sebar hingga ke Daerah Marginal

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 12 Juli 2021 | 16:33 WIB
Kantongi 45 Juta Dosis Vaksin, Pemerintah Bakal Sebar hingga ke Daerah Marginal
Ilustrasi Vaksin Covid

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Darurat Provinsi Jawa-Bali mengatakan pemerintah telah mendapatkan 45 juta dosis vaksin yang bakal diberikan kepada masyarakat.

Luhut menyebut proses pemberian vaksin akan dilakukan merata bahkan hingga ke wilayah marginal. 

Pemerintah kata Luhut, sebelumnya sudah memiliki 31 juta dosis vaksin Covid-19 pada Juli 2021. Jumlah itu kian meningkat setelah adanya sumbangan vaksin dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia.

"Karena ada sumbangan-sumbangan dari berbagai negara jadi 45 juta lebih," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/7/2021).

Karena itu, pemerintah pun merencanakan untuk meningkatkan proses vaksinasi setiap harinya. Peningkatan vaksinasi tersebut bakal dilaksanakan dibantu oleh pasukan dari TNI dan Polri serta Dinas Kesehatan.

Kekinian, kata Luhut, proses pemberian vaksin itu juga akan diperluas bahkan ke wilayah marjinal. Ia menyebut prosesnya akan terselenggara mulai pekan ini.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Summarecon Bandung pada tanggal 10 Juli 2021.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Summarecon Bandung pada tanggal 10 Juli 2021.

"Langsung ke daerah-daerah marjinal, jadi pinggiran pinggiran kota, langsung tim akan menyuntikan di sana dan mungkin mulai minggu ini berjalan."

Sebelumnya, Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 untuk penanganan pandemi. Kali ini sebanyak 10.000.280 dosis bahan baku Vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech, China yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada Senin (12/7/2021) siang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ini merupakan kedatangan vaksin tahap ke-21 yang sudah dilakukan pemerintah.

"Hari ini kita kembali kedatangan 10.000.280 dosis bahan baku Vaksin Sinovac, termasuk overfill atau ekstra 10 dan 1 RKN Reagen," kata Budi Gunadi dalam jumpa pers virtual, Senin (12/7/2021).

Budi menyebut pemerintah akan berupaya mempercepat dan memperluas program vaksinasi untuk mempercepat terbangunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Kabinet Jokowi Bocorkan PPKM Darurat Bakal Diperpanjang, Berapa Lama?

Menteri Kabinet Jokowi Bocorkan PPKM Darurat Bakal Diperpanjang, Berapa Lama?

Jabar | Senin, 12 Juli 2021 | 16:28 WIB

Pemerintah Impor 40 Ribu Ton Oksigen Liquid, Luhut: Bisa Dipinjam ke Rumah-rumah

Pemerintah Impor 40 Ribu Ton Oksigen Liquid, Luhut: Bisa Dipinjam ke Rumah-rumah

News | Senin, 12 Juli 2021 | 16:08 WIB

Tanpa Surat Domisili, Sekarang Masyarakat Bisa Dapat Vaksin Covid-19 di Bandara Soeta

Tanpa Surat Domisili, Sekarang Masyarakat Bisa Dapat Vaksin Covid-19 di Bandara Soeta

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 16:00 WIB

Hampir Mirip, Simak Perbedaan Gejala Influenza, Pilek, dan Covid-19

Hampir Mirip, Simak Perbedaan Gejala Influenza, Pilek, dan Covid-19

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat

Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:59 WIB

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:57 WIB

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan

Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

Polisi Sebut WFH ASN Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lengang Hari Ini

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:39 WIB

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

Geledah Rumah PNS dan Pihak Swasta, KPK Amankan Bukti Kasus Pemerasan dan Gratifikasi di Madiun

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:33 WIB

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

Ogah Santai Saat WFH Jumat, Pramono Anung Pantau Pengerukan Kanal Banjir Barat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:31 WIB

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:28 WIB

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:24 WIB

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB