WHO Kecam Booster Vaksin Covid-19 karena Banyak Negara Lain Belum Kebagian

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Selasa, 13 Juli 2021 | 15:24 WIB
WHO Kecam Booster Vaksin Covid-19 karena Banyak Negara Lain Belum Kebagian
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Suara.com - Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi teguran keras pada Pfizer dan produsen vaksin lainnya yang mulai mengembangkan booster vaksin Covid-19 ke negara berpenghasilan tinggi.

Tedros mengatakan seharusnya produsen fokus pada penyediaan vaksin ke negara-negara yang memiliki akses terbatas ke dosis pertama.

Pernyataan ini muncul empat hari setelah Pfizer mengumumkan dosis ketiga vaksinnya 'mungkin' diperlukan untuk menjaga tingkat perlindungan tetap tinggi.

Menyadur Stat News Selasa (13/07), ia juga menegur Moderna karena sedang mengembangkan vaksin tambahan yang ditargetkan pada varian Covid-19. “Kami membuat pilihan untuk tidak melindungi mereka yang paling membutuhkan."

Setelah 10 minggu mengalami penurunan tingkat kematian, jumlah korban Covid-19 global kembali meningkat, kata direktur jenderal WHO ini. “Namun, tidak semua tempat menerima suntikan yang sama."

Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)

"Kami berada di tengah pandemi dua jalur yang berkembang di mana si kaya dan si miskin, di dalam dan antar negara, semakin beebeda,” tambahnya.

Tedros mengatakan sebaiknya Pfizer dan Moderna memprioritaskan pasokan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk melalui program COVAX.

Pada minggu lalu, Pfizer menyebut data Israel yang menyarankan "dosis ketiga diperlukan dalam waktu enam sampai 12 bulan setelah vaksinasi penuh."

Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO belum nendukung gagasan ini. “Mungkin Anda membutuhkan booster setelah satu atau dua tahun. Pada titik ini, enam bulan setelah dosis utama, tampaknya tidak ada indikasi apapun."

baca juga

“Jika 11 negara berpenghasilan tinggi dan menengah atas memutuskan akan menggunakan booster, ini akan membutuhkan 800 juta dosis vaksin tambahan,” katanya.

Mike Ryan, kepala program kedaruratan kesehatan badan kesehatan global juga mengkritik pendekatan tersebut.

"Bagian mana dari 'Ini adalah krisis global' yang tidak kita dapatkan?" dia bertanya, dengan mengatakan fokus dunia sekarang adalah melindungi orang yang paling rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Menkes: Booster bagi Tenaga Kesehatan

3 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Menkes: Booster bagi Tenaga Kesehatan

Health | Minggu, 11 Juli 2021 | 17:32 WIB

Update Covid-19 Global: Inggris Siapkan Suntikan Booster Vaksin Akhir Tahun Ini

Update Covid-19 Global: Inggris Siapkan Suntikan Booster Vaksin Akhir Tahun Ini

Health | Kamis, 01 Juli 2021 | 08:34 WIB

Teruji Aman, Suntikan Booster Masih Jadi Perdebatan

Teruji Aman, Suntikan Booster Masih Jadi Perdebatan

Health | Sabtu, 26 Juni 2021 | 09:47 WIB

Terkini

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

×