Teruji Aman, Suntikan Booster Masih Jadi Perdebatan

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 26 Juni 2021 | 09:47 WIB
Teruji Aman, Suntikan Booster Masih Jadi Perdebatan
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Ketika varian Delta dan Delta Plus yang pertama kali diidentifikasi di India, serta mutasi lain dari virus corona Covid-19 terus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, perbincangan soal suntikan booster berkembang.

Para ilmuwan menemukan bahwa kekebalan terhadap virus corona mulai berkurang berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah vaksinasi, sehingga suntikan booster, yakni pemberian vaksin kembali diharapkan dapat digunakan untuk memperpanjang kekebalan itu.

Melansir dari The National News, di Abu Dhabi, Departemen Kesehatan menawarkan dosis ketiga vaksin Sinopharm bagi mereka yang mendapat dosis kedua enam bulan lalu.

Dr ElGhazali mengatakan kekebalan mulai turun enam bulan setelah dosis kedua suntikan Sinopharm diberikan, dan suntikan booster aman dan efektif dalam pengujian.

"Kami telah melihat respons imun yang sangat kuat ketika booster ketiga Pfizer diberikan setelah dua dosis Sinopharm," katanya.

"Ketika ada infeksi alami dari virus, kami melihat respons imun setelah sekitar tiga minggu, dan kami melihat respons serupa setelah dosis vaksin kedua," lanjutnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Sementara itu sebuah penelitian di Jerman baru-baru ini mengamati subjek yang menerima satu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca, diikuti delapan minggu kemudian dengan dosis suntikan Pfizer-BioNTech.

Sampel darah menunjukkan bahwa perlindungan pada orang yang diberi dua vaksin berbeda empat kali lebih tinggi daripada mereka yang menerima dua dosis suntikan Pfizer.

Penelitian di seluruh dunia pun sedang dilakukan untuk menentukan seberapa efektif suntikan booster dalam menawarkan perlindungan yang lebih besar terhadap varian baru Covid-19.

baca juga

Beberapa negara, seperti AS dan Inggris, telah mengisyaratkan bahwa mereka dapat meluncurkan suntikan booster dalam waktu satu tahun.

Namun demikian, muncul perdebatan mengenai apakah program suntikan booster adalah hal yang benar untuk dilakukan ketika banyak negara kurang berkembang tertinggal dalam program vaksinasi mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak negara-negara kaya untuk menyumbangkan vaksin kepada yang lebih miskin sebelum mempertimbangkan suntikan booster.

"Kami tidak memiliki informasi yang diperlukan untuk membuat rekomendasi apakah booster akan dibutuhkan atau tidak, ilmu pengetahuan masih berkembang," kata Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, dikutip dari CNBC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat, APBD Batam Diprediksi Defisit Rp200 Milyar

Kasus Covid-19 Meningkat, APBD Batam Diprediksi Defisit Rp200 Milyar

Batam | Sabtu, 26 Juni 2021 | 09:09 WIB

Miris, Pasien OTG Covid-19 di Madura Tidur Tak Layak di Tempat Karantina

Miris, Pasien OTG Covid-19 di Madura Tidur Tak Layak di Tempat Karantina

Jatim | Sabtu, 26 Juni 2021 | 09:08 WIB

COVID-19 Mengganas, Ini Daftar Tempat Wisata di Jakarta yang Tutup Sementara

COVID-19 Mengganas, Ini Daftar Tempat Wisata di Jakarta yang Tutup Sementara

Jakarta | Sabtu, 26 Juni 2021 | 09:05 WIB

Terkini

4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau

4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 06:50 WIB

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:45 WIB

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:23 WIB

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 06:12 WIB

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

×