Usai Pernyataan Ngasal Saleh Daulay, DPR Diminta Tak Beri Contoh Perilaku Membangkang

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 14 Juli 2021 | 15:34 WIB
Usai Pernyataan Ngasal Saleh Daulay, DPR Diminta Tak Beri Contoh Perilaku Membangkang
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Dok: DPR)

Suara.com - Peneliti Formappi Lucius Karus mempertanyakan kinerja DPR untuk rakyat, seiring pernyataan Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay yang menyoal ruangan ICU. Saleh sebelumnya mengaku tidak ingin mendengar ada anggota DPR yang tidak mendapatkan ruangan ICU untuk penanganan Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat rapat yang dilakukan secara daring pada Selasa (13/7/2021).

Lucius merasa heran dengan pemikiran Saleh yang dinilainya picik, lantaran menyampaikan pernyataan demikian.

"Kalau pikiran anggota DPR yang diharapkan menjadi pembuat kebijakan untuk rakyat sudah picik seperti ini, bagaimana bisa mengharapkan mereka melahirkan kebijakan yang baik dan benar untuk rakyat?" katanya saat dihubungi pada Rabu (14/7/2021).

Atas kejadian Saleh tersebut, Lucius mengatakan bahwa sudah saatnya DPR memikirkan kembali sumbangsih mereka dalam mengatasi pandemi.

Tentu selain memikirkan kebijakan strategis mengatasi pandemi, anggota DPR juga harus bisa menjadikan diri mereka sebagai teladan kepada seluruh rakyat.

"Pandemi ini lebih banyak bisa teratasi melalui kedisiplinan menjalankan aturan. Anggota DPR harus bisa menyumbang soal perilaku disiplin ini. Jangan sampai DPR justru menjadi contoh soal perilaku membangkang," katanya.

Dia juga mengingatkan kepada anggota DPR agar jangan menjadikan pandemi sebagai instrumen politik untuk kepentingan politik prinadi atau parpol mereka.

"Menjadikan pandemi sebagai alat untuk menaikkan citra politik parpol adalah hal paling menyakitkan yang sejauh ini kerap diperlihatkan DPR. Mereka sibuk mengkritik kebijakan pemerintah melalui medsos, tanpa menunjukkan bagaimana cara terbaik yang bisa diusulkan kepada pemeritah melalui jalur resmi yakni DPR," tuturnya.

"Jadi kegaduhan akibat tuntutan tak masuk akal Saleh ini mesti menjadi momentum bagi DPR untuk mengevaluasi keseriusan mereka untuk menjadi bagian dari solusi ban gsa mengatasi pandemi ini," sambungnya.

Pernyataan Ngasal Saleh Daulay

Sebelumnya, Lucius menilai pernyataan Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Daulay soal ICU adalah pernyataan yang serampangan dan ngasal.

Pernyataan-pernyataan seperti yang diutarakan Saleh, kata Lucius kontra produktif dengan upaya pemerintah dan seluruh bangsa untuk menyatukan langkah bersama agar bisa segera keluar dari situasi darurat pandemi.

Terlebih sebelumnya ada pernyataan dari Wasekjen PAN Rosaline menyoal rumah sakit khusus pejabat

"Salah satu yang membuat situasi darurat saat ini menjadi semakin berat adalah banyaknya pernyataan pejabat yang serampangan, ngasal, dan kontradiktif. Pernyataan-pernyataan seperti yang disampaikan Saleh Daulay soal ICU untuk anggota DPR ini salah satunya," kata Lucius kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Dia memahami mungkin saja niat Saleh dalam pernyataannya didasarkan pada tuntutan pengalaman kehilangan atau kesedihan pribadinya terkait adanya teman sejawat atau anggota keluarga yang menjadi korban dari pandemi.

Namun menurutnya, Saleh mestinya punya kontrol pada diri sendiri agar pernyataan yang disampaikan di forum resmi di DPR tak dikendalikan oleh emosi atau sentimen-sentimen yang sifatnya sangat personal.

Diketahui pernyataan menyoal ICU itu disampaikan Saleh dalam rapat kerja antara Komisi IX dengan Menkes dan Kepala BPOM, Selasa (13/7).

"Sebagai anggota DPR, forum rapat kerja dengan menteri itu harus digunakan secara efektif untuk membicarakan kebijakan strategis yang akan diambil negara untuk mengatasi pandemi ini. Apalagi Ungkapan Saleh disampaikan ketika raker dengan Kemenkes, kementerian yang paling bertanggungjawab soal kebijakan mengatasi pandemi mewakili pemerintah," ujarnya.

Karena itu pernyataan-pernyataan anggota DPR di rapat atau forum resmi seharusnya mengacu pada situasi dan juga kebutuhan seluruh rakyat.

Dia juga mengatakan titik pijak pembicaraan anggota harus bersadarkan situasi nyata yang dihadapi seluruh rakyat, lalu bersama menteri kesehatan mencarikan solusinya.

"Ketika anggota DPR menjadikan raker dengan menteri sebagai ajang curhat perasaan pribadi seperti yang ditunjukkan Saleh, maka yang justru muncul adalah pernyatan yang kontrapproduktif," kata Lucius.

Luruskan Pernyataan

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay pun meluruskan pernyataannya kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat. Adapun pernyataan itu menyoal dirinya yang enggan mendengar kembali kabar anggota DPR tidak mendapatkan ICU untuk perawatan Covid-19.

Saleh berujar pernyataannya tersebut tidak ada maksud untuk melebih-lebihkan pejabat atau anggota DPR untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

"Dalam konteks ini, saya perlu meluruskan bahwa apa yang saya sampaikan di rapat tidak ada maksud untuk melebih-lebihkan para pejabat ataupun anggota DPR. Apa yang saya sampaikan adalah bagaimana agar pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat seluruh pasien Covid, tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial," tutur Saleh kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Saleh mengatakan dirinya mengikuti rapat dengan Menkes dan BPOM pada Selasa kemarin sampai selesai. Hal itu ia lakukan lantaran ingin turut memastikan agar usulan soal penyediaan fasilitas kesehatan, alat-alat kesehatan, terutama ICU dan obat-obatan dan lain-lain masuk dalam kesimpulan.

"Itu ada di dalam kesimpulan nomor 4 huruf (a)," ujar Saleh.

Dengan begitu, kata Saleh tidak ada niat dan arah dari diirinya atas pembicaraan kemarin untuk membeda-bedakan masyarakat.

"Saya justru selama ini memperjuangkan agar pelayanan kesehatan dapat dengan mudah diakses masyarakat. Semua orang sama haknya dalam bidang pelayanan kesehatan. Itu adalah amanat konstitusi yang harus dijaga," ujar Saleh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR: Vaksin Gotong Royong Individu Tidak Boleh Kurangi Hak Rakyat Peroleh Vaksin Gratis

DPR: Vaksin Gotong Royong Individu Tidak Boleh Kurangi Hak Rakyat Peroleh Vaksin Gratis

DPR | Rabu, 14 Juli 2021 | 14:59 WIB

Kontroversial! 4 Ujaran Politikus PAN saat Lonjakan Kasus Covid-19, Menuai Kritik

Kontroversial! 4 Ujaran Politikus PAN saat Lonjakan Kasus Covid-19, Menuai Kritik

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 14:57 WIB

Formappi soal Saleh Daulay: Curhat Pribadi di Rapat DPR Bikin Pernyataan Dewan jadi Ngasal

Formappi soal Saleh Daulay: Curhat Pribadi di Rapat DPR Bikin Pernyataan Dewan jadi Ngasal

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 14:28 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB