Afsel Cabut Pembatasan Usai Gelombang Ketiga Covid-19 Menurun

Bangun Santoso Suara.Com
Senin, 26 Juli 2021 | 11:39 WIB
Afsel Cabut Pembatasan Usai Gelombang Ketiga Covid-19 Menurun
Ilustrasi Afrika Selatan. [Gordon Johnson/Pixabay]

Suara.com - Afrika Selatan mencabut pembatasan pergerakan orang antarprovinsi ketika gelombang ketiga virus corona telah mencapai puncaknya.

Negara paling maju di Afrika yang menyumbang lebih dari sepertiga dari total infeksi dan 40 persen kematian akibat COVID-19 di benua itu telah mengalami gelombang infeksi ketiga yang parah selama sebulan terakhir akibat penyebaran varian Delta. Namun, jumlah kasus mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.

"Angka terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar telah melewati puncak gelombang ketiga infeksi," kata Presiden Cyril Ramaphosa dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia memperingatkan bahwa di beberapa provinsi masih ada peningkatan kasus.

Ramaphosa menurunkan status negara itu ke "level 3 yang disesuaikan'" dalam sistem lima-level kedaruratan COVID-19 dan status baru itu berlaku seketika.

Di bawah aturan level 3, orang dapat melakukan perjalanan antarprovinsi untuk berwisata.

Ramaphosa juga mengumumkan bahwa awal jam malam diundur satu jam, yaitu pada pukul 22.00, dan akan berakhir pada jam 04.00 pagi.

Penjualan alkohol di gerai-gerai ritel akan diizinkan mulai Senin hingga Kamis dan restoran juga akan diizinkan untuk menyajikan minuman keras, katanya.

Namun, pembatasan yang diberlakukan pada pertemuan di dalam dan di luar ruangan akan dipertahankan.

Baca Juga: Ilmuwan Sebut Obat Anjing Masitinib Berpotensi Jadi Antivirus Hadapi Pandemi Covid-19

Tingkat infeksi, setelah mencapai puncak dengan sekitar 26.500 kasus per hari pada awal Juli, telah turun menjadi rata-rata sekitar 12.000 per hari dalam tujuh hari terakhir.

Gauteng, provinsi terparah yang dilanda wabah dan rumah bagi kota terbesar di Afrika Selatan Johannesburg, melaporkan penurunan tajam dalam kasus baru.

Pemerintah juga akan membuka vaksinasi COVID-19 untuk warga berusia 18-34 tahun mulai 1 September, kata Ramaphosa.

Afrika Selatan akan mendapatkan 31 juta dosis vaksin Pfizer Inc dan Johnson & Johnson selama tiga bulan ke depan yang akan memastikan negara itu memiliki cukup vaksin hingga akhir tahun, katanya.

Afrika Selatan sejauh ini baru memvaksinasi lengkap 4 persen populasinya yang mencapai sekitar 60 juta orang.

Ramaphosa mengatakan pemerintahnya akan memberikan 350 rand (sekitar Rp341 ribu) per bulan sebagai bantuan kepada mereka yang terkena dampak pembatasan COVID-19. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI