Usai Pecat Perdana Menteri, Presiden Kais Saied Berlakukan Jam Malam di Tunisia

Bangun Santoso

Selasa, 27 Juli 2021 | 11:21 WIB
Usai Pecat Perdana Menteri, Presiden Kais Saied Berlakukan Jam Malam di Tunisia
Presiden Tunisia Kais Saied. (Foto: AFP)

Suara.com - Langkah besar dilakukan Presiden Tunisia Kais Saied yakni memecat perdana menteri dan membekukan parlemen di negara itu pada Senin (26/7/2021). Kebijakan itu juga disusul dengan pemberlakukan jam malam sebulan ke depan.

Dilansir dari kantor berita Anadolu, Selasa (27/7/2021), Presiden Kais Saied memberlakukan jam malam nasional selama sebulan pada Senin waktu setempat, sehari setelah memecat perdana menteri dan membekukan parlemen.

Menurut pernyataan tertulis dari Kepresidenan Tunisia, Saied mengeluarkan dekrit yang melarang warga dan kendaraan keluar di jalan mulai pukul 7 malam. hingga pukul 6 pagi dari 26 Juli hingga 27 Agustus.

Keputusan tersebut juga melarang pertemuan lebih dari tiga orang di jalan umum dan alun-alun.

Presiden juga menangguhkan pekerjaan di lembaga-lembaga publik kecuali tentara dan polisi untuk jangka waktu dua hari sejak Selasa.

Saied memberhentikan pemerintahan Perdana Menteri Hichem Mechichi pada Minggu malam, membekukan parlemen dan mengambil alih otoritas eksekutif dengan bantuan perdana menteri baru.

Dalam pidatonya, dia mengatakan akan mencabut kekebalan semua anggota parlemen dan mengambil peran sebagai jaksa penuntut umum.

Saied mengatakan dia mengambil keputusan ini setelah berkonsultasi dengan Mechichi dan Ketua Parlemen Rached Ghannouchi.

Sementara itu, Ghannouchi menggambarkan langkah Saied sebagai "kudeta penuh" terhadap konstitusi Tunisia, revolusi dan kebebasan di negara itu.

baca juga

Tunisia telah dicengkeram oleh krisis yang mendalam sejak 16 Januari, ketika Mechichi mengumumkan perombakan kabinet, tetapi Saied menolak untuk mengadakan upacara pelantikan menteri baru.

Negara itu juga menghadapi krisis ekonomi dan lonjakan kasus Covid-19 di tengah kemungkinan kolapsnya sistem kesehatan negara.

Tunisia dipandang sebagai satu-satunya negara Arab yang berhasil melakukan transisi demokrasi di antara negara-negara lain yang juga mengalami revolusi rakyat yang menggulingkan rezim yang berkuasa, termasuk Mesir, Libya dan Yaman. (Sumber: Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pecat PM dan Kuasai Gedung Parlemen, Presiden Tunisia Lakukan Kudeta?

Pecat PM dan Kuasai Gedung Parlemen, Presiden Tunisia Lakukan Kudeta?

News | Senin, 26 Juli 2021 | 11:57 WIB

Korupsi Parah, Pengangguran dan Wabah Corona, Pemerintah Tunisia Dibubarkan

Korupsi Parah, Pengangguran dan Wabah Corona, Pemerintah Tunisia Dibubarkan

Batam | Senin, 26 Juli 2021 | 10:17 WIB

Politik Tunisia Memanas, Presiden Pecat Perdana Menteri dan Bekukan Parlemen

Politik Tunisia Memanas, Presiden Pecat Perdana Menteri dan Bekukan Parlemen

News | Senin, 26 Juli 2021 | 10:15 WIB

Wabah Covid-19 Buat Sistem Kesehatan Tunisia Ambruk, Kemenkes: Kami Dalam Situasi Bencana

Wabah Covid-19 Buat Sistem Kesehatan Tunisia Ambruk, Kemenkes: Kami Dalam Situasi Bencana

Batam | Jum'at, 09 Juli 2021 | 08:36 WIB

Sebut Bangun Masjid Baru Sama Saja Buang Uang Publik, Profesor Tunisia Ini Banjir Kecaman

Sebut Bangun Masjid Baru Sama Saja Buang Uang Publik, Profesor Tunisia Ini Banjir Kecaman

News | Sabtu, 29 Mei 2021 | 17:38 WIB

Ogah Dikaitkan Kasus Anak yang Perkosa ABG, Anggota DPRD IHT Lepas Tangan?

Ogah Dikaitkan Kasus Anak yang Perkosa ABG, Anggota DPRD IHT Lepas Tangan?

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 11:12 WIB

Tragis! Jihadis Perempuan Asia Ledakkan Diri Bersama Bayinya di Tunisia

Tragis! Jihadis Perempuan Asia Ledakkan Diri Bersama Bayinya di Tunisia

Jatim | Jum'at, 02 April 2021 | 10:34 WIB

Terkini

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

×