Sebut Bangun Masjid Baru Sama Saja Buang Uang Publik, Profesor Tunisia Ini Banjir Kecaman

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 29 Mei 2021 | 17:38 WIB
Sebut Bangun Masjid Baru Sama Saja Buang Uang Publik, Profesor Tunisia Ini Banjir Kecaman
Profesor Amin Mahfoudh,[Facebook]

Suara.com - Seorang cendekiawan Tunisia mendapat banjir kecaman setelah menyebutkan jika membangun masjid hanya membuang-buang uang negara.

Menyadur Albawaba, Sabtu (29/5/2021) Profesor Amin Mahfoudh menulis sebuah postingan yang mendapat banyak perhatian dan kritik di saat yang bersamaan.

Profesor yang bekerja di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik di Universitas Sousse di Tunisia itu memulainya dengan pertanyaan "Di mana kita dalam hal pekerjaan yang masuk akal?".

Profesor kemudian menyebutkan tiga poin utama yang menggambarkan hukum Tunisia tentang masjid secara umum serta alokasi negara di sektor tersebut.

"Biaya masjid yang berkaitan dengan air, listrik, perabotan, dan pemeliharaan dibayar melalui anggaran negara." tulis Prof Amin.

Prof Amin kemudian menunjukkan jumlah air terbuang yang digunakan orang-orang saat berada di masjid, sementara itu negaranya mengalami kekurangan air.

Ia juga mengungkapkan, alangkah lebih baiknya jika pemerintah menggunakan air itu untuk menyiram pohon atau lahan pertanian.

Salah satu guru besar hukum tata negara Tunisia tersebut juga mengkritik penggunaan listrik di masjid yang dianggap berlebihan.

Prof Amin mengakhiri postingannya dengan menulis bahwa membangun masjid baru adalah serangan terang-terangan terhadap semua prinsip konstitusional dan "membuang-buang uang publik;"

baca juga

Postingan Prof Amin tersebut langsung menuai kecaman dari warganet yang membacanya. Salah satunya mengkritik gaji pelayan agama yang terlalu besar.

"Kita juga harus bertanya pada diri sendiri apakah benar-benar perlu memiliki pelayanan agama dengan anggaran yang besar!!! Amin Mahfoudh: Membangun masjid membuang-buang dana publik." tulis seorang warganet.

Munji Marzouq, mantan menteri energi Tunisia, mengecam posting negatif Mahfoudh sebagai "absurditas intelektual yang sakit,"

"Apa tujuan mulia manusia, jika bukan kehidupan yang lebih baik, di mana seseorang menemukan kebahagiaan, ketenangan dan keseimbangannya?" tulisnya.

Namun, tidak semua komentar di postingan Facebook profesor Tunisia itu negatif, beberapa menambahkan bahwa alih-alih membangun masjid, pemerintah dapat membuka jalan bagi investasi untuk menurunkan tingkat pengangguran di negara tersebut.

Sementara warganet lain menuliskan pendapar bahwa dengan mengurangi jumlah masjid akan menurunkan tingkat kebisingan dari pengeras suara.

Menurut data Kementerian Agama pada Desember 2015, terdapat 5.470 masjid di Tunisia. Masjid Agung Kairouan yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO adalah salah satu masjid terbesar di Afrika Utara, dan terletak di Kairouan, Tunisia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jemaah Masjid Ditikam saat Salat, Pelaku Ngaku Dapat Bisikan Gaib

Jemaah Masjid Ditikam saat Salat, Pelaku Ngaku Dapat Bisikan Gaib

Lampung | Sabtu, 29 Mei 2021 | 14:53 WIB

Pemerintah Izinkan Masjid Digunakan Untuk Isolasi Pasien COVID-19

Pemerintah Izinkan Masjid Digunakan Untuk Isolasi Pasien COVID-19

Batam | Sabtu, 29 Mei 2021 | 11:55 WIB

Tujuh Aset Bangunan dan Dua Mobil Mewah Milik Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya Disita

Tujuh Aset Bangunan dan Dua Mobil Mewah Milik Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya Disita

Sumsel | Sabtu, 29 Mei 2021 | 11:05 WIB

Terkini

Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:51 WIB

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:09 WIB

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:02 WIB

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:49 WIB

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:16 WIB

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×