alexametrics

Kapolda Metro Jaya: Aksi Unjuk Rasa di Tengah Pandemi Tindakan Tidak Populer

Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir
Kapolda Metro Jaya: Aksi Unjuk Rasa di Tengah Pandemi Tindakan Tidak Populer
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memberikan keterangan pers usai mengecek pengamanan di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Jumat (23/4/2021). [ANTARA/Dewa Wiguna]

Kapolda Metro Jakarta Irjen Pol Fadil Imran menilai aksi unjuk rasa di tengah masa pandemi Covid-19 merupakan tindakan tidak populer.

Suara.com - Kapolda Metro Jakarta Irjen Pol Fadil Imran menilai aksi unjuk rasa di tengah masa pandemi Covid-19 merupakan tindakan tidak populer.

Dia mengapresiasi masyarakat yang tidak termakan hoaks ajakan aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Unjuk rasa di tengah pandemi ini adalah sesuatu tindakan yang tidak populer. Masyarakat Jakarta saya lihat sudah mulai menemukan bentuk empati dan soliditas sosialnya," kata Fadil di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/7/2021).

Seruan aksi unjuk rasa menolak PPKM Darurat bertajuk 'Jokowi End Game' sempat beredar di media sosial. Mereka sedianya berencana menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara pada Sabtu (24/7) lalu.

Baca Juga: Wendys Indonesia Bantah Otak Demo Jokowi End Game Karyawannya

Namun aksi tersebut ternyata tidak terjadi. Fadil pun mengapresiasi masyarakat lantaran tidak termakan hoaks ajakan aksi tersebut. 

"Saya sebagai Kapolda sangat mengapresiasi bahwa masyarakat Jakarta mendengarkan imbauan kita untuk tidak terprovokasi oleh hoaks yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Berkenaan dengan itu, Fadil mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan Jakarta akan kembali normal.

"Mudah-mudahan Jakarta semakin sehat, semakin aman," katanya.

Baca Juga: Polisi Buru Penyebar Informasi Seruan Aksi Jokowi End Game

Komentar