32 Tahun Jadi Misteri, Kasus Pembunuhan Stephanie Terungkap Lewat Tes DNA Terbaru

Bangun Santoso

Rabu, 28 Juli 2021 | 12:09 WIB
32 Tahun Jadi Misteri, Kasus Pembunuhan Stephanie Terungkap Lewat Tes DNA Terbaru
Kasus pembunuhan Stephanie Isaacson tidak terpecahkan selama 32 tahun. (Dok. Kepolisian/via BBC Indonesia)

Suara.com - Menarik waktu ke tahun 1989, suatu peristiwa pembunuhan terjadi di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Seorang bocah beranjak gadis yang baru berusia 14 tahun bernama Stephanie Isaacson tewas dibunuh. Tubuhnya ditemukan tergeletak di jalan biasa sehari-hari ia lewati ke sekolah.

Gadis kecil itu diduga diserang pelaku lalu dicekik hingga menemui ajal. Sayang, polisi yang mencoba menyelidiki kasus tersebut gagal mengungkap siapa sebenarnya pelaku pembunuhan itu.

Setelah puluhuan tahun buntu, kasus ini bisa terungkap berkat tes DNA yang ditinggalkan si pelaku di tempat kejadian perkara (TK) - setara dengan hanya 15 sel manusia.

Menyadur laman BBC Indonesia, Rabu (28/7/2021), polisi mengatakan pada Rabu (21/7/2021) bahwa mereka telah mengidentifikasi tersangka dengan menggunakan sekuensing genom dan data genealogi publik.

Terduga pelaku pembunuhan Stephanie Isaacson disebut telah meninggal pada 1995.

"Saya senang mereka menemukan orang yang membunuh putri saya," kata ibu Stephanie dalam pernyataan yang dibacakan di hadapan wartawan dalam konferensi pers hari Rabu pekan lalu.

"Saya tidak pernah menyangka bahwa kasus ini akan bisa diselesaikan," katanya.

Tiga puluh dua tahun yang lalu, tubuh Stephanie ditemukan di dekat rute yang biasanya ia lalui dalam perjalanan ke sekolah di Las Vegas, Nevada. Gadis itu diserang dan dicekik sampai mati.

Tahun ini, polisi dapat membuka kasus itu lagi setelah adanya donasi dari seorang penduduk setempat. Mereka menyerahkan sampel DNA yang masih utuh ke Othram, laboratorium sekuensing genom di Texas yang berspesialisasi dalam kasus-kasus "dingin".

baca juga

Perangkat tes DNA biasa untuk konsumen mengumpulkan sekitar 750 hingga 1000 nanogram DNA dalam satu sampel. Sampel itu lalu diunggah ke situs web publik yang berspesialisasi dalam penelusuran leluhur atau pemeriksaan kesehatan.

Namun DNA tidak selalu ditemukan dalam jumlah besar di TKP. Dan dalam kasus ini, hanya 0,12 nanogram - setara dengan 15 sel - yang tersedia untuk tes.

Dengan menggunakan basis data jalur keturunan, para peneliti berhasil mengidentifikasi sepupu si pelaku. Akhirnya, mereka mencocokkan DNA pelaku dengan Darren Roy Marchand.

DNA Marchand dari kasus pembunuhan sebelumnya pada 1986 masih ada dalam catatan, dan digunakan untuk mengonfirmasi kecocokan tersebut.

Ia tak pernah dihukum dan meninggal karena bunuh diri pada 1995.

Teknologi genomik yang digunakan untuk memecahkan kasus ini juga digunakan untuk menangkap pelaku pembunuhan yang disebut 'Golden State Killer' pada 2018. Si pelaku, yang telah melakukan sedikitnya 12 pembunuhan dan puluhan pemerkosaan serta perampokan di California, lolos dari tangkapan polisi selama 40 tahun.

"Ini tonggak pencapaian besar," kata kepala eksekutif Othram David Mittleman kepada BBC.

"Ketika Anda dapat mengakses informasi dari jumlah DNA sekecil itu, ini membuka kesempatan bagi begitu banyak kasus lain yang telah dianggap buntu dan tidak terpecahkan."

Perusahaan tersebut saat ini mengerjakan berbagai kasus dari masa lalu, sejak tahun 1881. Sumber: BBC Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Pembunuhan Presiden Haiti, Komandan Paspampres Ditangkap Polisi

Buntut Pembunuhan Presiden Haiti, Komandan Paspampres Ditangkap Polisi

News | Rabu, 28 Juli 2021 | 11:20 WIB

Nasihat Jangan Mencuri Berujung Ketua MUI Labura Tewas Dibacok

Nasihat Jangan Mencuri Berujung Ketua MUI Labura Tewas Dibacok

Sumut | Rabu, 28 Juli 2021 | 11:13 WIB

Perempuan Tewas Bersimbah Darah di Jagakarsa, Polisi Amankan Satu Orang

Perempuan Tewas Bersimbah Darah di Jagakarsa, Polisi Amankan Satu Orang

Jakarta | Rabu, 28 Juli 2021 | 09:07 WIB

Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Pelaku Ditangkap

Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Pelaku Ditangkap

Sumut | Rabu, 28 Juli 2021 | 05:35 WIB

Kisah Gadis Belia yang Dibunuh Keluarganya Sendiri karena Memakai Jeans

Kisah Gadis Belia yang Dibunuh Keluarganya Sendiri karena Memakai Jeans

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:18 WIB

Warga Pinggir Pantai Bitung Buka Kantong Plastik Putih Tergeletak, Isinya Bikin Syok

Warga Pinggir Pantai Bitung Buka Kantong Plastik Putih Tergeletak, Isinya Bikin Syok

Sulsel | Senin, 26 Juli 2021 | 18:27 WIB

Gus Nadir Angkat Suara Soal Gus Najih yang Dipolisikan: Ulama Minta Maaf Mulia

Gus Nadir Angkat Suara Soal Gus Najih yang Dipolisikan: Ulama Minta Maaf Mulia

Banten | Senin, 26 Juli 2021 | 08:43 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×