alexametrics

Dinilai Lari dari Agenda, Pemerintah Diminta Prioritaskan Nakes Ketimbang Influencer

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Dinilai Lari dari Agenda, Pemerintah Diminta Prioritaskan Nakes Ketimbang Influencer
Viral influencer dapat vaksin booster di gedung DPRD DKI (IG)

"Justru menurut saya pemerintah jangan lari dari agenda yang ditetapkan. Kalau untuk nakes, ya nakes dulu. Jangan dulu ke influencer," kata Saleh.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjelaskan secara terbuka mengenai isu vaksinasi dosis ketiga atau booster yang disebut diperuntukan untuk kalangan di luar tenaga kesehatan, semisal influencer.

Seperti diketahui viral di media sosial menyoal informasi di mana seorang influencer disebut-sebut melakukan booster. Padahal sampai dengan saat ini peruntukan vaksin ketiga itu hanya untuk nakes.

Karena itu menurut Saleh menjadi penting untuk Kemenkes menjelaskan apakah memang ada peruntukan booster untuk kalangan lain di luar nakes atau tidak.

"Jika misalnya booster ketiga sudah ada untuk kalangan tertentu harus dijelaskan terbuka. Sehingga tidak menimbulkan isu dan desas desus tak perlu," kata Saleh kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: DPR Desak Influencer yang Viral Vaksin Ketiga Diusut: Jutaan Warga Banyak Belum Divaksin!

Sementara itu berkaitan dengan viral influencer mendapat booster, Saleh meminta Kemenkes mengecek langsung kebenarannya. Sebab menurutnya pemerintah semestinya memprioritaskan nakes ketimbang influencer untuk mendapat suntikan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga.

"Justru menurut saya pemerintah jangan lari dari agenda yang ditetapkan. Kalau untuk nakes, ya nakes dulu. Jangan dulu ke influencer," kata Saleh.

Saleh mengatakan booster vaksin ketiga penting diberikan kepada nakes sebagai prioritas utama. Mengingat pekerjaan nakes yang sangat rawan terhadap penularan Covid-19 karena mengangani langsung pasien terpapar.

Sementara itu Ketua Fraksi PAN itu menegaskan bahawa secara khusus, DPR belum menerima pemberitahuan terkait booster vaksin ketiga. Di mana informasi yang diperoleh masih sebatas melalui media.

"Tapi memang betul bahwa banyak orang menginginkan vaksin Moderna. Tapi saya meminta Kemenkes agar fokus pakai agenda mereka. Kalau ada orang yang minta divaksin Moderna, jangan mengganggu prioritas untuk nakes dulu," ujar Saleh.

Baca Juga: Heboh Fasilitas Hotel Isoman Bagi Anggota DPR, Fraksi Nasdem: Lebih Baik Buat Rakyat

Viral Influencer Vaksin Ketiga

Viral di media sosial seorang influencer diduga mendapatkan jatah suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga alias vaksin booster.

Prosesi penyuntikan vaksin booster tersebut dilakukan di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Hal itu terungkap dari unggahan akun Instagram @johandjayanto.

"Tadi siang ada teman gue tiba-tiba cerita kalau teman dia yang influencer (bokapnya pengusaha) hari ini dapat vaksin dosis ketiga Moderna (yang seharusnya buat nakes)" kata Johan seperti dikutip Suara.com, Rabu (28/7/2021).

"Ternyata gue juga follow dan bisa lihat story dia. If you know who is he/she, coba deh perhatiin latar belakang IG Story dia di gedung pemerintahan," imbuhnya.

Dalam foto yang diunggah, si influencer yang tak disebutkan namanya itu sedang melakukan vaksinasi dosis ketiga.

Di belakang si influencer tersebut terlihat jelas logo DPRD DKI Jakarta berukuran besar terpasang di dinding.

"Selasa, 9.18 WIB. Vaccine shot x3: booster," tulis si influencer melalui Instagram Story miliknya.

Sesaat setelah Johan mengunggahnya, Instagram Story milik si influencer sudah dihapus. Meski demikian, ia mengaku sudah sempat mengabadikannya.

Ia mengaku heran dengan seorang influencer yang mendapatkan vaksin booster. Padahal, vaksin booster untuk saat ini baru diperuntukkan bagi para nakes.

"Berdasarkan perintah presiden, vaksin dosis tiga hanya ditujukan untuk nakes yang sedang berjuang melawan Covid-19 di garda terdepan. Hal ini dikonfirmasi oleh menteri kesehatan juga. Jadi kecolongan pak?" ungkapnya.

Meski demikian, ia menolak jika unggahannya tersebut dikaitkan dengan politik.

"Gue sama sekali tidak bertujuan untuk mengkritik pemerintah. Jadi jangan bawa-bawa politik ya! Gue hanya rakyat biasa yang baca berita, lihat data dan kebetulan kok ketemu case yang gue enggak ngerti kenapa bisa terjadi hehe," tuturnya.

Hingga berita ini dipublikasi, Suara.com masih mencoba mengonfirmasi pihak terkait tmengenai kebenaran unggahan tersebut.

Sebagai informasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan vaksin booster diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan. Vaksin yang akan digunakan adalah vaksin Moderna asal Aamerika Serikat.

"Mengenai program ini, vaksin ketiga kepada tenaga kesehatan akan diberikan menggunakan Vaksin Moderna," ujar Menkes dalam konferensi pers dipantau via daring di Jakarta, Jumat (10/7/2021).

Ia menyampaikan bahwa penggunaan Vaksin Moderna itu sudah melalui diskusi dengan Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai penasihat independen.

Ia menambahkan rencana vaksinasi ketiga itu juga sudah disetujui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).

Menkes mengatakan, pemberian vaksin ketiga itu sebagai upaya menjaga tenaga kesehatan agar bisa konsentrasi bekerja.

"Karena nakes setiap hari bertemu dengan virus yang tinggi kadarnya, mereka harus dilindungi. Penting untuk kita pahami vaksinasi ketiga hanya diberikan kepada nakes," ucapnya.

Komentar