alexametrics

Viral Curhat Warganet Resah Sepupu Nikah Muda Gegara TikTok, Keluarga Malah Mendukung

Reza Gunadha | Aulia Hafisa
Viral Curhat Warganet Resah Sepupu Nikah Muda Gegara TikTok, Keluarga Malah Mendukung
Ilustrasi pernikahan dini. (Shutterstock)

Viral keresahan warganet tentang sepupunya yang ingin menikah muda dan didukung penuh keluarganya. Sepupunya itu masih berusia 15 tahun.

Suara.com - Viral keresahan warganet tentang sepupunya yang ingin menikah muda dan didukung penuh keluarganya. Sepupunya itu masih berusia 15 tahun.

Keresahannya tersebut ia tuangkan di thread Twitter dan menjadi perbincangan. Sedikitnya 44 ribu pengguna Twitter menyukai unggahan tersebut dan 8 ribu pengguna menyukainya.

Warganet itu mengaku resah karena sepupunya yang masih dibawah umur akan dinikahkan oleh keluarganya.

Awalnya, sepupu perempuan warganet ini tidak memiliki niatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena ditolak oleh SMA ternama di sana.

Baca Juga: Viral Tamu Kaget Usai Lihat Pemandangan di Kamar Penginapan: Hotel Apaan Nih?

Kemudian, ia terinspirasi oleh beberapa tayangan di aplikasi TikTok yang menunjukan kebahagiaan menikah muda.

Karena hal tersebut, sang sepupu meminta untuk menikah. Sayangnya, seluruh keluarganya yang sudah dewasa mendukung hal itu.

Warganet ini kesal karena sang sepupu hanya melihat keindahan dari pernikahan dari tayangan-tayangan yang ia lihat. Padahal, dunia pernikahan tidak segampang itu.

"Bayangin, anak 15 tahun terdoktrin nikah muda cuma karena beberapa tayangan "uwu". Padahal di realitanya, dunia pernikahan nggak semuanya tentang "uwu-uwuan" melulu," tulis sang warganet.

Warganet ini semakin menyayangkan hal itu karena orang dewasa di lingkungan sang sepupu justru menormalisasikan menikah muda.

Baca Juga: Wiro Sableng Tak Berkutik Diringkus Polisi, Kapak Naga Geni 212 Turut Diamankan

Selain karena tradisi, menikah muda di kampungnya juga disebabkan oleh fasilitas pendidikan yang kurang di sana. Masih banyak orang di lingkungan tersebut belum sadar akan pentingnya pendidikan.

Komentar